Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Rayyan, Asiah, & Kedua Orang Tua


__ADS_3

"Raya!" Asiah berlari kemudian memeluk tubuh Rayyan.


'Gawat! Ayah pasti marah lagi!' Rayyan berteriak dalam hatinya.


    Rayyan dengan cepat melepaskan pelukan Asiah. Terlihat wajah gadis kecil itu penuh tanya.


"Ada apa?" tanya Asiah.


"Nanti aku dihukum lagi sama Ayah," jawab Rayyan.


"Maaf, ya." Asiah merasa menyesal karena dia takut kalau Rayyan mendapat hukuman lagi gara-gara dirinya.


    Mentari masih memeluk tubuh suaminya. Dia tadi begitu takut kalau suaminya sampai celaka.


"Sudah, Sayang. Jangan begini terus. Banyak tamu yang melihat kita," bisik Fatih.


"Mas, tidak suka aku peluk?" Mentari pun mengurai pelukannya.


"Bukan begitu. Nanti Rayyan meniru kita lagi," ucap Fatih.


"Raya?" Mentari teringat akan putra bungsunya.


    Mentari pun mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sudah diam-diam menyelinap ikut ke pesta. Terlihat bocah itu juga sedang memandangnya dengan wajah merasa bersalah. Putra bungsunya itu berjalan menghampiri ke dua orang tuanya.

__ADS_1


"Ayah … Bunda. Maafkan Raya. Sudah pergi diam-diam dan datang ke sini," kata Rayyan sambil menundukkan kepalanya.


    Mentari pun memeluk putranya. Dia menangis kembali. Selain takut kehilangan suaminya, dia juga tidak mau kehilangan putranya.


"Iya, Bunda maafkan. Kamu tidak apa-apa kan? Apa ada yang terluka?" tanya Mentari sambil memeriksa tubuh putranya.


"Bunda jangan marahi dan memberi hukuman pada Raya. Hukumannya untuk Asiah saja," kata Asiah yang baru saja tiba di sana.


    Mentari tersenyum pada gadis kecil itu dan berkata, "Raya tidak akan di kasih hukuman karena dia sudah jadi pahlawan hari ini bagi kita semua. Karena Raya sudah menemukan bom sebelum meledak." 


"Yey …! Raya adalah pahlawan!" Asiah langsung memeluk lagi tubuh Rayyan.


"Asiah … lepas." Rayyan merasa ada trauma kalau sedang bersama Asiah dan ada kedua orang tuanya.


"Pelukannya nanti saja kalau nggak ada orang lain," bisik Rayyan lagi. Asiah pun melepaskan pelukan itu.


"Ayah … Bunda, bolehkan kalau Asiah peluk Raya?"


"Tidak boleh!" Ada empat orang dewasa yang bicara serempak dan itu membuat Asiah ketakutan.


"Hal itu hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri," kata Yusuf.


"Kalau gitu, Raya akan menjadi suami Asiah. Raya dan Asiah sudah janji akan menjadi suami istri kalau sudah besar nanti. Apa masih tidak boleh berpelukan?"

__ADS_1


"Ka–kapan … kalian buat janji seperti itu?" tanya Zulaikha dengan memasang wajah terkejut dan tak percaya.


"Sudah lama. Sebelum Ayah dan Mama Zulaikha berciuman dahulu itu," jawab Asiah.


   Wajah Yusuf dan Zulaikha kini merah padam. Pertama karena mereka sangat malu karena perbuatannya dibongkar oleh putrinya. Kedua karena Asiah dan Rayyan lebih terdepan memikirkan hubungan mereka, meski itu terasa aneh dan mustahil bagi anak kecil, tetapi ada Rayyan yang otaknya cepat berpikir dan mudah memahami sesuatu. Ketiga malu karena semua tatapan para tamu undangan sedang tertuju pada mereka.


    William pun menjadi penengah mereka. Dia meminta Yusuf untuk menjaga Asiah sampai Rayyan siap menjadi pendampingnya. Dia juga meminta Fatih mencabut sisa hukuman Rayyan. William juga meminta Rayyan dan Asiah menjaga diri. Kalau tidak bisa menjaga diri maka Rayyan akan dikirim ke Amerika dan menjadi tahanan di sana sehingga tidak bisa pulang lagi ke Indonesia.


"Baiklah. Rayyan kamu jangan main curang lagi. Kalau ketahuan curang maka Ayah Yusuf tidak akan merestui kalian. Datang lah setelah kamu punya gelar minimal S1," kata Yusuf.


"Jadi, selama itu kalian tidak boleh bertemu!" Fatih memberikan peringatan kepada kedua bocah.


"Tapi, Yah ...." Rayyan hendak protes, tetapi melihat tatapan Ayahnya dia menjadi diam kembali.


***


Spoiler bab berikutnya:


"Jangan buat Zulaikha hamil dulu!"


"Segera buatkan kami cucu, ya!"


Kira-kira siapa yang bicara dialog di atas, ya? 😁 Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote 😊. Like dan Komentar juga untuk penyemangat 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2