Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
Bab 139. Positif Hamil


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan di skip agar terbaca oleh sistem. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga urusan kalian juga dimudahkan.


***


Bab 139


     Siang harinya Zulaikha menyempatkan diri ke apotek untuk membeli alat test pack. Dia ingin mencobanya besok pagi saat ada suaminya. Sehari semalam dia terus berdoa agar hasilnya sesuai yang diharapkan.


     Saat dini hari, Yusuf membangunkan Zulaikha untuk sholat malam. Begitu membuka mata, Zulaikha langsung mengambil sesuatu di dalam laci meja rias. Lalu, dia pun menarik tangan Yusuf ke kamar mandi.


"Sayang, ada apa?" tanya Yusuf tidak mengerti karena istrinya tiba-tiba saja menarik tangannya.


"Tunggu sebentar, Ang." Zulaikha pun mengambil wadah yang sudah dia siapkan dari hari kemarin.


     Setelah beberapa saat, dia menyimpan wadah itu dan menunggu hasilnya. Yusuf dan Zulaikha membasuh muka dan sikat gigi. Setelah itu dengan teganya Zulaikha mendorong Yusuf untuk keluar kamar mandi.


"Sayang, ada apa, sih! Tadi main tarik agar masuk ke kamar mandi, sekarang main dorong. Aku belum ambil air wudhu," ucap Yusuf di balik pintu.


     Zulaikha mengabaikan ucapan suaminya. Dia sedang deg-degan saat ini untuk melihat hasil test pack. 


"Sayang—" Yusuf mengetuk pintu kamar mandi yang dibuka oleh Zulaikha, sehingga malah dia ketok kening istrinya.


"Aang, sakit!" rengek Zulaikha sambil mengusap keningnya.


"Aduh, maaf. Habisnya kamu main dorong," kata Yusuf sambil mengusap, lalu mencium kening Zulaikha.


"Aku mau kasih ini," ucap Zulaikha sambil menyerahkan benda berbentuk pipih panjang.


    Yusuf pun melihat ada tanda dua garis merah di benda itu. Dia tidak bisa berkata apa-apa, hanya air mata kebahagiaan yang bisa mengungkapkan perasaannya saat ini.


"Ini beneran 'kan, Sayang?" Yusuf menatap Zulaikha dengan linangan air matanya.

__ADS_1


"Hmm, iya. Akhirnya, Allah mengabulkan doa kita," balas Zulaikha dengan senyum lebarnya menghiasi wajah yang terlihat berseri-seri.


"Alhamdulillah. Kita masih diberikan amanah oleh Allah," kata Yusuf setelah memeluk erat tubuh istrinya.


"Sepertinya kita harus memberitahu semua orang, kabar gembira ini," ucap Zulaikha.


"Iya. Nanti malam kita undang semua orang untuk makan malam di sini. Sekarang kita sholat dulu," ajak Yusuf.


"Iya." Zulaikha dan Yusuf tidak hentinya mengucapkan syukur kepada-Nya.


***


     Chelsea pagi harinya muntah-muntah dan membuat Mega cemas. Setiap makanan yang masuk ke mulutnya pasti dimuntahkan lagi. Dia pun menghubungi dokter keluarganya.


"Sepertinya, Nyonya Chelsea sedang hamil muda," kata dokter itu.


"Apa? Mana mungkin. Anak kami saja baru berusia empat bulan," ucap Mega tidak percaya.


"Biar lebih jelasnya, lebih baik diperiksa ke dokter kandungan," lanjut dokter itu.


"Kita bawa ke rumah sakit," ucap Ghazali dan Mega pun membopong istrinya.


     Bintang membawa Queensa yang masih tertidur lelap. Mereka semua pun pergi ke rumah sakit sedangkan Bintang diantarkan ke rumah Rania.


     Begitu sampai di rumah sakit, Chelsea langsung mendapatkan perawatan. Dokter kandungan pun menyatakan kalau Chelsea sedang hamil. Usia kandungan itu sudah tujuh minggu.


"Dokter yang benar, mana mungkin Chelsea hamil? Bayi kami masih berusia empat bulan," tanya Mega masih tidak percaya.


"Ini bisa dilihat di hasil USG, Pak." Dokter itu memperlihatkan layar dan menunjukan ada titik di sana.


"Tapi kehamilan ini tidak akan berbahaya pada istri, anak kami, dan janin yang berada di dalam perut, 'kan?" tanya Mega agak menggebu-gebu.

__ADS_1


"Insha Allah, tidak, Pak. Asal memperhatikan asupan gizi, agar Bu Chelsea tetap bugar dan semangat saat menjalani kehamilannya. Jangan lupa minum vitamin dan rajin minum susu untuk ibu hamil," jawab dokter lagi.


     Chelsea mendapatkan perawatan di rumah sakit menjelang sore hari setelah menghabiskan cairan infus. Kabar kehamilannya membuat semua orang heboh.


***


"Hebat benar si Mega. Anaknya baru saja brojol, kini sudah di isi lagi," gumam Raihan.


"Mas, aku juga mau punya bayi lagi. Tapi wajahnya harus serupa dengan aku," ucap Alin sambil berbisik.


"Kalau begitu, kamu yang harus paling semangat saat membuatnya," ucap Raihan.


"Baik. Tenang saja. Dengan semangat juang empat lima, aku akan membuat bayi kita agar terlahir dengan rupa mirip aku," kata Alin menggebu.


"Aku dukung kamu, Sayang," bisik Raihan. Berbanding terbalik dengan isi hatinya yang sedang bersorak-sorai karena Alin sendiri yang minta buat bayi kali ini.


"Kalau sekarang aku hamil. Nanti pas lahiran, berarti usia Ali sudah dua tahun, ya," ujar Alin.


"Nggak apa-apa, Sayang. Kita akan sama-sama membesarkan anak kita semua," kata Raihan.


***


      Asiah pun senang saat mendengar sepupu dan ibu sambungnya sedang hamil. Dia tidak terlalu ngebet ingin punya bayi seperti mamanya, dikasih sekarang alhamdulilah, jika belum, yang berusaha lagi.


"Aa, mama juga sedang hamil dan usia kandungannya sekitar lima minggu. Nanti malam mereka mengundang kita semua ke rumah dan makan malam bersama," kata Asiah.


"Wah, yang benar! Alhamdulillah hasil kerja keras keduanya membuahkan hasil sekarang," ucap Rayyan.


"Hm, meski begitu kata Ayah, mereka harus memberhatikan kondisi kesehatan Mama yang sudah berkepala empat," pungkas Asiah.


"Semoga saja mama Zulaikha selalu dalam keadaan sehat, begitu juga dengan bayi yang dikandungnya," tutur Rayyan.

__ADS_1


***


Keseruan apa yang akan terjadi saat Zulaikha ngidam kehamilan kali ini? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2