Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Keluarga Si Kembar


__ADS_3

     Asiah yang berderai air mata berlari ke luar apartemen, kebetulan pintu lift terbuka dan dia pun masuk. Begitu turun di lantai bawah tanah bagian parkiran mobil dia merasa bingung mau kemana.


"Asiah?" Suara yang tidak asing menyapa Asiah.


"Raya! Ian!" Asiah pun berlari ke arah mereka sambil menangis kencang.


"Kamu kenapa?" tanya Rayyan dan Raihan bersamaan.


"A–Ayah dan Mama Zulaikha, mereka ... bertengkar lagi," jawab Asiah sambil menangis tergugu.


     Rayyan tiba-tiba memeluk tubuh Asiah dalam pelukannya di ciumnya kening gadis kecil itu dan tidak lupa mengusap-usap punggungnya. Membiarkan temannya itu menangis dalam pelukannya.


"Jangan bersedih, kita kesini mau menghibur kamu," balas Rayyan dan di benarkan oleh Raihan.


     Sepasang orang dewasa yang sejak tadi diam memperhatikan awalnya. Dibuat terkejut saat anak bungsu mereka tiba-tiba memeluk dan mencium anak gadis orang di depan matanya.


"Mas ...." Mentari melirik ke arah Fatih.


"Vis, Sayang." Fatih tersenyum kaku sambil mengacungkan dua jarinya.


"Kenapa kelakuan putra kita jadi seperti ini?" tanya Mentari dengan berbisik.


"Mereka meniru kita, Sayang," jawab Fatih.


"Sudah aku bilang, Mas jangan selalu berbuat mesum saat ada anak-anak," balas Mentari dengan wajah cemberut.


"Tapi, Yang. Kamu juga suka 'kan, kalau aku berbuat mesum padamu," bisik Fatih dengan diikuti senyum tampannya yang tidak bisa di tolak oleh Mentari.


"Iya, Mas. Tapi, jangan saat ada anak-anak. Nanti mereka meniru kita! Apa Raya dan Ian pernah melakukan hal lain seperti barusan?" tanya Mentari sambil menatap tajam ke arah suaminya.


     Fatih tahu kalau Rayyan pernah mencium pipi Asiah. Dia yakin istrinya akan memarahinya nanti dan memberi hukuman padanya.


"Wajah Mas mengatakan, iya! Apa anak kita mencium anak gadis itu?" Mentari bisa melihat jawabannya di wajah sang suami.

__ADS_1


"Ish ... Mas, bagaimana cara kamu mengawasi si Kembar? Aku nggak mau anak kita jadi laki-laki yang brengsek! Suka tebar pesona sama wanita-wanita nantinya!" 


"Ih, amit-amit deh. Jangan sampai terjadi, Sayang. Kita selalu mendoakan anak-anak kita, agar menjadi anak yang sholeh dan berakhlak mulia," balas Fatih.


"Mau berakhlak mulia bagaimana, Mas. Kalau mereka masih kecil saja main peluk dan sosor anak gadis orang." Mentari gemes pada suaminya. Selama satu bulan lebih anaknya lepas dari pengawasannya, berubah begini.


"Bersiap-siaplah kamu akan cepat punya menantu!" Mentari berjalan mendekati Asiah yang masih menangis dan dihibur oleh si Kembar.


"Assalammualaikum, Asiah. Apa kabar?"


"Wa'alaikumsalam, Bunda." Asiah mencium tangan Mentari. Dia menebak kalau wanita cantik dan berhijab ini Bundanya di Kembar.


"Kenapa, Cantik? Kok menangis," tanya Mentari sambil berjongkok di depan Asiah dan merapikan jilbabnya.


"Ayah dan Mama Zulaikha, mereka bertengkar kembali," jawab Asiah.


"Sini, Bunda peluk! Kamu jangan bersedih, mungkin ada kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka. Asiah, sayangkan sama Ayah?" tanya Mentari sambil menguraikan pelukannya.


     Dilihatnya Asiah menganggukkan kepalanya.


     Lagi-lagi Asiah mengangguk.


"Mereka berdua juga sama, sayang sama Asiah. Sebentar lagi mereka pasti akan mencari kamu. Yuk, kita pulang ke apartemen Ayah Asiah!" ajak Mentari.


"Bunda, barusan Rayyan mau mengajak Asiah makan malam romantis bersama. Mau merayakan ulang tahun, Asiah," ucap Rayyan.


"Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah, Mas!" Mentari mengalihkan penglihatannya kepada Fatih yang sedang terperangah mendengar kata-kata putra mereka.


"Anak-anak kita jenius, Sayang!" Fatih merusaha menyelamatkan tempat tidurnya untuk nanti malam.


"Ayo, Bun. Kita makan malam romantis bersama, sambil menghibur dan membuat Asiah bahagia. Seperti yang Ayah sering lakukan kepada Bunda!" ajak Raihan menggoyangkan tangan Mentari.


"Kenapa tingkah anak-anak aku jadi begini?" gumam Mentari meratapi nasib kedua putranya.

__ADS_1


"Ayo, kita pergi makan malam romantis!" teriak Raihan.


"Ayo!" balas Rayyan dan Asiah dan berlari ke mobil milik Fatih.


"Sudahlah, Yang. Tuh mereka juga merasa senang. Ayo, sekalian kita makan malam romantis ala anak-anak itu!" ajak Fatih.


"Ini namanya makan malam bersama. Nggak akan ada suasana romantis," balas Mentari.


"Romantisnya kita tunda sampai rumah." Satu ciuman mendarat di bibir ranum milik Mentari. 


"Mas! Nanti anak-anak lihat."


"Nggak. Mereka pasti sedang sibuk memamerkan kadonya untuk Asiah." Sekali lagi Fatih mencuri satu kecupan.


***


"Om, Asiah mana?" tanya Zulaikha saat dia tersadar kalau barusan mereka sudah bertengkar di depan anak kecil.


"Astaghfirullahal'adzim. Apa yang baru saja kita lakukan? Asiah pasti sangat sedih," ucap Yusuf sambil mencari keberadaan putrinya.


"Asiah! Kamu di mana, Sayang!" panggil Zulaikha mencari ke dapur.


"Sayang, maafkan Ayah. Ayah mengaku bersalah." Yusuf mencari ke dalam kamar tidur dan ruang kerjanya. Namun, Asiah tidak ada di mana pun di dalam apartemen.


"Om, apa Asiah lari ke luar?" Zulaikha melihat pintu dalam keadaan terbuka.


"Akh! Asiah." Yusuf berlari ke luar apartemennya sambil menarik tangan Zulaikha.


Yunus yang sejak tadi mengawasi Zulaikha pun langsung berlari mengikuti mereka. Dan berhasil masuk ke dalam lift bersama-sama. Zulaikha menatap Yunus seakan bertanya, 'Apa Asiah akan baik-baik saja?'


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus.Terima kasih.

__ADS_1


Sambil menunggu Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya aku yang lainnya.



__ADS_2