Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Keutamaan Mengajak Duluan


__ADS_3

     Seharusnya hari ini adalah hari terakhir bagi Zulaikha memakai seragam putih abu-abu. Namun, dia tidak memakainya karena kini dia sudah berhijab. Maka, dia ke sekolah dengan menggunakan gamis, toh dia juga sudah selesai dan hari ini pengumuman hasil ujian. Lulus titiknya murid di sekolah. Jika, dia tidak lulus maka akan ambil ujian paket C.


"Sayang, berangkat dengan siapa? Yunus baru pulang ke Indonesia semalam. Tapi, kondisi tubuh dia masih lemah," kata Yusuf sambil mengeringkan rambut Zulaikha dengan hair dryer.


"Akan ada pengawal cantik yang semalam aku paksa untuk jadi pengawal aku," balas Zulaikha sambil tertawa jahat.


"Kamu ini .…" Yusuf memencet hidung istrinya.


'Aku harus minta bantuannya karena beberapa hari ini aku merasa ada yang membuntuti aku terus ke mana pun aku pergi. Maaf Ang, aku belum bisa menceritakan ini padamu, karena aku tahu kamu juga banyak pikiran dengan pekerjaan dan pesta pernikahan kita.' Zulaikha bicara dalam hatinya.


"Sepulang sekolah kamu harus segera pulang dan istirahat. Karena besok adalah merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kita berdua. Aku ingin mengumumkan pada dunia, kalau kamu adalah wanitaku …, milikku …, cintaku!" Yusuf membelai pipi Zulaikha dengan lembut.


"A~ng, jangan menggodaku! Aku baru selesai mandi. Masa nanti harus mandi lagi!" rengek Zulaikha sambil malu-malu kucing.


"Aku sedang tidak menggoda kamu. Justru kamu yang setiap hari selalu menggoda aku duluan," balas Yusuf sambil mencubit kedua pipi istrinya, dan tersenyum bahagia.


'Ah, Ayang aku ini selalu bisa membuat aku dimabuk kepayang setiap harinya. Jadinya kan aku selalu tergoda dan pasrah,' kata Zulaikha dalam hatinya.


"Ada apa?" tanya Yusuf melihat istrinya sedang memikirkan sesuatu.


"Aku malu mengatakannya," jawab Zulaikha sambil menunduk.


"Kenapa malu? Katakan saja. Ada apa, Say~ang?" tanya Yusuf dengan menggoda wanitanya.


"I–Itu … apa wajar jika wanita duluan yang mengajak melakuakan ibadah dibalik selimut. Setelah di ingat-ingat lagi, sepertinya aku yang selalu ingin duluan dan menggoda Aang," jawab Zulaikha sambil menutup mukanya.


    Melihat tingkah istrinya yang menggemaskan ini, rasanya Yusuf ingin mengulang lagi kegiatan mereka setelah subuh tadi. Senyum pun terukir di wajah tampannya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Sayang. Justru bagus jika seorang istri meminta duluan atau menawarkan diri pada suaminya," balas Yusuf sambil mengangkat wajah Zulaikha.


"Benarkah, Ang?" tanya Zulaikha dengan binar dimatanya. Tadinya dia merasa sudah menjadi wanita yang gatal karena selalu ingin di sentuh oleh suaminya. Zulaikha takut kalau dia tidak normal atau bukan istri yang baik.


"Iya, apa kamu tahu ada banyak keutamaan yang akan didapat seorang istri jika meminta duluan?" Yusuf menuntun Zulaikha dan duduk di sisi ranjang. Didudukkan istrinya itu atas pangkuan. Dibelai sayang rambutnya yang sudah kering.


"Katakan Ang, apa saja itu?" Zulaikha mengusap rahang suaminya.


"Yang Aang ingat saja, ya?" 


"Hm."


