
Supir itu lalu meminta penjaga gerbang untuk memeriksa keadaan wanita paruh baya yang tertabrak tadi atas perintah Aurora. Si Penjaga itu pun memeriksa keadaan Maria.
"Ibu tidak usah pura-pura pingsan. Saya tahu kalau Ibu ini cuma luka sedikit. Tidak separah itu sampai tidak sadarkan diri," kata si Penjaga itu sambil memandang Maria dengan waspada.
"Bu, Anda menggunakan cara kuno kalau mau minta uang kompensasi kecelakaan," lanjut si Sopir.
"Bangun saja, Bu. Kita tidak akan melaporkan tindakan Ibu ini, jika Ibu masih bersikukuh ingin tergeletak di jalan silakan saja. Seandainya Ibu mau melaporkan, kami juga bisa melaporkan Ibu balik," ucap si Penjaga.
Maria pun langsung terbangun dan menatap nyalang pada kedua laki-laki itu. Dia merasa sangat kesal karena bukan uang yang saat ini dia inginkan, melainkan anak sambungnya yang ada di dalam rumah megah.
"Hai, kalian ini tidak punya hati dan perasaan, ya! bentak Maria.
"Anda sendiri yang pura-pura menabrakkan diri ke mobil kami," balas si Penjaga itu garang.
Maria langsung merasa menciut takut melihat si Penjaga itu melotot ke arahnya. Dia pun mengalihkan perhatiannya pada mobil yang masih terparkir di samping bahu jalan.
"Kalau begitu kalian ganti rugi luka-luka ini," kata Maria sambil menunjukan luka yang di dapat barusan.
Si Sopir pun membicarakan dulu hal ini kepada Aurora. Lalu si Nenek nyentrik ini memberikan uang sebanyak 2 juta untuk diberikan kepada Maria.
"Lumayan dapat dua juta," ucap Maria pelan, namun dalam hatinya bersorak senang.
"Urusan Bilqis besok lagi," lanjut wanita paruh baya itu.
__ADS_1
***
Bilqis melakukan fitting baju pengantin di butik milik Gaya. Aurora dan Bilqis sendiri puas akan hasilnya. Calon mempelai wanita itu pun meminta izin untuk menghubungi calon suaminya.
"Assalamu'alaikum, Mister," salam Bilqis.
[Wa'alaikumsalam, Bunny.]
William tersenyum hangat saat panggilan video itu terhubung. Meski usia sudah 45 tahun, tetapi wajah dan perawakannya seperti 30 tahun-an.
Mendengar panggilan sayang untuknya dari laki-laki yang dicintainya itu membuat pipi Bilqis merona. Senyum cantiknya selalu menghiasi wajah tirus itu. Tambah kini pancaran matanya selalu berbinar.
"Mister, aku sedang mencoba pakaian untuk dipakai saat pesta pernikahan. Apa ini bagus?" tanya Bilqis dan Gaya mengambil alih handphonenya agar bisa kelihatan keseluruhan dari gaun itu.
"Mister suka?" tanya Bilqis.
[Ya, suka sekali. Gaya buatkan baju pestanya lebih dari tiga kan?]
William bertanya kepada sang desainer. Dia sudah pesan dulu kalau baju pengantin untuk istrinya nanti harus yang terbaik.
"Tenang saja, Kakek. Semua sudah aku buat lima buah dengan baju saat ijab qobul, juga baju dinas ada sepuluh. Semua sudah aku siapkan dengan baik," jawab Gaya dengan penuh semangat.
[Terima kasih kalau begitu. Bilang sama Arga kerja sama sudah di ACC. Jadi, suruh dia datang ke Amerika.]
__ADS_1
"Oh, terima kasih sudah mau menjalin kerja sama dengan suamiku di proyek barunya." Gaya pun ikut senang, tidak sia-sia menyenangkan hati si duda bule itu karena kerja sama perusahaan suaminya bisa lolos.
***
Maria pun mencari tahu tentang pemilik rumah mewah tempat Bilqis tinggal sekarang. Dia mengalami kesulitan saat mengumpulkan informasi. Dia pun menemui anaknya di penjara. Siapa tahu putranya ini bisa memberikan ide untuknya.
"Bagaimana, Bu? Apa bisa memanfaatkan lagi Bilqis?" tanya Harun.
"Tidak. Sulit banget mencari informasi pemilik rumah itu selain namanya. Ibu malah di curigai sama orang-orang di lingkungan itu," jawab Maria. Dia pun menceritakan apa yang sudah terjadi padanya selama ini.
"Hm, satu-satunya cara adalah dengan menanyakan langsung sama penjaga rumah. Kalau Ibu sedang mencari Bilqis. Bawa foto keluarga kita yang dulu agar lebih meyakinkan," kata Harun.
Maria pun tersenyum dan mengangguk. Dia juga berkata, "Kenapa tidak pernah terpikirkan oleh ibu cara seperti ini?"
"Semoga kali ini Bilqis mau membantu lagi," ujar Harun.
"Iya. Masak dia tega sama ibu yang sudah renta ini," balas Maria.
"Sudah cepat sana pergi! Semoga hari ini juga Ibu bisa bertemu dengan dia," titah Harun pada ibunya.
***
Si Mak Lampir itu apakah akan berhasil menemui Bilqis? Apa pernikahan William akan berjalan lancar? Tunggu kelanjutannya kisah mereka selanjutnya ya! 😊😊 Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗
__ADS_1