Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 12. Dasar Bocah


__ADS_3

     Raihan dan Alin tidur di kamar masing-masing. Kedua langsung tertidur lelap setelah keluarga mereka pergi. Rencananya besok Raihan akan mendatangkan dekorator interior yang bekerja di bawah naungan Desainer Interior Hakim milik Fatih. Baik Raihan maupun Alin ingin menata kamar tidur sesuai keinginan mereka.


      Setelah sarapan orang yang dimaksud oleh Fatih sudah datang dan akan memulai rapat dengan tuan dan nyonya rumah. Hampir satu jam mereka bernegosiasi dan hari itu juga tim desainer interior itu langsung bergerak agar besok malam sudah bisa di tempati lagi kamar mereka. 


"Kak, malam ini kita tidur di mana?" tanya Alin saat melihat barang-barang yang di dalam kamar di keluarkan oleh para pekerja.


"Terserah kamu. Mau di rumah Ayah, di mansion Om Ghaza, di apartemen, atau … di hotel," bisik Raihan sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda istrinya. Alin langsung menyilangkan kedua tangan di dadanya sambil menatap tajam dengan mata yang memicing.


"Jangan main-main deh, Kak. Apa Kakak mau aku laporkan atas kasus pele—" Raihan langsung membungkam mulut Alin dengan tangannya.


"Dengar Alin, jangan sekali-kali lagi kamu bilang aku melakukan pelecehan seksual. Padahal aku sama sekali tidak pernah menyentuhmu. Jika kamu bicara begitu sekali lagi, maka aku akan beneran melakukan hal itu kepada kamu!" ujar Raihan penuh penekanan dan tatapannya tajam. Sehingga membuat Alin menelan ludahnya dan wajah yang ketakutan.


"Ah lupa, ini harus kamu ingat juga. Kalau aku melakukan sesuatu pada kamu, itu juga tidak akan bisa dilaporkan dengan tuduhan itu karena kita ini adalah suami istri," lanjut Raihan masih dengan tatapan matanya yang tajam.


"Kak Ian, jahat! Main mata melotot sama aku. Aku akan adukan sama Bunda!" teriak Alin dengan kesal. Alin sungguh takut dengan tatapan dinginnya tadi.


"Apa? Mata melotot? Siapa yang melotot?" tanya Raihan bingung, tapi ingin ketawa melihat ekspresi Alin.


      Alin dengan mata yang sudah berkaca-kaca, memalingkan wajahnya. Dia ingin pergi ke kamarnya, tetapi sedang dibereskan. Mau kabur ke luar rumah tidak tahu arah dan mau pergi ke mana.


"Tadi Kak Ian melotot sama aku. Aku nggak suka … takut," Alin berkata dengan nada suara yang bergetar menahan isak tangis.


"Makanya, kamu jangan berkata atau melakukan sesuatu yang bisa membuat aku marah," ucap Raihan sambil mencubit pipi chubby Alin dan dibalas menganggukan.


"Sini, mau aku peluk!" Kata Raihan sambil merentangkan kedua tangannya. 

__ADS_1


     Tanpa Raihan duga kalau Alin langsung menghambur pada pelukannya. Mata Raihan benar-benar terbelalak tapi sedetik kemudian dia merengkuh tubuh istrinya. Senyum di wajahnya pun terukir. Di peluk erat tubuh Alin yang jauh lebih pendek darinya.


'Dasar bocah,' kata Raihan dalam hati.


***


    Sudah satu bulan berlalu sejak insiden kamar tidur dan berakhir di pernikahan. Kehidupan mereka baik-baik saja meski sering diwarnai dengan perselisihan keduanya. Baik Alin maupun Raihan tidak mau mengalah satu sama lain jika tersendiri perseteruan di antara mereka. Bi Mar dan Mang Asep hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan majikannya.


"Kak Ian, cepat! Nanti aku kesiangan," rengek Alin meminta suaminya buru-buru masuk ke dalam mobil karena bel sekolah tinggal 10 menit lagi sementara jarak dari rumah ke sekolah memerlukan 15 menit perjalanan.


"Cerewet! Salah sendiri tadi malah tidur lagi selepas subuh. Makanya, jangan dibiasakan jadinya kamu bangun kesiangan," gerutu Raihan sambil menaiki motornya.


"Itu karena aku begadang mengerjakan tugas. Jadinya masih mengantuk," kata Alin membela dirinya padahal dia tidak mengerjakan tugas semalam.


"Makanya PR itu kerjakan di siang hari, biar malamnya bisa langsung istirahat," balas Raihan dengan rasa kesal.


"Ya, setidaknya bermain sambil belajar apa susahnya. Lagian kalian bertiga itu punya tugas yang sama. Kenapa tidak kerja kelompok," balas Raihan sambil merem_at stang motor karena gemas sama istrinya yang terus saja menimpali jika dinasehati.


***


     Raihan dengan keahliannya menyalip semua kendaraan. Alin memeluk erat tubuh suaminya. Dia sengaja menyandarkan kepala di punggung Raihan. Menghirup wangi tubuh suaminya merupakan hal yang disenangi oleh Alin.


      Hanya membutuhkan 7 menit bagi Raihan untuk mengantarkan Alin sampai ke pintu gerbang. Sudah banyak murid-murid yang memenuhi lingkungan sekolah.


"Alin, turun. Ini sudah sampai," kata Raihan pada istrinya yang masih memeluk tubuhnya.

__ADS_1


"Woy, jangan pacaran melulu! Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi," teriak Chelsea pada Alin yang nggak turun-turun juga dari motor.


"Oh, sudah sampai, ya? Aku tidak sadarnya. Berasa baru saja maju ini ternyata sudah sampai," kata Alin sambil menyerahkan helm pada Raihan.


      Menaiki motor bagi Raihan jika keadaan mendesak atau kesiangan, dia memilih mengendarai motor biar bisa menyalip. Apalagi Alin pernah bilang lebih suka naik motor.


      Alin pun mencium tangan Raihan dan mengucapkan salam sebelum pergi. Seperti biasa teman-teman dia yang melihat itu, akan menyoraki dirinya. Semua mengira Alin itu pacaran dengan Raihan. 


"Sudah sana masuk," kata Raihan.


"Iya, Sayangku," balas Alin sambil tersenyum jahil.


"Dasar bocah bau kencur. Aku serang beneran, menangis," gumam Raihan.


***


"Gimana rencana kamu semalam? Sukses nggak?" tanya Chelsea pada Alin yang baru bergabung dan berjalan bersama menuju kelas mereka.


"Sukses apanya? Yang ada aku ikutan begadang. Kak Ian dia banyak pekerjaan dan tidak tidur di kamarnya. Aku menunggu dia sampai jam dua pagi, nggak datang-datang" gerutu Alin.


"Berarti kamu sudah kalah taruhan." Rania tersenyum lebar dan berkata lagi, "ingat traktir kita nonton bioskop dan makan siang."


"Iya … iya. Aku kalah dan akan traktir kalian. Jangan suruh aku untuk melakukan hal yang semalam lagi," Alin berkata dengan bersungut-sungut.


***

__ADS_1


Apa yang Alin lakukan semalam di kamar Raihan? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih dukungan untuk aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. (Ada giveaway buat 3 rangking tertinggi 😍) Like dan Komentar juga (untuk 2 orang pemberi komentar terbaik). 🤗🤗


__ADS_2