Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 19. Penyesalan Yusuf


__ADS_3

     Asiah kini sedang menangis di kamarnya. Keinginan dia untuk menikah di tolak oleh ayahnya. Alasannya, biar fokus dulu pada kuliah dan mereka akan dinikahkan setelah di wisuda. Itu artinya dia harus menunggu sekitar 2 tahun atau lebih.


     Ketukan pintu dan panggilan padanya pun, dia biarkan. Saat ini Asiah sedang marah dan tidak mau bicara dengan siapapun.


"Bagaimana ini Ang, aku takut Asiah melakukan sesuatu yang tidak kita duga," kata Zulaikha dengan wajah sendunya.


"Ini salah aku juga. Mengirim dia sekolah di London. Kenapa tidak aku masukan ke pesantren modern saja dulu." Penyesalan Yusuf terlihat jelas di wajahnya.


"Aang, dulu nggak mau dengar nasehat Abah. Milih ikut-ikutan Papi, menyekolahkan Asiah di luar negeri. Jadinya kan dia begitu. Athaya beberapa kali melihat Asiah memeluk Raya. Yang aku takutkan itu, mereka kebabblasan. Apa sebaiknya kita pindahkan lagi tempat kuliah Asiah? Yang tidak ada peraturan dosen dan murid menjalin hubungan," cerocos Zulaikha.


"Hah, aku tidak mau kalau Asiah menikah dulu. Aku berjanji kepada Aisah dulu untuk mendidiknya dan menjadikannya gadis yang sholeha. Dan saat ini aku rasa belum bisa menjadikan putriku seperti itu. Aku sungguh menyesal mengirimkan Asiah sekolah di luar negeri. Sehingga, jauh dari pengawasan kita, dulu. Makanya aku ingin mendidik dulu Asiah agar bisa menjadi istri yang sholeha. Tapi, karena keterbatasan waktuku, ini menjadi sulit. Sayang, bantu aku untuk mendidik Asiah. Kamu jangan terlalu memanjakannya dengan memberikan keleluasaan dia untuk pergi bermain di luar. Apalagi pergi kencan dengan Raya, entah kenapa aku rasa pacaran mereka itu sudah melewati batas."


"Aang, tahu dari mana?" 


"Aku sering mencium bau parfum Raya menempel di tubuh Asiah, saat dia pulang bersama dengannya."


'Ya, sering aku lihat bibir Asiah juga agak bengkak.' Zulaikha hanya bergumam di dalam hatinya.


"Kita lebih baik bicarakan ini dengan orang tua Raya," kata Zulaikha sambil memijat bahu suaminya.


"Mereka malah meminta agar Asiah dan Raya itu cepat-cepat menikah."


"Aku juga setuju dengan mereka." Zulaikha memamerkan deretan giginya yang rapi.


"Asiah dan Raya belum sanggup untuk membina rumah tangga. Mereka masih pada-pada labil emosi dan pikirannya. Kalau saja salah satu di antara mereka ada yang bisa bersikap dewasa, aku tidak akan ragu menikahkan mereka. Tuh kamu lihat sendiri Asiah sekarang bagaimana?"


"Hm, kalau aku meski menikah di usia muda. Tapi suaminya sudah dewasa. Jadi, rumah tangga kita adem ayem sampai sekarang." Zulaikha memeluk leher Yusuf dari belakang dan mencium pipinya.

__ADS_1


"Terima kasih ya, Ang." 


***


     Rania yang kelelahan habis bermain dengan Rain, begitu selesai sholat Isya, dia langsung jatuh tertidur lelap. Dia tidak mendengar suara dering telepon dari kakak iparnya. Apalagi dia besok sudah buat janji dengan Rain untuk membantu dirinya memberikan bantuan untuk warga desa pedalaman, tempat guru mengajinya berada sekarang.


     Rayyan yang mengetuk pintu kamarnya pun tidak dapat dia dengar. Rania benar-benar sudah seperti orang mati jika kelelahan begitu.


"Nia, pasti sudah tidur. Akh! Aku butuh mengajak seseorang untuk bicara." Rayyan mengguarkan  rambutnya. Lalu  bicara lagi, "Mega! Ya, aku hubungin dia saja." 


     Jadilah Rayyan mengganggu sepupunya itu untuk mendengarkan curhatan dirinya. Enggak tahu kalau orang yang di seberang sedang menahan kantuk. Pokoknya dia sedang ingin mengeluarkan unek-unek dalam hatinya. Dia bicara lebih dari 2 jam, sampai-sampai tanggal di jam digitalnya berubah, Rayyan masih saja mengoceh. Mega hanya menanggapi jika diminta. Selebihnya dia diam dan kadang tertidur sesaat.


***


"Nia, jadwal kita ke Desa Sukamaju akan di undur ke hari Sabtu. Karena hari ini aku ada pertemuan penting dengan jajaran direksi perusahaan," kata Rain lewat teleponnya.


"Kamu ini senang sekali aku ajak bolos," kata Rain dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.


"Jangankan di ajakan berbagi bansos. Di ajak jalan-jalan sama Kak Rain, aku bakalan rela bolos."


"Kapan aku mengajak berbuat buruk sama kamu?" 


"Hm, nggak pernah!" Rania tertawa renyah dan membuat Rain senang mendengarnya.


***


    Rania juga sebenarnya mengajak Alin dan Chelsea untuk ikut kegiatan baksos bersama Rain. Namun, kedua orang itu sudah punya agenda di hari itu. Apalagi Alin, ini untuk pertama kalinya dia akan pergi kencan dengan Raihan. Sementara itu, Chelsea mau ikut Ghazali dan Bintang liburan bersama ke-6 saudaranya.

__ADS_1


     Dengan memakai baju gamis yang sopan dan sederhana, Rania berjalan menuruni anak tangga. Mata dia pagi-pagi sudah terkontaminasi oleh pemandangan Ayah dan Bundanya yang sedang masak sambil bermesraan.


"Ayah … Bunda, Rania mau berangkat pagi-pagi agar tidak kesiangan," kata Rania mau pamit.


"Sayang, jika sempat mampirlah ke rumah Abah dan Ummi, ya. Lihat keadaan di sana, kita sudah tiga bulan tidak ke sana," kata Fatih pada putrinya untuk mengunjungi mertuanya.


"Oke, siap Kapten. Laksanakan!" teriak Rania sambil memberi hormat pada ayahnya.


"Sayang, kamu sarapan dulu! Bunda sudah buatkan ini khusus untuk kamu," kata Mentari sambil menyerahkan satu mangkuk sereal dengan campuran susu.


"Nia, bukan Rafatar yang mau dibuatkan begini untuk sarapan." Namun, Rania memakannya juga sampai habis.


"Ingat, kalau sudah sampai sana, hubungi bunda atau Ayah!" ujar Mentari dan mendapat anggukan dari Rania.


***


     Rania berada di dalam mobil Rain dan sebuah truk yang mengangkut sembako mengikuti mereka dari belakang. Selama perjalanan itu Rania yang banyak bicara dan kadang bernyanyi. Sementara Rayyan, dia diam dan fokus menyetir.


     Tidak terasa jarak yang begitu jauh pun terasa singkat. Rania turun dari mobil dan melihat ada seorang wanita bercadar menyambut kedatangan mereka.


"Siapa dia?" gumam Rania sambil terus melihat ke arah perempuan itu.


***


Asiah menangis minta kawin! Apa yang akan terjadi di desa yang dikunjungi oleh Rain dan Rania? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga bisa dengan menonton iklan. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.


     

__ADS_1


__ADS_2