
Rain membawa Rania ke apartemennya. Mereka akan tinggal di sana. Sebenarnya Rain sering tinggal di rumah pemberian orang tuanya. Namun, saat ini dia sering lembur dan apartemen ini tempat terdekat dengan kantornya.
"Nia, kamu tidur di kamar ini," kata Rain sambil membuka kamar tamu yang sering ditinggali sama saudara-saudaranya ketika datang ke apartemen.
"Iya, tapi Kak. Baju Nia, gimana? Masa tidur pakai baju gamis seperti ini," ucap Rania.
"Tunggu, aku ambilkan baju milikku mungkin ada yang bisa kamu pakai," balas Rain dan masuk ke kamar sebelahnya.
Jadilah, Rania memakai kaus dengan celana training. Saat bangun tidur Rania merasa asing karena bangun bukan di kamarnya. Lagi-lagi Rania bingung saat mau shalat Subuh, tidak ada mukena di apartemen itu.
"Kak! Kak Rain!" Rania mengetuk pintu kamar Rain.
Tak lama kemudian pintu itu terbuka dan betapa terkejutnya Rain saat melihat Rania tanpa jilbab hanya memakai kaus oblong dan traning miliknya. Rambut hitam legam dan berkilau itu tergerai sampai punggungnya.
"Kak! Kakak!" Rania menyentuh tangan Rain agar membuatnya sadar.
"Eh, ada apa?" tanya Rain.
__ADS_1
"Aku mau sholat. Tapi tidak ada mukena atau baju kurung yang bisa menutupi auratnya," ucap Rania dengan nada bicara yang manja.
"Mukena … tunggu." Rain pun menuju ke walk in closet membuka lemari baju bagian bawah dia mengambil mukena baru yang dia beli tanpa sengaja saat melihatnya di pajangan toko Muslim. Entah kenapa dia membeli saat itu. Dia berharap bisa membelikan barang seperti itu untuk dipakai oleh istrinya saat beribadah.
"Ini, pakailah! Itu barang baru," kata Rain saat menyerahkan barang itu.
"Kak Rain, membeli mukena ini, apa mau diberikan pada seseorang sebelumnya?" tanya Rania merasa hatinya tidak enak karena sudah merebut barang yang seharusnya menjadi milik orang lain.
"Aku membeli mukena itu mau aku berikan kepada perempuan yang menjadi istriku. Berarti mukena itu adalah milikmu karena kamu adalah istriku sekarang," jawab Rain dengan tenang.
"Benar nih, tidak apa-apa untuk aku?" tanya Rania lagi untuk memastikan.
"Kakak sudah sholat?" tanya Rania, dia berharap bisa sholat berjamaah dengan suaminya.
"Sudah," jawab Rain.
Rania merasa kecewa saat mendengarnya. Lalu dia pun kembali ke kamarnya untuk sholat Subuh yang hampir habis waktunya karena dia bangun kesiangan. Padahal dia tidur cuma 1 jam 20 menit.
__ADS_1
***
Kabar pernikahan dadakan antara Rania dan Rain langsung membuat gempar keluarga Hakim, Andersson, Mochtar, dan Green. Mereka kebanyakan sangat terkejut, lebih mengejutkan dari kabar pernikahan Raihan dan Alin beberapa waktu yang silam. Raihan menikah dengan gadis muda, tetapi bukan termasuk sanak famili keluarga mereka. Namun, Rain dan Rania masih dalam satu turunan baik dari keluarga Mochtar maupun keluarga Green.
Alex dan Cantika juga saat Rain memberitahu akan menikahi Rania, mereka sangat marah karena takut putra bungsu mereka sudah melakukan perbuatan yang melanggar norma agama atau adat, apalagi pernikahan itu dadakan. Namun, ketika Rain dan Rania bergantian menceritakan kronologi kejadian yang sudah menimpa mereka, Cantika dan Alex merasa tenang.
Begitu juga sama hal-nya dengan Rayyan yang sangat terkejut saat mendengar kalau adik perempuan satu-satunya sudah menikah dengan sepupu sekaligus sahabatnya. Awalnya dia mengira yang tidak-tidak saat mendengar kalau mereka menikah karena kepergok oleh warga sedang berbuat yang tidak-tidak di dalam mobil. Namun, begitu mendengar penjelasan dengan lebih detail dia bisa memahaminya.
"Sayang, ayo bangun. Apa kamu tahu tinggal kita yang belum menikah. Rain dan Rania sudah menikah. Apa kamu tahu kenapa mereka berdua bisa menikah? Itu karena gara-gara serangga. Kamu tahukan kalau Nia itu sangat takut dengan hewan sebangsa serangga, kecuali nyamuk. Dia kan paling suka berburu nyamuk pakai raket listrik," kata Rayyan mengajak bicara Asiah dan berharap kalau kekasihnya itu bangun.
"Asiah, jika kamu sadar saat ini maka, Ayah izinkan kamu menikah dengan Raya secepatnya," kata Yusuf.
"Benarkah itu, Ayah?" Senyum mengembang dari bibir Rayyan.
"Sayang, bangun. Ayo, kita nikah!"
***
__ADS_1
Akankah Asiah siuman ketika dikabulkan keinginannya? Atau masih pundung dan nggak mau bangun. Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗. Aku usahakan membalas setiap komenan teman-teman. Kalau teman-teman sudah komen tidak ada balasan dari aku, itu berarti jawaban aku ke takedown oleh NT. Atau sebaliknya komenan teman-teman yang kena takedown karena ada kata-kata yang tidak lulus sensor 😁.