Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Yunus


__ADS_3

     Zulaikha mendatangi kediaman keluarga Khalid. Dia hendak meminta Yunus untuk menjadi bodyguard selama di butuhkan. Kedua orang tuanya juga sudah setuju dan menghubungi Khalid secara langsung.


"Zulaikha, kamu jadi pilih Yunus?" tanya Ghazali begitu melihat map laporan yang ada di atas meja.


"Iya, Om. Karena menurutku laki-laki yang baik akhlaknya bisa menjaga dirinya sendiri dan akan amanah dalam menjalankan tugasnya," jawab Zulaikha dengan senyum tipis.


"Asal jangan kamu goda dia. Maka, semua akan aman terkendali," ucap Ghazali dengan tawa jahilnya.


"Siapa juga yang mau goda dia. Aku bukan tipe wanita penggoda!" Dusta Zulaikha karena nyatanya dia suka menggoda Yusuf.


"Iya, kecuali tetangga kamu itu." Ghazali yang gemes pun mencubit kedua pipi Zulaikha.


"Sakit, Om. Aku aduin sama Bintang, loh! Kalau Om Ghaza suka pegang-pegang aku," kata Zulaikha sambil bersungut-sungut.


"Hey, bicara itu yang bener! Jangan ambigu begitu! Pegang-pegang apanya, cuma cubit pipi doang," gerutu Ghazali.


     Tidak lama kemudian datang laki-laki tampan berkulit sawo mentah dengan tubuh yang tinggi dan tegap. Wajahnya juga terlihat masih sangat muda dibandingkan dengan umurnya.


"Zulaikha, kenalkan ini Yunus yang akan menjadi penjaga kamu mulai sekarang," kata Khalid.

__ADS_1


"Terima kasih, Paman Khalid." Zulaikha tersenyum manis.


"Halo, Yunus," sapa Zulaikha kepada pemuda tampan itu.


"Assalammualaikum, Nona Zulaikha," balas Yunus dengan suaranya yang lembut dan empuk, sampai Zulaikha terpana mendengarnya.


"Wa'alaikumsalam. Jangan panggil Nona, panggil aku dengan Zulaikha, saja," balas si nona muda.


     Yunus sudah mengetahui tugas dan masalah yang terjadi pada Zulaikha. Keduanya pun saling berbicara dan bercerita tentang kejadian masa lalu.


"Yunus mulai hari ini kamu akan tinggal bersama Zulaikha. Jaga dia dengan baik. Jangan sampai laki-laki itu mendekati Zulaikha!" titah Khalid kepada Yunus.


***


     Yusuf kini kembali bekerja dengan penuh semangat. Dia mengerjakan semua pekerjaan yang hari kemarin terbengkalai. Berbanding terbalik dengan Bilqis yang terlihat tidak bersemangat dan tidak fokus dengan pekerjaannya. Saat ini mereka sedang berada di luar kantor. Baru selesai dalam penandatanganan kontrak dengan rekan bisnis.


"Ada apa? Kenapa kamu tidak bersemangat begitu?" tanya Yusuf sambil melihat ke arah Bilqis.


"Maaf, seharusnya saya tidak membawa masalah di rumah ke tempat kerja," jawab Bilqis dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Ada masalah apa? Mungkin aku bisa bantu cari solusinya," kata Yusuf penasaran.


"Ayah meminta agar aku cepat menikah selagi masih hidup. Cita-cita Ayah adalah menikahkan aku dan kini kondisi kesehatan Ayah semakin memburuk. Aku bingung harus bagaimana?" Bilqis mencurahkan perasaannya.


"Apa kamu sudah punya calon untuk di jadikan suami kamu?" tanya Yusuf dengan hati-hati.


"Belum, Pak," jawab Bilqis.


"Lalu ..., apa orang tua kamu mau menjodohkan kamu dengan pilihan mereka?" tanya Yusuf lagi dengan perasaan yang semakin gugup.


"Aku rasa tidak ada. Karena semalam Ayah bilang sama aku harus mencari laki-laki yang mampu membimbing dalam hidup berumah tangga," jawab Bilqis dengan jantung yang bertalu-talu.


"Kalau begitu. Apa aku boleh mengajukan diri sebagai calon suami kamu?" Yusuf tidak melepaskan pandangannya dari Bilqis.


     Bagai mendapat durian runtuh. Bilqis tidak menyangka kalau laki-laki yang sudah lama disukainya secara diam-diam itu mengatakan sesuatu yang membuatnya bahagia. Senyum cantik namun malu-malu langsung tercipta di wajah Bilqis.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus, ya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2