Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Ciuman Pertama


__ADS_3

     Asiah benar-benar nggak mau melepaskan Zulaikha. Dia nemplok terus kayak permen karet. 


"Sayang, makan dulu, yuk!" ajak Yusuf maksudnya kepada Asiah. Dikarenakan itu bocah berada dalam pangkuan Zulaikha. Si gadis nakal malah sengaja mengkompori-nya.


"Panggil yang mesra dong, Om! 'Zulaikha Sayang, makan yuk!' gitu." Zulaikha memerdukan suaranya se-merdu mungkin dengan nada menggoda.


     Yusuf malah mendesis kesal karena bisa-bisanya anak perawan itu menjahili dirinya. Langsung saja dia membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke muka Zulaikha.


"Adik manis ... makan yuk!" Suara pelan Yusuf membuat Zulaikha terkesima.


     Tanpa sadar kedua orang tua itu saling menatap. Mata mereka seakan saling menjerat satu sama lain.


"Ayah, mau mencium Mama Zulaikha?" Suara anak kecil langsung membuyarkan suasana di antara mereka.


     Keduanya saling menjauhkan kepala mereka. Yusuf pun kembali berdiri tegak. Sambil berdeham untuk menghilangkan sara malunya. Sementara Zulaikha wajahnya langsung merah merona. Bahkan Yusuf bisa melihatnya dengan jelas. Dia pun cepat-cepat pergi menjauh dari sana.


'Astaghfirullah ... Yusuf jangan sampai kamu lupa diri. Dia masih bocah, masa depannya masih panjang,' kata Yusuf dalam hatinya.


"Ayah apa kita akan makan malam bersama?" tanya Asiah.


"Ya, mematikan!" jawab Yusuf.


"Ayo, Ma ..., kita makan bersama!" ajak Asiah.

__ADS_1


     Sebenarnya Zulaikha sudah makan malam tadi bersama Yunus. Dia pun makan sambil menyuapi Asiah. Matanya sesekali melirik sama Yusuf.


'Huh, kenapa tadi nggak aku langsung sosor saja, tuh bibir. Padahal tinggal beberapa sentimeter lagi. Aku menyia-nyiakan kesempatan yang langka,' batin Zulaikha.


     Saat kejadian di dalam laut atau waktu di pantai, Zulaikha tidak sadar kalau Yusuf sudah memberikan napas buatan badannya saat itu. Berbeda dengan Yusuf yang dalam keadaan sadar total. Dia sampai sekarang pun masih ingat bagaimana lembutnya bibir Zulaikha. Namun, dia berusaha menekan perasaan ketika melihat bibir sensual milik Zulaikha yang selalu terlihat menggoda. Apalagi saat si gadis memonyongkan bibirnya, selalu bikin dia gemes.


***


     Zulaikha meninabobokan Asiah yang masih saja menempel padanya. Dia banyak belajar melantunkan sholawat atau puji-pujian saat menidurkan Asiah. Awalnya Asiah dan Yusuf yang mengajarinya. Kini, semua itu sudah dia hafal dengan baik.


"Om, Asiah sudah tidur, nih." Zulaikha masih menepuk-nepuk Asiah dengan menompang-kan kepala dengan sebelah tangannya.


     Yusuf yang sedang memeriksa laporan duduk tidak jauh dari mereka. Laptop yang berada di pangkuannya itu, dia letakan dengan hati-hati. Dia pun melangkah mendekati Zulaikha dan Asiah yang berbaring di atas karpet.


     Saat Yusuf hendak menggendong tubuh anaknya. Kepala dia dekat wajah Zulaikha.


CUP


    Zulaikha sengaja memajukan sedikit kepalanya sehingga bibir mereka menempel. Ini di luar dugaan Zulaikha, ternyata Yusuf malah me_ma_gut bibir miliknya. Terasa banyak kembang api yang meletus di dalam diri Zulaikha. Ribuan kupu-kupu terasa menari-nari di dalam perutnya. Jantungnya juga berdetak kencang. Entah berapa lama mereka saling mencumbu, yang jelas saat itu mereka kalah sama bisikan setan.


     Padahal mereka sedang tidak berduaan karena ada Asiah yang tidur di sana. Mungkin saking banyaknya setan keberadaan Asiah jadi tidak terlihat.


"Astaghfirullahal'adzim!" Yusuf cepat-cepat menegakkan badannya dan menundukkan kepala.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sadar sudah melakukan itu padamu," kata Yusuf dan langsung membopong tubuh putrinya.


     Zulaikha masih diam ditempat. Tubuhnya terasa melayang dan tak bertenaga. Ini merupakan ciuman pertama baginya. Apalagi Yusuf tadi seakan ingin memakannya dengan rakus. Namun, Zulaikha membiarkannya karena dia juga menginginkan itu.


     Wajah Zulaikha sudah sangat merah bukan merona lagi, saking malunya. Dia pun bergegas pulang karena akan malu kalau bertemu dengan Yusuf lagi. Dia 'lah yang memulai duluan karena tergoda saat melihat bibir sensual milik Yusuf yang tepat di depan matanya.


***


     Zulaikha cepat-cepat menutup pintu sambil memegang dadanya yang masih bertalu-talu dengan kencang. Yunus yang baru selesai mandi melihat majikannya yang terlihat lain dari biasanya.


"Ada apa? Kenapa muka kamu merah sekali? Apa kamu sakit?" Rentetan pertanyaan dari Yunus terdengar oleh Zulaikha dan itu membuatnya memekik karena terkejut.


"Bisa nggak, sih. Kamu jangan mengejutkan aku!" Zulaikha sedikit berteriak karena jantungnya terasa mau jatuh saking kagetnya.


"Aku itu sedang mengkhawatirkan kamu. Kenapa kamu malah marah?" Yunus kini sudah berada di depan Zulaikha.


"Minggir, aku mau tidur!" Zulaikha mendorong tubuh Yunus.


"Tunggu!" Yunus mencekal tangan Zulaikha.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.

__ADS_1


Sambil menunggu Zulaikha up bab berikutnya, baca juga karya teman aku. Ceritanya bagus loh.



__ADS_2