Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Kemarahan Yunus


__ADS_3

     Zulaikha membalikan badannya dan memeluk Asiah. Dia tahu kalau Yusuf saat ini pasti sedang marah padanya.


'Pura-pura tidur, ah. Biarkan saja si Om, menggerutu sepuasnya.' batin Zulaikha.


"Ini anak, beneran ngigau 'kan? Awas saja jika bohongan akan aku beri dia pelajaran!" gerutu Yusuf.


"Zulaikha ...? Zulaikha ...! Sayang!" panggil Yusuf ingin mengetes gadis yang sedang berbaring dengan anaknya itu.


     Mendengar Yusuf memanggilnya dengan kata 'Sayang' hampir membuat Zulaikha berteriak girang. Namun, dia menahannya sekuat tenaga agar tidak terpancing olehnya. Hati dia berbunga-bunga, jantungnya terasa bertalu-talu. 


     Yusuf masih memperhatikan Zulaikha. Dia merasa kalau gadis ini sedang membohonginya dengan pura-pura tidur. Dia pun kembali mencoba untuk menggodanya.


"Zulaikha yang cantik, bangun ... dong!" bisiknya dekat telinga si gadis nakalnya.


     Zulaikha masih bertahan diam, pura-pura tidur. Sepertinya hal itu berhasil mengelabui Yusuf. Sebab, laki-laki itu kemudian keluar dari kamar tidurnya, setelah menyelimuti Zulaikha dan Asiah.


     Dirasa sudah tidak ada Yusuf lagi di sana. Zulaikha membuka sedikit sebelah matanya. Kemudian dia mengedarkan penglihatannya dan ternyata Yusuf sudah tidak ada di sana.


"Si Om, sudah pergi!" pekik Zulaikha senang.


"Huh ... senangnya! Saat dia bilang, 'Zulaikha, Sayang!' Aaaaakh!" Zulaikha berguling-guling ke kiri dan kanan.


"Terus, si Om bilang 'Zulaikha yang cantik,' aaaaakh! So sweet banget." Zulaikha menutup mukanya dengan selimut karena merasa malu. Entah malu pada siapa?

__ADS_1


"Aku ingin mendengarnya lagi. Sayang sekali tadi tidak di rekam." Zulaikha menepuk-nepuk pipinya.


     Setelah kelelahan tersenyum lebar karena bahagia, Zulaikha tidur beneran. Dia tidak mempedulikan panggilan dan pesan dari Yunus yang kini sedang mengkhawatirkan dirinya.


***


    Zulaikha kembali ke apartemennya sebelum subuh. Betapa terkejut dia saat masuk ke dalam, ternyata Yunus sedang duduk di sofa sambil menatapnya tajam.


"Harus berapa ribu panggilan aku lakukan, agar kamu bisa mengangkat panggilan dariku!" Suara nyaring dan bernada dingin dari Yunus membuat Zulaikha ketakutan.


"Maaf, aku ketiduran setelah selesai mengerjakan tugas semalam," balas Zulaikha merasa bersalah.


"Apa kamu tidak tahu, betapa khawatirnya aku selama kamu jauh dari pantauan aku! Bahkan sampai sekarang aku belum bisa memejamkan mataku karena mengkhawatirkan dirimu." Yunus berdiri, tetapi masih menatap tajam ke arah Zulaikha yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


     Melihat air mata Zulaikha, membuat Yunus merasa bersalah. Seharusnya dia tidak perlu semarah ini padanya. Namun, entah karena terlalu mengkhawatirkan keselamatan nyawanya, membuat dia bertindak seperti ini.


"Maaf, aku terbawa emosi. Kedepannya aku tidak akan biarkan kamu lepas dari pengawasanku," ucap Yunus. Dia melangkah kakinya ke arah Zulaikha. Namun, baru satu langkah, kaki itu tertahan saat terdengar suara bel dan tidak lama pintu terbuka.


     Yunus langsung lari dan menutup pintu dari dalam. Suara dari interkom pun terdengar.


"Zulaikha, ini Om. Apa terjadi sesuatu? Kenapa pintu langsung di tutup?" 


    Zulaikha pun membuka pintu, tetapi hanya sedikit. Dilihatnya ada Yusuf berdiri di sana.

__ADS_1


"Ada apa Om," tanya Zulaikha dengan suaranya yang sengau.


    Yusuf melihat ada lelehan air mata di pipi Zulaikha dan hidungnya memerah. Hatinya ikut sedih melihat gadis di depannya seperti itu.


"Kamu kenapa menangis?" tanya Yusuf sambil menghapus jejak air mata di kedua pipi Zulaikha.


    Mendapatkan perhatian seperti ini dari Zulaikha, malah membuatnya semakin menangis. Ingin sekali dia bilang kalau tadi sudah di marahi oleh Yunus dan itu membuatnya takut dan sakit hati.


    Yunus malah panik melihat air mata Zulaikha semakin banyak. "Kenapa kamu menangis seperti ini? Katakan sama, Om!" Yusuf masih menghapus air mata.


    Yunus yang berdiri di balik pintu dan berdiri di samping Zulaikha, merasa tidak suka. Mendengar suara lembut laki-laki yang di sering di banggakan oleh majikannya itu.


"Ayo, ikut Om! Kamu hari ini ke sekolah 'kan?" tanya Yusuf membelai kepala si gadis pengidapnya. Zulaikha hanya menganggukkan kepala.


"Mau mandi di mana? Asiah juga kebetulan belum mandi," lanjut Yusuf.


"Di sini saja, Om. Aku juga barusan mau mandi," tolak Zulaikha dan itu membuat Yunus senang.


"Baiklah. Om tunggu untuk sarapan. Kamu mau makan apa untuk bekal nanti?"


"Apapun masakan Om, pasti akan aku makan."


***

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu selanjutnya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2