
Mobil Yusuf melaju dengan sangat kencang. Pikiran dia kalut. Takut terjadi sesuatu pada Zulaikha.
"Ya Allah, lindungilah Zulaikha. Hanya kepada-Mu, aku tempat meminta pertolongan," kata Yusuf bermonolog.
Tidak sampai 15 menit mobil Yusuf sudah sampai ke tempat tujuan. Dia melihat seseorang memukul kaca jendela mobil milik Zulaikha memakai tongkat baseball. Sementara Yunus sedang berkelahi dengan dua orang.
"Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah, aku harus bagaimana?" gumam Yusuf sambil memikirkan bagaimana cara untuk menyelamatkan si gadis nakalnya.
Yusuf melihat ada beberapa orang yang tergeletak di tengah jalan. Dalam keadaan tak sadarkan diri dan berlumuran darah. Ada beberapa tongkat baseball juga di sana. Maka, Yusuf pun memanfaatkan itu sebagai senjatanya.
Dengan berbekal modal nekad ingin menolong Zulaikha. Meski tidak bisa berkelahi dia tidak takut untuk melawan musuhnya.
"Berhenti!" teriak Yusuf dan itu memancing perhatian semua orang yang ada di sana.
Zulaikha yang sedang berada di dalam mobil pun bisa melihat sosok pujaan hatinya datang untuk menyelamatkan dirinya.
"Om." Air mata Zulaikha mengalir. Dia terharu akan kehadiran duda beranak satu itu.
"Mau apa kamu?" bentak orang yang sejak tadi memukul kaca jendela mobil. Kini laki-laki itu menghadap pada Yusuf.
Yunus yang sudah bisa melumpuhkan kedua lawannya. Melihat ke arah Yusuf yang sedang memegang tongkat baseball milik penjahat.
"Hei, Om! Bawa Zulaikha pergi dari sini. Biar aku yang urus mereka semua." Yunus berjalan mendekati lawannya.
Yunus pun berkelahi dengan lawannya. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Yusuf pun mendekati mobil Zulaikha.
__ADS_1
"Zulaikha, ayo kita pergi dari sini!" ajak Yusuf sambil membuka pintu mobil yang kacanya hampir pecah karena sudah retak-retak.
Zulaikha pun menyambut uluran tangan Yusuf. Tanpa Yusuf duga. Gadis nakalnya itu malah memeluknya dengan erat. Dia bisa merasakan tubuh si gadis nakalnya itu bergetar ketakutan.
"Om, aku takut!" gumam Zulaikha di leher Yusuf.
"Tenanglah! Sebaiknya kita pergi dari sini," ajak Yusuf dan membawa Zulaikha ke dalam mobilnya.
"Yunus!" Panggil Yusuf pada pemuda yang sudah berhasil mengalahkan semua lawannya.
"Kalian pergi saja duluan. Aku akan bereskan urusan di sini!" teriak Yunus.
Yusuf pun mendudukan Zulaikha di kursi penumpang di samping pengemudi. Secepatnya dia pergi meninggalkan tempat kejadian perkara.
Setelah merasa jauh dari tempat tadi Yusuf menepikan mobilnya di bahu jalan. Tubuh Zulaikha masih terlihat gemetaran dan wajahnya pucat. Yusuf pun memberikan air minum dalam kemasan kepada Zulaikha.
Tangan Zulaikha yang gemetaran tidak bisa memegang botol dengan benar sehingga terjatuh. Untung dengan sigap Yusuf menangkapnya dan hanya sedikit air yang jatuh membasahi mobil.
Akhirnya, Yusuf yang memberikan minum kepada gadis yang masih saja ketakutan. Ditariknya tubuh Zulaikha agar mendekat kepadanya. Dengan bersandar di dada bidangnya, Yusuf memberikan minum kepada Zulaikha dengan perlahan.
"Tenanglah, kamu tidak sendirian. Ada aku di sini," bisik Yusuf dengan tatapan terluka melihat gadis yang disukainya dalam keadaan seperti itu.
"Dia ... datang. Tadi ... dia ada di sana," gumam Zulaikha dengan lemah. Tatapan ketakutan terlihat jelas dari pancaran matanya.
"Aku akan menjagamu! Melindungi kamu! Semampu aku, meski aku harus mempertaruhkan nyawa ini," ucap Yusuf dengan hati yang terluka. Dia merutuki dirinya yang tidak bisa berbuat banyak untuk orang yang disayangi olehnya.
__ADS_1
"Terima kasih, Om." Tangan Zulaikha terulur dan menyentuh wajah si duda keren dengan lembut.
***
Yusuf membawa pulang Zulaikha ke apartemennya. Untuk berjalan saja gadis itu tidak mampu. Kakinya masih terasa lemas. Maka Yusuf pun membopongnya.
"Zulaikha, kodenya berapa? Kenapa kamu mengganti kode pintu?" tanya Yusuf sambil melihat ke arah netra si gadis nakalnya.
Zulaikha pun menyebutkan deretan angka di mana angka itu adalah tanggal pertemuan pertama dia dengan Yusuf. Untuk alasan mengganti kode, dia mengarang cerita.
Dibaringkan tubuh Zulaikha di atas kasurnya lalu menyelimuti dan mengusap-usap kepala gadis cantik yang kini sedang memandanginya. Zulaikha selalu saja terpana akan wajah tampan Yusuf. Diulurkan tangannya menyentuh wajah yang terlihat sendu.
"Aku, sudah merasa baikan, Om. Terima kasih, ya!" ucap Zulaikha dengan pelan.
Yusuf tahu Zulaikha sedang berbohong saat ini. Tangan dia masih terasa dingin dan tatapan matanya juga masih kehilangan pancarannya.
Entah apa yang ada dalam pikiran Yusuf saat ini. Dia ikut berbaring disamping Zulaikha dan memeluknya meski terhalang oleh selimut tebal. Kepala Zulaikha diletakan di dadanya.
"Apa sebaiknya kita menikah saja secara agama dulu. Agar aku mudah menjaga dan melindungi kamu," kata Yusuf dengan suaranya yang lembut.
Mendengar kata-kata Yusuf barusan, jantung Zulaikha berdetak bertalu-talu. Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini. Laki-laki yang selalu dalam mimpi-mimpinya mengajak menikah.
"Om ...." Zulaikha menatap iris milik Yusuf.
"Apa kamu mau menikah denganku?" tanya Yusuf dengan berbisik. Suara yang selalu membuat Zulaikha terbuai akan alunan lembutnya.
__ADS_1
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.