
Selepas sholat Isya, keempat bocah itu makan malam bersama. Setelah mengaji dan belajar membuat mereka lapar. Cantika pun memasak mie spaghetti sesuai pesanan si Kembar yang malam itu mendadak ingin makan mie ayam. Dikarenakan di sekitar tidak ada restoran yang jualan mie ayam.
"Mama, punya aku saos cabai sedikit dan saos tomat yang banyak," pinta Rain.
"Sama punya Asiah juga, banyak saos tomat-nya," ucap gadis berjilbab itu.
"Baik, Sayang!" jawab Cantika menanggapi permintaan kedua bocah itu.
"Tante Cantika, punya Raya banyakan cincang dagingnya!" pinta si sulung dari pasangan Fatih dan Mentari.
"Punya Ian harus lebih banyak dari mereka semua. Mie-nya harus lebih banyak, cincang dagingnya harus lebih banyak, saos juga harus banyak," ucap Raihan.
"Iya ... iya, Sayang. Ayo, kalian duduk di meja!" perintah Cantika.
'Padahal saos dan daging sudah aku satukan semua. Mereka itu mau mintanya kayak ke tukang dagang saja.' Cantika hanya bisa bicara dalam hati.
Keempat piring berisi spaghetti kini sudah ada dihadapan mereka. Tentu tidak sesuai permintaan mereka. Karena Cantika menyamaratakan makanan itu. Namun, tidak ada yang protes.
"Hm, ini enak!" seru Asiah begitu memakan spaghetti itu.
"Mama itu paling jago memasak. Semua masakan Mama itu enak-enak!" ucap Rain.
"Masakan Bunda juga enak. Kata Ayah, Bunda adalah koki terbaik di dunia!" kata Raihan tidak mau kalah.
"Masakan Bunda aku paling enak. Orang-orang sekampung bilang makanan yang dibuat Bunda aku itu enak sekali!" Asiah tidak mau kalah dengan kedua anak laki-laki itu.
__ADS_1
"Asiah, nanti kamu juga harus pandai memasak. Harus lebih enak dari masakan Tante, Bunda aku, dan Bunda kamu!" kata Rayyan.
"Tapi, Asiah nggak bisa memasak. Nanti belajar sama siapa? Mama Zulaikha 'kan juga belum bisa memasak," tanya Asiah dengan memasang wajah sendu.
"Nanti belajar sama Bunda dulu, lalu aku akan carikan guru masak atau koki terhebat di dunia agar mengajari kamu masak." Rayyan mengusap kepala Asiah, keduanya saling tersenyum.
"Benar, ya? Nanti Asiah akan sungguh-sungguh belajar memasak agar makanan yang Asiah buat rasanya super enak!" seru Asiah dengan penuh semangat.
"Yang penting itu, Asiah harus bisa buat berbagai jenis sambal. Karena aku suka makan pakai sambal." Rayyan dan Asiah menautkan jari kelingking mereka sambil tersenyum. Entah apa maksudnya.
"Rain, kata Nenek kalau laki-laki mau cari calon istri itu harus diuji dulu sambal buatannya. Kalau kamu cari jodoh di Amerika apa gadis di sini bisa buat sambal," kata Raihan.
"Kalau begitu aku mau cari calon istri di Indonesia saja," balas Rain, lanjutnya, "pantas saja Kak Angkasa selalu cuek saja sama Paris. Itu pasti karena Paris juga tidak bisa buat sambal." ( Paris nantinya jadi istri Angkasa. Di Trio Kancil)
"Jadi, kita harus cari istri yang pandai buat sambal!" Rain manggut-manggut sambil mencoba menyimpannya dalam otak poin ini.
Percakapan antara Raihan dan Rain di dengar oleh Asiah. Maka dia juga berjanji dalam hatinya akan buat sambal yang enak. (Gara-gara sambal ini, akan kebawa sampai mereka remaja nanti)
***
Yusuf memeluk tubuh Zulaikha. Keduanya diam tak bergerak sedikit pun.
Dor!
Dor!
__ADS_1
Suara tembakan yang saling berbalas masih terdengar di dalam hutan itu. Baik Oliver ataupun Baggy tidak mau kalah dengan Bintang.
'Cahaya ini kemarin diuji bertahan sampai lima menit. Aku harus secepatnya menyelesaikan ini,' kata Bintang dalam hati.
Oliver yang berada dibalik batang pohon menengadah ke atas. Dia berpikir kalau bola cahaya itu akan bertahan 30 detik atau 60 detik. Namun, ini sudah lewat dari 70 detik masih saja bisa berpijar.
"Dasar bocah-bocah menyebalkan! Pantas saja para polisi dan agen FBI kadang minta bantuan anak-anaknya Alex. Ternyata mereka itu suka bikin repot orang," gumam Oliver.
"Oliver, kita harus pancing anaknya Clive ke luar dari persembunyiannya," kata Baggy yang bersembunyi tidak jauh darinya.
"Tapi, di mana bocah itu?" tanya Oliver dengan kesal
"Kamu lawan anak gadis itu sedangkan aku akan cari anaknya Clive," jawab Baggy.
"Baiklah. Ayo, kita mulai sekarang!" perintah Oliver.
Dor!
Dor!
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.
Sambil menunggu kelanjutan kisah Abang Yusuf dan Zulaikha. Baca karya teman aku, nih. Ceritanya nggak kalah bagus. Yuk meluncur ke karyanya.
__ADS_1