
William duduk di samping Bilqis yang masih belum sadarkan diri. Dibelainya pipi mulus itu dengan ibu jarinya. Sesekali dia menciumi tangan istrinya.
"Bunny, kapan akan membuka mata indah kamu ini? Putra dan putri kita, apa kamu tidak ingin melihatnya? Wajah mereka berdua mirip sama kamu. Masih untung waran netra mereka sama dengan aku. Kalau enggak, aku akan cemburu karena nggak ada bagian dari mereka yang sama dengan aku." William mengelus alis Bilqis.
"Anak-anak kita itu lucu dan menggemaskan seperti kamu. Apalagi mulut mereka kalau lagi mengerucut mirip kamu yang sedang merajuk." Kali ini dia mengusap bibir yang biasanya basah kini menjadi kering.
"Aku sangat merindukan kamu. Anak-anak juga merindukan Mommy-nya. Aku harap kita masih terus bisa bersama sampai tua dan maut memisahkan kita." Air mata Bilqis meleleh dan itu membuat William menghapus dan menciumi wajah istrinya.
"Bunny, istriku yang sangat aku cintai, bukalah matamu … tatap aku seperti biasanya. Aku mohon!" ucap William dengan menahan isak tangisnya.
Alis Bilqis bergerak dan perlahan mata itu berbuka meski sedikit. William langsung menyadari pergerakan mata istrinya. Dia pun menekan bel yang akan terhubung ke ruang perawat.
"Bunny, kamu sadar! Buka mata kamu lagi! Aku mohon," pinta William.
Tidak lama datang dokter dan perawat ke ruangan ICU. Mereka pun memeriksa keadaan Bilqis. Dokter itu tersenyum kepada William dan memberi tahu kalau istrinya sudah melewati masa kritis. Meski harus menjalani pengobatan secara intensif dan diawasi ketat oleh para dokter.
Berita akan sadarnya Bilqis di sambut kebahagiaan bagi semua orang. Aurora dan Khalid pun langsung mengabari akan terbang ke Kanada hari itu juga.
Ghazali juga berbincang-bincang dengan dokter di sana dan memastikan semuanya dalam keadaan baik. Dia juga memberikan arahan kepada William dalam menjaga Bilqis. Apa yang harus dia perhatikan saat mendampingi pengobatan istrinya. Jika, orang tuanya sudah datang, dia akan pulang ke Indonesia.
***
Sebulan pun berlalu ….
__ADS_1
Aurora dan Khalid pun untuk sementara waktu menetap di Kanada. Selain mengurus anak William, mereka juga mengawasi cucu-cucunya yang masih kuliah di sana.
Bilqis kini sudah bisa dibawa pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan. Rumah William pun kembali terasa hidup dengan hadirnya seorang ibu.
Hal yang membuat Bilqis sedih adalah dia tidak bisa menyusui putra dan putrinya. Kedua bayi itu minum susu formula karena payu_dara Bilqis tidak bisa menghasilkan ASI.
William juga memberikan perhatian ekstra kepada istri dan anak-anaknya. Dia tidak mau sesuatu yang buruk pada keluarganya.
Lima tahun kemudian ….
"Mas, anak-anak ingin pergi ke Indonesia. Katanya rindu sama si Trio R," kata Bilqis saat mendatangi ruang kerja suaminya dan duduk di pangkuannya.
"Hm, tidak masalah. Kebetulan aku ada jadwal kosong bulan depan selama seminggu. Nanti kita ke sana, kalian bisa tinggal lama di sana jika mau," kata William sambil mengelus rambut Bilqis.
"Kalau anak-anak merengek ingin tinggal lama di sana?" tanya William sambil menangkup wajah istrinya.
"Memangnya Quinza bisa betah lama jauh darimu, Mas."
"Iya juga, dia itu kalau di tinggal lama selalu jatuh sakit," ucap William.
"Baiklah kalian akan liburan ke Indonesia selama dua minggu."
"Terima kasih, Mas." Bilqis memberikan ciuman mesra pada suaminya.
__ADS_1
TAMAT
***
"Duda Vs Anak Perawan" season 1 sudah selesai. Akan dilanjutkan ke season 2, "Panah Asmara Miliarder Muda". Jangan lupa baca kelanjutannya ya 🥰🥰.
Cuplikan:
"Gara-gara ada peraturan konyol ini, aku dan Asiah harus menjalin hubungan secara diam-diam." (Rayyan)
"Aku tidak suka dengan sifat kamu, yang sangat posesif! Ini membuat aku muak!" (Asiah)
"Kenapa aku harus menikah dengan bocah ingusan yang bahkan aku tidak mengenalnya!" (Raihan)
"Kamu pikir aku ini orang utan yang suka bergelantungan di pohon. Kamu salah, aku adalah gadis desa yang bar-bar." (Alin)
"Gara-gara serangga, makhluk menjijikan itu. Aku terjebak dalam kehidupan yang tidak aku inginkan." (Rania)
"Kita jalani hidup masing-masing seperti biasanya." (Rain)
"Kenapa, kalian selalu membuat aku ikut terjerumus pada masalah kalian!" (Mega)
"Aku akan selalu tetap menjadi gadis kebanggaan kamu." ( Chelsea)
__ADS_1