Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Pertemuan Kembali Rayyan & Asiah


__ADS_3

     Waktu pun cepat berlalu, Asiah ikut keluarga Fatih saat pergi ke Kanada. Betapa dia sudah tidak bersabar menantikan pertemuan ini. Semalam dia pun sempat berkirim email dengan Rayyan. Asiah sudah menyiapkan sebuah kado spesial untuk kekasihnya itu.


      Perjalanan kali ini terasa lama bagi Asiah, setiap dia melihat jam di tangannya waktu berlalu hanya 5 menit atau paling lama 15 menit. Bahkan setelah tidur pun dia masih berada di pesawat.


"Kak Asiah, pasti sudah nggak sabar nih ingin cepat-cepat bertemu dengan Kak Raya," goda Rania.


"Apaan, sih!" balas Asiah dengan wajah yang merona. Dia merasa sangat malu karena ketahuan kalau sedang melamunkan sang pujaan hati.


"Sudah tenang saja, kalau sudah sampai ke sana, kalian bebas sayang-sayangan melepas rindu," bisik Rania.


    Asiah memalingkan wajahnya ke arah jendela kaca. Meski yang terlihat hanya kegelapan, menurutnya itu lebih baik dari pada terus di goda oleh calon adik ipar.


     Senyum Asiah mengembang saat membuka email. Dia baca ulang chat dengan kekasihnya. Ada beberapa kalimat yang membuatnya berasa di taman bunga yang indah di negeri dongeng.


[Asiah, berjanjilah kalau kamu akan datang ke acara wisuda nanti. Aku sungguh berharap kamu hadir dan akan aku kenalkan kamu kepada teman-teman dan dosenku. Aku selalu bilang kalau calon istriku adalah penyemangat bagiku agar bisa melakukan semuanya lebih baik. ❤️]


[Sayang, aku akan melamar kamu! Jadi, persiapkan diri kamu. Bersiap-siaplah jadi nyonya muda Rayyan.❤️]


[Aku tunggu kamu di sini. Cepatlah datang! ❤️]


[Aku mencintaimu Asiah, calon makmumku. ❤️]


"Apa itu … calon makmumku? Wah, jangan bilang itu chat dari Ka–" Mulut Rania dengan cepat di tutup oleh Asiah.

__ADS_1


"Diam," bisik Asiah. Rania pun mengangguk.


"Sejak kapan?" tanya Rania dengan sangat pelan.


"Hm, lumayan agak lama," jawab Asiah dan dalam hati dia berkata, 'sejak kita berpisah.'


"Aku salut sama Kak Asiah dan Kak Raya. Kalian berdua masih bisa saling menyukai meskipun sudah lama berpisah. Apa aku juga akan begitu nanti?" ucap Rania sambil pikirannya menerawang.


***


     Keluarga Fatih menginap di hotel dekat dengan kampus tempat Rayyan dan Raihan kuliah. Mereka langsung masuk ke kamar masing-masing. Asiah tadinya akan satu kamar dengan Rania. Namun, Rania malah ingin tidur bersama dengan orang tuanya. Jadinya, Asiah di kamar sendiri.


     Asiah pun bebas berkomunikasi dengan Rayyan karena tidak ada yang mengawasi. Keduanya pun melakukan video call untuk melepas rindu dan lelah.


     Kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu bicara sampai lupa waktu. Kalau tidak melihat jam yang diletakan meja nakas dekat dengan ranjang, Rayyan tidak akan tahu sudah tengah malam. Intinya jika mereka berdua itu sudah bersama lupa akan yang lainnya.


"Ah, padahal aku masih ingin bicara dengan kamu." Asiah memasang wajah cemberut karena masih ingin bicara.


[Besok kita akan bertemu. Kita puas-puaskan melepas rindu.]


"Hm, semoga nanti tidak ada yang bisa menisahkan kita lagi," kata Asiah dengan mata yang berkaca-kaca.


[Iya. I love you, Asiah.]

__ADS_1


Terlihat Rayyan menyatukan ke dua tangannya di atas kepala membentuk hati yang besar.


"I love you so much." Asiah pun melakukan hal yang sama.


***


Keesokan harinya, Asiah berlari di area depan gedung universitas. Sosok pemuda tampan yang semalam menemaninya kini sedang berdiri berkumpul dengan teman-temannya.


"A–a!" teriak Asiah.


Rayyan mengalihkan perhatiannya pada arah suara yang di kenal. Senyumnya langsung mengembang dan dia pun berlari menyambut kedatangan calon masa depannya. Mereka berlari dan saling mendekat, dipangkunya tinggi-tinggi Asiah oleh Rayyan.


"Asiah, senang bisa berjumpa langsung denganmu lagi," ucap Rayyan sambil menengadah karena posisi Asiah kini lebih tinggi.


"Raya, aku kangen." Kedua netra mereka saling beradu.


"Aku, juga," balas Rayyan. Keduanya tersenyum bahagia.


"Raya ...! Asiah ...!" Suara yang familiar menyapa pendengaran mereka.


"Ayah!" pekik Asiah masih dalam pangkuan Rayyan.


"Ayah Yusuf," gumam Rayyan.

__ADS_1


***


🤭🤭 Ternyata Yusuf ikut juga ke Kanada. Apa yang akan terjadi dengan mereka nanti? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗


__ADS_2