Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Asiah Kabur


__ADS_3

      Yusuf mendandani Asiah dengan baju bagus dan baru. Tidak lupa jilbab yang berhiaskan bunga berwarna pink. Hari ini dia mau mengajak Asiah ke rumah Bilqis untuk menemui keluarganya.


"Sayang, nanti saat di sana kamu tidak boleh banyak bicara, ya!" kata Yusuf mengingatkan putrinya yang suka sekali bicara alias cerewet.


"Iya, Ayah. Asiah akan diam," balasnya.


"Nah, sudah cantik. Tunggu Ayah bersiap dulu, ya!" pinta Yusuf pada anaknya.


     Asiah pun duduk di sofa memainkan boneka kesayangannya sambil menunggu sang Ayah. Sudah sepuluh menit berlalu, tetapi Yusuf belum juga keluar kamar.


     Terdengar suara bel pintu berbunyi. Asiah melihat siapa yang datang lewat kamera interkom. Tentunya menaiki kursi karena tubuhnya pendek. Dilihatnya ada Zulaikha di depan pintu. Betapa dia sangat bergembira saat ini.


"Mama Zulaikha! Masuk saja. Ayah sedang bersiap-siap di kamar," ucap Asiah.


     Pintu depan pun dibuka oleh Zulaikha. Masuk sambil menyembunyikan tangan di belakang badannya. Asiah melihat ada yang aneh dengan Zulaikha.


"Mama kenapa Tangannya di sembunyikan ke belakang?" tanya Asiah penasaran.


"Tahu nggak Mama Zulaikha, membawa apa?" tanya Zulaikha sambil tersenyum simpul.


"Nggak. Emangnya itu apaan?" Asiah celingukan ke kiri dan kanan ingin mengintip sesuatu yang ada di belakang Zulaikha.


"Tara ...!" Zulaikha memberikan satu jinjingan besar sebagai hadiah ulang tahun untuk Asiah.


"Ini Mama beli khusus buat kamu yang sedang berulang tahun hari ini," ucap Zulaikha sambil menyerahkan hadiahnya kepada si anak cantik. 


"Terima kasih, Mama Zulaikha, untuk hadiahnya," kata Asiah kemudian memeluk tubuh Zulaikha.


     Zulaikha pun membalas pelukan itu dan menciumi pipi gembul milik Asiah dengan gemas. Begitu juga dengan Asiah membalas mencium pipi kanan dan kiri Zulaikha secara bergantian.

__ADS_1


     Terdengar pintu kamar di buka dan terlihat Yusuf berpakaian rapi dan sangat tampan menawan. Sampai-sampai Zulaikha terpana saat melihatnya.


"Om, tampan banget!" kata Zulaikha tanpa sadar.


"Harus dong, 'kan mau ketemu sama keluarga Bilqis," balas Yusuf.


     Bagai ada suara petir dan kilat menyambar yang dirasakan oleh Zulaikha saat ini. Laki-laki yang disukainya itu berpenampilan sangat tampan hanya untuk menemui wanita lain. Sungguh dia tidak rela.


"Mau apa, Om? Ketemu sama keluarga Bilqis?" tanya Zulaikha dengan nada sinis.


"Mau lamaran! Kenapa?" Yusuf mendadak jengkel lagi kepada Zulaikha karena teringat kejadian tadi pagi.


     Zulaikha yang kesal mendengar kata-kata Yusuf barusan. Dia berjalan cepat ke arahnya. Lalu tanpa diduga, gadis itu mengacak-acak rambut Yusuf yang sudah tertata rapi. Hal yang paling gila lainnya adalah mengigit telinga Yusuf sampai meninggalkan bekas.


"Zulaikha! Kamu apa-apaan?" Yusuf berteriak marah akan perbuatan Zulaikha.


"Apa yang aku lakukan? Aku melakukan sesuatu agar Om tidak jadi pergi menemui keluarga wanita itu!" Zulaikha bicara dengan sinis tidak lupa dengan senyuman yang terukir puas karena melihat penampilan Yusuf sekarang.


     Gadis tetangga ini paling pintar mengaduk-aduk emosi Yusuf naik ke permukaan. Yusuf yang dikenal laki-laki yang tenang dan sabar, kini berubah karena Zulaikha.


"Om, pilih aku atau wanita itu? Kalau Om pergi dan memilih wanita itu, maka selamanya aku tidak akan mau menemui Om, lagi!" Zulaikha mengancam Yusuf, walau sebenarnya dalam hati dia tidak mau bicara begitu, tapi ini dia lakukan agar bisa menjauh dari Yusuf dan Asiah.


"Zulaikha, kamu ini bicara apa? Apa kamu sudah tidak ingin bertemu kita lagi?" Yusuf memegang bahu anak tetangga dengan kuat dan menatapnya dengan lekat.


"Ngapain juga aku melihat Om, kalau bikin hati aku sakit. Lebih baik aku pergi saja sekalian," balas Zulaikha dan menantang tatapan Yusuf.


"Aku tidak mau egois. Asiah membutuhkan sosok seorang ibu," jelas Yusuf dengan nada rendah.


"Aku bisa menjadi ibu bagi Asiah," lanjut Zulaikha.

__ADS_1


"Kamu itu nggak akan sanggup. Kamu sendiri butuh bimbingan dan perhatian dari orang yang lebih tua," ucap Yusuf dan kali ini tangan Yusuf berpindah ke sisi kanan dan kiri kepala Zulaikha.


"Apa aku benar-benar nggak akan bisa menjadi ibu bagi Asiah?" tanya Zulaikha dengan air mata yang mulai luluh meluncur, membasahi pipinya.


"Ya." Yusuf menghapus air mata Zulaikha.


"Aku sangat mencintaimu, Om," lirih Zulaikha.


"Terima kasih." Yusuf merasa senang saat mendengar pengakuan cinta dari gadis nakalnya.


"Aku harap Om, jangan pergi!" bisik Zulaikha lagi.


"Kenapa?" 


"Karena aku nggak mau, Om dan wanita itu bersama."


"Bukannya kamu sudah punya pacar?" 


"Aku tidak punya pacar."


"Bohong, itu dosa."


"Kalau aku bohong. Aku rela dinikahi sama Om, sekarang juga."


"Kebiasaan." Yusuf menyentil kening Zulaikha.


"Sakit, Om. Kali-kali ini kening di cium, aku pasti senang." Zulaikha bersungut-sungut.


     Kedua orang ini lupa akan keberadaan Asiah. Dia sedih melihat Ayahnya dan wanita yang di sayangi olehnya, lagi-lagi bertengkar. Maka, dia pun lari kabur ke luar apartemen. Tanpa di sadari oleh mereka. Asiah kabur.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan, Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2