
Jantung Yusuf masih berdetak kencang. Dia merutuki dirinya karena kalah dari hawa napsunya. Kelembutan bibir Zulaikha terasa bagai tetesan air segar dari oase di tengah-tengah gurun, yang menjerat dia dan tidak bisa melepaskan darinya. Ingin lagi dan lagi merasakannya terus menerus.
Dia merupakan laki-laki normal yang punya hasrat. Namun, dia malah melampiaskan rasa itu pada gadis di bawah umur.
"Yusuf ... bodoh ... bodoh! Dia itu masih bocah." Yusuf menjambak rambutnya sendiri.
"Zulaikha, kenapa kamu selalu menyulitkan aku!" Yusuf mengguyur tubuhnya dibawah shower mendinginkan pikirannya. (Abang Yusuf mandi malam-malam 🙈🙈🙈)
***
"Tunggu!" Yunus menahan tangan Zulaikha.
"Ada apa lagi!" Zulaikha kesal kepada Yunus karena dia sudah ingin masuk ke kamarnya.
Yunus menyentuh kening Zulaikha, suhu tubuhnya terasa normal. Kemudian menyentuh pipi lembut Zulaikha. Keduanya malah saling menatap. Yunus terbuai dengan kelembutan kulit milik Zulaikha. Dia mengusap-usap pipi mulus itu dengan ibu jarinya.
"Apa yang kamu lakukan!" Zulaikha menepis tangan Yunus.
Yunus terkesiap, tidak sadar dengan apa yang sudah dia lakukan. Dia merasa bersalah karena sudah lancang menyentuh majikannya.
"Maafkan aku," ucap Yunus.
Zulaikha langsung masuk ke kamar dan menguncinya. Sementara Yunus masih berdiri di depan pintu kamar.
"Dia kenapa lagi? Apa sudah terjadi sesuatu di apartemen si Om duda itu?"
***
Keadaan Zulaikha berbeda dengan Yusuf. Dia merasa bahagia. Senyum lebar terlukis di wajahnya yang cantik. Sambil memeluk guling, Zulaikha berguling-guling ke kanan kiri.
__ADS_1
"Ahk! Om ...." Zulaikha menyentuh bibirnya. Dia senang karena ciuman pertamanya dengan orang yang dia sukai.
Terdengar suara dering telepon. Mengganggu kesenangan dirinya. Perhatiannya teralihkan pada handphone yang ada di atas nakas. Terlihat nama Bintang di sana.
"Assalammualaikum, Bintang. Ada apa?" tanya Zulaikha.
[Wa'alaikumsalam. Zulaikha besok ada waktu nggak? Ada yang harus kita bicarakan.]
"Bisa. Jam berapa?" tanya Zulaikha.
[Sepulang sekolah.]
"Baik."
[Ajak juga Yunus! Kalian jangan bertengkar terus.]
"Darimana kamu tahu kalau aku dan Yunus selalu bertengkar?"
***
Yusuf menghubungi kedua orang tuanya. Untuk membicarakan tentang Bilqis.
"Assalammualaikum, Bu."
[Wa'alaikumsalam, Suf. Bagaimana kabar kamu dan Asiah?]
"Alhamdulillah, kita berdua baik. Bagaimana kabar Ibu sama Bapak?"
[Kami baik. Kamu sudah menghubungi mertua kamu?]
__ADS_1
"Setiap hari Minggu, Yusuf dan Asiah melakukan video call dengan Abah. Sebenarnya ada yang mau Yusuf katakan, Bu."
[Apa itu?]
"Yusuf mau meminang seorang perempuan untuk menjadi istri Yusuf dan Ibu untuk Asiah."
[Apa ini tidak terlalu cepat? Istri kamu baru saja meninggal dua bulan.]
"Yusuf melakukan ini untuk Asiah, Bu. Kasihan dia tidak ada yang menjaga saat Yusuf harus kerja lembur. Yusuf malah meminta kepada tetangga untuk menjaga Asiah. Selian itu, perempuan ini dulunya adalah gurunya Asiah. Dia begitu sayang sama Asiah begitu juga sebaliknya."
[Ibu, nggak akan melarang kamu untuk menikah lagi. Hanya saja pikir baik-baik, lakukan istikharah dulu. Apa dia jodoh terbaik bagi kamu dan Asiah.]
"Iya, Bu."
[Suf, kata Bapak kenalkan perempuan itu dahulu kepada kami]
"Iya, Bu. Nanti Yusuf akan ajak dia menemui Ibu, Bapak dan Abah."
***
Yunus memeriksa cctv di lingkungan apartemen tempat tinggal Zulaikha. Dia merasa sejak di Mall tadi ada yang memperhatikan mereka. Setelah tadi dia memeriksa cctv milik Mall Mega atas seizin Erlangga. Dia merasa ada satu orang yang keberadaanya selalu tertangkap kamera di mana pun dia dan Zulaikha berada.
"Apa dia itu Qorun?" Yunus mengusap-usap dagunya sambil memeriksa kembali rekaman cctv.
"Aku harus mulai extra menjaga Zulaikha, mulai sekarang," gumam Yunus.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.
__ADS_1
Sambil menunggu Zulaikha up bab berikutnya, baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus dan seru loh.