"Keutamaan jika seorang istri mengajak atau menawarkan diri duluan, diantarnya: Allah mengharamkan dirinya dari api neraka. Dicatat untuknya kebaikan (ada yang bilang 200 ribu kebaikan), diangkat derajatnya di surga, tentunya diberikan pahala, diampuni dosanya, hm … terus apalagi,ya? Oh, mencium suami juga itu ibadah juga. Jadi, sering-sering saja mencium Aang duluan," kata Yusuf yang masih tersenyum.


"Aang kalau ciuman aku sering memulai duluan dan nggak malu. Tapi, kalau meminta jatah duluan takutnya dikira nggak normal. Ternyata banyak nilai keutamaannya. Jadi, besok-besok aku akan selalu memulai duluan, biar dapat pahala dan dosa aku juga diampuni," ujar Zulaikha dengan nada menggodanya, yang justru membuat Yusuf tertawa terkekeh.


"Kamu ini ada-ada saja. Banyak ibadah yang bisa membuat kamu dapat pahala banyak dan dosa diampuni, Sayang. Memperlakukan keluarga kamu dengan baik. Mau itu kepada kedua orang tua, kakak, adik, atau saudara kamu yang lain. Sama tetangga juga," ucap Yusuf.


***


    Mobil mewah sudah terparkir di halaman rumah Zulaikha. Seorang sopir dadakan sedang menunggunya sambil menggerutu.


"Si Zul kalau sampai lima menit lagi nggak kelihatan batang hidungnya aku tinggalkan!" sungutnya karena sedang merasa kesal.


"Bintang …! Maaf aku terlambat," teriak Zulaikha sambil berjalan bergandengan tangan dengan suaminya ke arah gadis cantik yang kini menatapnya malas.


"Memangnya kamu habis apa? Setengah jam yang lalu bilang sudah siap dan akan turun. Dari kamar kamu kesini tidak sampai dua menit juga sampai," kata Bintang masih menggerutu.

__ADS_1


"Maaf ya, Bintang. Zulaikha ini habis kena siraman rohani dahulu," ujar Yusuf.


"Tidak apa-apa, Om. Ini sudah kebiasaan Zul selalu lelet dan ngaret. Bukan hal aneh, hanya saja kalau aku nggak menggerutu pada Zul berasa ada yang kurang," ucap Bintang dengan jujur.


"Aku titip Zulaikha, ya! Terima kasih sudah mau direpotkan untuk menjaga istriku," kata Yusuf.


"Ya, Om. Tenang saja, Zul ini termasuk orang yang limited edition, kalau nggak ada tipe seperti dia, dunia ini akan terasa kurang sempurna," pungkas Bintang.


"Maksudnya aku makhluk langka?" tanya Zulaikha sambil tersipu malu.


"Bukan! Enak saja disebut makhluk langka," bantah Bintang.


"Sudah sana berangkat nanti semakin kesiangan," suruh Yusuf pada mereka.


***


     Saat di jalan Bintang merasa ada sebuah motor sedang mengikuti mereka. Dia pun sengaja berputar-putar dulu di pusat kota untuk mengeceknya. Ternyata benar dugaannya kalau motor itu mengikutinya.


    Zulaikha awalnya ingin protes pada Bintang karena tiba-tiba saja dia memutar mobilnya dan malah jalan-jalan keliling kota. Namun, dia menyadari ada sepeda motor yang mengikutinya.


"Sepertinya dia sadar kita sudah tahu sedang dibuntuti olehnya," kata Bintang.


"Lalu sekarang kita harus apa?" tanya Zulaikha sambil menatap ke arah Bintang dengan mukanya yang pucat.


***


Si Zul semakin agresif nih setelah tahu keutamaan mengajak duluan suaminya untuk beribadah di balik selimut 🙈🙈🙈. Siapakah yang mengikuti mereka? Apakah Qorun yang mengikuti mereka? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih dukungan buat aku dengan kasih, Bunga, Kopi, dan Vote juga. Lalu kasih semangat buat aku dengan kasih Like dan Komentar juga 😘🥰

__ADS_1


Sambil menunggu Aang Yusuf dan Neng Zulaikha up bab berikutnya. Yuk baca juga karya teman aku. Ceritanya nggak kalah seru loh. Cus meluncur...



__ADS_2