
Malam yang gelap itu kini agak terang karena bulan muncul di balik gumpalan awan. Sehingga membantu penglihatan Yusuf untuk melihat ke arah jarak yang lebih jauh. Mau melihat ke arah mana pun hanya jalanan kosong. Hal yang aneh adalah lampu jalan tidak ada yang nyala satu pun. Semua mati, ini seperti di sengaja.
"Om, aku berat nggak?" tanya Zulaikha.
"Hm," jawab Yusuf masih mencoba mencari jalan agar bisa meminta bantuan.
"Kalau Om merasa keberatan dengan berat badan aku. Besok-besok Om harus rajin angkat besi," ucap Zulaikha. Dia pun menyandarkan kepalanya di bahu Yusuf.
"Angkat besi? Untuk apa?" tanya Yusuf karena dia tidak menyimak pembicaraan tadi, apa yang dikatakan oleh si Anak Gadis itu.
"Katanya aku ini berat! Jadi, Om harus rajin latihan angkat besi karena nanti kalau kita sudah nikah, aku ... itu ... aku ingin sering digendong ala bridal style oleh Om," jawab Zulaikha dengan muka yang merah padam.
'Ajaib, nih anak perawan! Daya imajinasinya tinggi. Tapi, bikin aku menghayal kan melakukan itu dengannya.' Yusuf tersenyum simpul.
"Kamu itu ada-ada saja. Kenapa kamu nggak diet saja?" tanya Yusuf sambil tersenyum jahil.
"Om, kalau aku diet terus jadi kurus. Orang-orang akan berpikir kalau aku nggak dikasih makan sama suami. Atau orang-orang akan berpikir kalau kehidupan rumah tangga aku, tidak harmonis sehingga aku tertekan batinnya alias makan ati, akibatnya tubuh aku kurus. Om, nggak mau kan kalau nanti di cap sebagai suami yang nggak perhatian dan nggak sayang istri?" Zulaikha berbicara menggebu-gebu.
Yusuf malah tertawa dengan renyah. Gadis Nakalnya itu selalu saja punya pikiran yang diluar dugaan dia. Ketegangan dan ketakutan tadi, kini mulai sirna pada dirinya. Dia sekarang lebih tenang hatinya, meski belum mendapatkan bala bantuan. Kalau bersama Zulaikha, dirinya merasa bisa melakukan apa saja. Tadi saja dia bisa menendang lawan dan melompat dari mobil.
"Om, kenapa malah tertawa?" tanya Zulaikha sambil menghadapkan wajahnya di samping wajah Yusuf.
"Karena kamu," jawab Yusuf singkat.
"Memang apanya yang lucu dari aku?" tanya Zulaikha lagi karena dia tidak mengerti.
"Apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak bisa membahagiakan kamu? Atau jika aku menyakiti hati kamu?" tanya Yusuf dengan serius tidak ada lagi tawa tadi.
__ADS_1
"Tergantung perbuatan Om itu apa yang membuat aku menderita atau tidak bahagia," balas sang kekasih.
"Misal ... amit-amit deh ini jangan sampai terjadi. Misalkan aku jatuh miskin, terus aku depresi dan kerjanya marahin kamu dan memukul kamu. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Yusuf dengan diselingi tawa.
"Aku yang akan kerja cari uang. Biar Om, di rumah saja. Ngurus rumah dan anak, dan nanti di KTP, di kolom pekerjaan di tulis Bapak Rumahtangga," jelas Zulaikha sambil mengelus-elus rahang kokoh suaminya.
'Aduh ini si Om, meski tampilannya sedang kacau begini masih terlihat tampan saja.' Zulaikha bicara dalam hati.
Lagi-lagi Yusuf tertawa terkekeh. Setidaknya bicara dengan sang pujaan hatinya itu membuat suasana di sana tidak terlalu mencekam. Justru dia merasa sangat ringan dan rileks saat ini.
"Terus jika aku ... ya meski ini tidak akan terjadi atau mudah-mudahan tidak terjadi. Di antara kita ada yang selingkuh. Apa yang akan kamu lakukan?" Yusuf melirik ke arah Zulaikha sedikit.
"Apa? Om sudah punya niatan untuk selingkuh. Kalau itu sampai terjadi aku akan potong bu_rung milik Om," Zulaikha bicara dengan penuh emosi sampai Yusuf kesusahan untuk menelan salivanya.
'Aduh, mengerikan sekali calon istri aku ini!' kata batin Yusuf.
Kedua orang itu berjalan menelusuri jalanan beraspal sambil membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan mereka berdua saja. Pembicaraan keduanya mengalir begitu saja kadang tawa mereka meramaikan suasana malam sepi dan dingin itu.
***
Darah keluar dari kepala yang tadi membentur pembatas jalan. Begitu juga dengan wajahnya yang terkena aspal jalan saat berguling-guling tadi. Sehingga menimbulkan luka goresan.
***
Bintang dan Michael melajukan motornya ke arah yang diberitahukan oleh GPS yang dipasang di cincin milik Zulaikha. Jarak mereka sudah sangat jauh. Maka, mereka pun melajukan kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi layaknya pembalap motor GP.
Saat di tengah jalan mereka hampir saja melindas tubuh yang tergeletak di tengah jalan. Untungnya Michael bisa mengendalikan arah lajunya, dia membelokan sedikit arah ban motor.
__ADS_1
Bintang yang sekilas melihat baju yang dipakai oleh orang yang sedang berbaring di jalan itu mirip milik Yunus. Dia yakin kalau itu adalah temannya.
"Michael berhenti!" perintah Bintang. Motor yang sedang melaju dengan sangat kencang itupun berhenti meski tidak terlalu mendadak.
"Ada apa, Nona Bintang?" tanya Michael sambil membalikan kepalanya ke belakang.
"Putar balik dulu! Orang yang tergeletak di jalan tadi seperti Yunus," jawab Bintang.
"Apa? Ini keadaan sudah semakin gawat, Nona. Kita harus cepat-cepat menyelamatkan mereka," ujar Michael.
Mereka pun putar balik dan mencari keberadaan Yunus tadi. Untung jalanan masih sepi. Jadi, Yunus masih dalam keadaan semula.
"Yunus!" Bintang membalikan tubuh yang berlumuran darah itu.
"Michael panggil tim kesehatan dari rumah sakit milik Andersson sekarang juga! Akh! Pakai helikopter ke sini!" perintah Bintang yang sering terkenal seenak udel kalau minta atau menyuruh sesuatu.
"Baik, Nona Bintang!" Michael pun menghubungi tim dokter dan perawat dan meminta secepatnya datang. Tim keselamatan juga diminta ikut menyertai mereka karena korban harus dinaikan menggunakan tali. Di sana tidak ada landasan helikopter atau helipad.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada mereka?" gumam Bintang tidak tenang.
"Michael, aku tidak bisa berdiam diri di sini. Kamu tunggu tim penyelamat di sini. Aku akan mengejar mereka. Karena akan sia-sia perjuangan kita kalau sampai Zulaikha dan Om Yusuf tidak selamat." Bintang pun berlari ke arah motor yang berukuran besar itu dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
"Ya Allah, mudah-mudahan mereka dalam keadaan baik-baik saja."
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.
__ADS_1
Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan menarik. Baca yuk!