Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Hari Pernikahan (3)


__ADS_3

Maria melihat pintu gerbang yang terbuka, masuk begitu saja. Dia berbaur dengan tamu undangan. Penampilan dia juga layaknya orang yang hendak mengunjungi sebuah pesta.


Dia mendengar banyak orang membicarakan pernikahan dan orang yang mau melahirkan. Namun, dia menghiraukan orang-orang yang sedang bicara secara berkelompok. Tujuan dia adalah bertemu dengan Bilqis.


Dilihatnya sang anak tiri itu sedang memeluk dua bocah perempuan yang dulu membantunya masuk ke rumah Khalid. Maria pun dengan cepat mendatangi Bilqis.


"Bilqis!" teriak Maria dengan mata yang sudah mengeluarkan air.


Bilqis dan beberapa orang yang ada di sana terkejut dengan kedatangan wanita aruh baya itu. Tubuh Bilqis tiba-tiba menegang melihat wanita yang beberapa waktu yang lalu telah memilih memutuskan tali hubungan keluarga dengannya.


"Nak, kenapa kamu tidak mengundang ibu ke acara pernikahan ini? Apa kamu sudah tidak menganggap aku ibumu lagi," ucap Maria dengan suara bergetar di sela isak tangisnya.


William yang sedang menenangkan salah satu anak Bintang, dengan cepat mendekati sang istri. Dia tahu wanita yang dulunya adalah ibu sambung istrinya itu adalah orang yang jahat. Sudah berulang kali menyakiti hati Bilqis.


"Ada apa?" tanya William sambil menarik Bilqis ke dalam pelukannya. Tatapan matanya begitu sangat tajam.


"I-itu ...." Maria sangat gugup ditatap tajam seperti itu.

__ADS_1


"Penjaga! Tolong keluarkan wanita ini dari sini. Dia bukan tamu yang diundang," titah William kepada orang yang memakai seragam.


Ada 2 orang yang mendatangi dan langsung menyergap tangan Maria. Wanita itu berusaha melepaskan dirinya dari kedua penjaga. Namun, kekuatannya tidak sebanding dengan 2 lelaki itu. Tubuh Maria pun berhasil digotong dan hendak dibawa ke luar gerbang.


"Tuan, aku ini adalah ibunya Bilqis. Seharusnya kalian semua memperlakukan aku dengan baik. Bukan seperti ini!" teriak Maria dan menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.


"Hei, Nyonya. Jangan mengaku-ngaku sebagai keluarga Bilqis. Kamu lupa dengan apa yang sudah diucapkan dulu kepada kami? Kalau kamu sudah berlepas diri dengan segala urusan Bilqis dan kamu juga tidak akan peduli lagi padanya." Aurora datang menghampiri Maria sambil menggendong anak Bintang yang lain dan kini berdiri di depannya.


Maria semakin takut saat melihat Aurora mendatanginya. Namun, dia menguatkan dirinya karena tidak ada kesempatan lagi untuk bisa bersama Bilqis lagi selain hari ini. Mungkin saja mereka semua akan menerima dirinya karena akan merasa malu di depan publik jika dibicarakan telah membuang ibu yang sudah membesarkannya.


Maria juga melihat ada beberapa orang yang mengabadikan kejadian ini di handphone mereka. Makanya dia berakting seolah menjadi ibu yang terdzholimi oleh putri tirinya.


"Begitu juga dengan aku yang sudah membesarkan Bilqis. Aku juga sangat menyayangi putriku. Mana mungkin aku tega tidak lagi peduli padanya? Bahkan membuang dirinya," lanjut Maria dengan berteriak sambil berderai air mata.


Aurora yang sudah merasa sangat kesal. Meminta salah seorang dari tim kemanan untuk memutar video rekaman tentang Maria dan kejahatan busuknya.


Layar lebar yang tadi menampilkan William saat ijab qobul. Kini memutar rekaman saat Maria dengan jelas tidak mau mengakui Bilqis sebagai anak tirinya lagi. Wanita paruh baya itu juga dengan jelas kalau mereka sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Rekaman Maria yang ada di lapas saat menjenguk Harun. Juga rencana mereka untuk memeras lagi harta milik Bilqis seperti yang sudah-sudah sering mereka lakukan dulu pun di putar di sana.

__ADS_1


Maria sangat terkejut dengan diputarnya rekaman video itu. Bahkan suara dia dan Harun pun terdengar begitu sangat jelas.


Semua orang kini menatap kesal dan benci pada wanita yang sudah menyandang gelar ibu tiri kejam. Banyak dari mereka yang mengumpat dirinya sebagai manusia yang tidak berperasaan.


"Jadi, siapa yang tidak mau mengakui hubungan keluarga terlebih dahulu? Siapa yang sudah berbuat jahat terlebih dahulu? Bilqis atau kamu?" Aurora terus mencerca pada Maria.


"Bilqis ... maafkan ibu, Nak. Ibu tahu kalau dulu sudah berbuat salah kepadamu. Tapi bagaimana pun juga, aku adalah ibumu yang sudah membesarkan dan merawat kamu dari kecil," ujar Maria sambil menatap Bilqis yang masih berada dalam pelukan William.


Bilqis sungguh benci keadaan yang seperti ini. Saat posisi dia disalahkan dan memaksa dirinya untuk mengikuti kemauan orang lain.


"Kalau kamu menyayangi Bilqis. Buktikan dengan menggantikan hukuman yang harus diterima oleh Bilqis," ucap Aurora menantang Maria.


***


Akankah Maria mau menerima tantangan itu? Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan untuk aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗🤗.


Sambil menunggu kelanjutan acara pesta pernikahan William dan Bilqis, yuk mampir ke karya teman aku.

__ADS_1



__ADS_2