
Raihan sangat kesal dan marah pada Alin. Istrinya itu memberitahukan semua kejadian di rumahnya kepada ayah mertuanya. Hal ini sangat tidak disukai olehnya. Urusan rumah tangga tidak perlu diumbar kepada orang lain meski itu orang tuanya. Hal ini malah bisa memicu masalah baru nantinya.
Saat makan siang pun Raihan diam saja tidak mengajak bicara Alin. Dia bahkan tidak menatap wajah istrinya. Raihan pun makan dengan tenang lalu pergi begitu saja ketika sudah selesai.
Melihat kelakuan suaminya seperti itu membuat napsu makan Alin hilang. Dia bahkan hanya makan beberapa suap saja. Biasanya Raihan akan menyuapinya jika dia sudah selesai dan melihat makanan Alin masih banyak.
"Dasar tukang marah!" gerutu Alin sambil mengaduk-aduk makanannya.
"Non Alin, kenapa makannya diaduk terus? Nggak enak, ya?" tanya Bi Mar dengan wajah sedih.
"Alin sedang tidak enak badan, Bisa." Alin pun beranjak pergi ke kamarnya.
***
Raihan menerima pesan dari tim keamanan keluarga Hakim yang sudah berhasil menemukan audio yang sesuai rekaman kejadian di Aquarium Sea World, dari salah seorang pengunjung yang kebetulan ada di sana sejak awal sebelum kejadian. Kebanyakan semua rekaman yang dipunyai kebanyakan orang adalah setelah Alin mendorong dan menghajar Miranda dan Soraya. Semua itu malah menjadi bukti dan membuat Alin menjadi seorang pelaku.
Pekerjaan dia yang belum selesai pun ditinggalkan begitu saja. Raihan ingin cepat-cepat menyelesaikan masalah yang menjerat istrinya. Dia pun mengambil kunci motor karena di hari Minggu seperti ini jalanan sering macet jika menuju arah mansion Hakim, tempat markas pusat keamanan keluarga Hakim.
"Den Ian!" panggil Bi Mar saat melihat Raihan hendak keluar rumah.
"Ada apa, Bi?" tanya Raihan dan menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Itu … Non Alin belum makan," jawab Bi Mar dan membuat Raihan mengkerutkan keningnya.
"Tadi kita makan bersama, Bi," balas Raihan.
"Itu cuma diaduk-aduk saja makanannya," sanggah Bi Mar.
"Ya sudah, tanya Alin mau makan apa? Kalau Bi Mar bisa memasakan itu, tolong buatkan. Jika tidak bisa, telepon aku saja. Nanti aku belikan, sekalian mau keluar," ucap Raihan lalu berlari ke tempat garasi motor.
***
Sesuai perkiraan Raihan, jalanan padat merayap karena kebanyakan semua orang pada liburan di hari pekan seperti ini. Dia melajukan motornya dengan menyalip di antara kendaraan itu. Jarak tempuh yang biasanya 40 menit kini hampir 1 jam.
Raihan pun masuk ke markas dan langsung di sambut oleh Yunus. Dia pun memperlihatkan video rekaman saat Alin sedang menfoto ikan-ikan di aquarium. Lalu datang Miranda dan Soraya mendekati Alin.
"Maaf ya, Kak. Sepertinya itu tidak bisa karena kita berdua saling mencintai. Sebaiknya Kakak mencari laki-laki yang lain saja. Masih banyak laki-laki single yang belum punya pasangan." Kali ini suara Alin pun terdengar dengan jelas.
"Hei, bocah! Kamu berani melawan aku!" Miranda membentak Alin. Dia terlihat berjalan melangkah semakin menempel pada Alin. Dengan matanya yang melotot dan tangan mendorong tubuh Alin.
Alin terlihat memasukan kamera digital miliknya ke dalam tas. Lalu balas mendorong tubuh Miranda.
"Berani! Bagiku Kakak tidak ada apa-apanya. Wanita lemah yang suka menggoda laki-laki milik orang lain, dengan penampilan seperti wanita penjajak yang suka bermain dengan hidung belang. Kenapa aku harus takut sama Kakak?" Suara teriakan Alin pun terdengar. Dia juga membalas mendorong tubuh Miranda beberapa kali. Kepala dia menengadah karena Miranda lebih tinggi darinya.
__ADS_1
"Hei, bocah! Kamu berani melawan sama orang yang lebih tua!" bentak Soraya sambil mendorong tubuh Alin dengan kuat. Namun, Alin bisa memegang tangan Soraya yang mendorongnya. Lalu dengan kuat dia membalas mendorong Soraya sampai tersungkur ke lantai.
Orang-orang di sana langsung memperhatikan keributan yang dibuat oleh ketiga orang perempuan yang kini saling menyerang satu sama lain. Alin dikeroyok oleh Miranda dan Soraya. Akan tetapi Alin menghajar habis-habisan Miranda dan Soraya sampai babak belur dan darah juga keluar dari mulut keduanya.
Lalu di layar terlihat Raihan datang saat 2 orang wanita yang sudah terkapar di lantai dengan penuh luka. Sementara itu, Alin sedang berdiri dalam posisi kuda-kuda untuk menyerang.
"Astaghfirullahal'adzim, Alin!" Kali ini suara Raihan terdengar meski tidak sejelas suara Alin dan Miranda tadi. Terlihat Raihan langsung menerobos kerumunan orang-orang yang sedang merekam kejadian itu.
"Ini … apa yang sudah terjadi?" terlihat Raihan menarik tubuh Alin. Video pun terus berputar sampai Alin dan Raihan pergi dari sana.
***
"Ya, aku rasa ini rekaman asli karena aku masih ingat apa yang aku ucapkan dan aku lihat saat itu," ucap Raihan setelah selesai menyaksikan pemutaran video itu.
"Syukurlah, dengan begini kita akan punya bukti kuat untuk memutar balik melaporkan tidak kekerasan yang dilakukan oleh Miranda dan Soraya terhadap Nona Alin," kata Yunus.
"Iya. Aku ingin masalah ini cepat dengan selesai agar aku bisa merasa tenang," ujar Raihan dan menarik napasnya dengan panjang.
"Tidak tenang itu karena terlalu khawatir pada istri kecil kamu itu," goda Yunus.
"Lalu, Om Yunus tidak akan khawatir jika hal yang sama terjadi pada Tante Sarah?" balas Raihan dengan nada kesal.
__ADS_1
***
Adakah yang tahu siapa istri Yunus? Bagaimana Raihan menyelesaikan masalah yang dilakukan oleh Alin? Tunggu kelanjutannya ya!" Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat untuk membuat karya yang lebih bagus lagi. 🤗🤗