Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Janji Rayyan dan Asiah


__ADS_3

"Tapi kok aura kamu rasanya kayak Rayyan, ya?" Zulaikha menatap intens.


Rayyan menelan ludahnya, 'Semoga nggak ketahuan.'


    Rayyan pun masuk ke dalam rumah sambil menenteng cooler bag. Zulaikha penasaran dengan isinya. 


"Raya, kamu bawa apa?" tanya Zulaikha sengaja memanggil nama Rayyan.


"Kak Zul, aku ini Ian." Rayyan dalam hatinya berkata, 'Kamu kira aku akan jatuh dalam perangkap anak kecil begitu?'


"Eh, iya lupa. Habis aku jadi kangen sama Raya," balas Zulaikha sambil menyeringai malu.


'Wah, jadi ini beneran Ian. Kalau lagi sendiri begini aku benar-benar nggak bisa membedakan bocah ini dengan kembarannya.' Zulaikha bicara dalam hatinya.


"Nanti akan aku sampaikan kalau Kak Zul sedang rindu sama Raya," ujar Rayyan sambil tersenyum manis.


"Ray—, Ian!" teriak Asiah berlari hendak memeluknya, tetapi Rayyan langsung melotot. Sehingga Asiah ganti memegang tangannya.


"Kamu bawa apa?" tanya Asiah melihat Rayyan bawa tas makanan.


"Es krim. Kata Raya untuk menghibur Asiah agar tidak bersedih," jawab Rayyan.


"Wah, nggak menyangka kalau si bocah tengil itu sangat perhatian sekali kepada putri cantik aku ini," kata Zulaikha dia kesal karena tahu Rayyan sudah mencium Asiah.


"Kak Zul baru tahu kalau Raya itu sangat perhatian pada Asiah?" tanya Rayyan dengan sedikit nada kesal.


"Sudah tahu. Sampai dia minta Bunda kalian untuk melamar Asiah," balas Zulaikha.


"Yuk, kita makan es krim di taman bunga belakang," kata Asiah sambil menuntun Asiah.


'Asiah terlihat senang sekali,' kata Zulaikha dalam hatinya.


***


     Setelah memastikan tidak ada siapa-siapa kedua bocah memanggil nama seperti biasanya. Tadi Asiah langsung tahu kalau yang datang adalah Rayyan. Karena di sekolah mereka juga sering berganti peran. Rayyan dan Raihan atau sebaliknya.


"Ini es krim stroberi kesukaan kamu," kata Rayyan sambil memberikan sekotak es krim berukuran sedang.


"Terima kasih," balas Asiah sambil menatap binar es krim di depannya.


"Aku dengar kamu, pindah sekolah?" tanya Rayyan.

__ADS_1


"Iya. Ayah juga marah saat tahu kita sudah berciuman," jawab Asiah dengan pelan.


"Ya, karena kita belum waktunya melakukan itu. Kita harus sudah besar dan sudah menikah," ucap Rayyan dan di iya kan oleh Asiah.


"Aku juga sebentar lagi masuk ke Sekolah Dasar dan pesantren bersama Raihan dan Rain. Jadi, kita tidak akan bertemu sangat lama sekali. Kamu jangan selingkuh!" ucap Rayyan dengan menatap Asiah.


"Iya. Apa sekolah Raya nanti sangat jauh?" tanya Asiah dengan wajah sendu.


"Lumayan jauh," jawab Rayyan.


"Jika aku rindu dan ingin sama kamu, bagaimana?" tanya Asiah.


"Kata Bunda cukup dia kan saja. Karena santri di sana tidak boleh bawa handphone. Lalu pulang juga saat liburan sekolah dan lebaran. Jadi kita bisa bertemu saat itu," jelas Rayyan.


"Apa Asiah juga ikut ke pesantren itu juga?" Asiah melirik pada bocah laki-laki yang sedang makan es krim rasa coklat.


"Tetap saja tidak akan bisa bertemu karena murid laki-laki dan perempuan itu dipisahkan." Rayyan menghapus air mata yang menetes di pipi Asiah.


"Tunggu aku sampai besar saja. Aku akan lulus dengan cepat agar bisa jadi guru kamu dan lulus bersama-sama," kata Rayyan.


"Janji, ya!" Asiah mengangkat jari kelingking dan Rayyan pun sama, mereka saling menautkan.


"Kamu harus setia menunggu aku," ucap Rayyan.


    Kedua bocah itu pun menghabiskan waktu dengan bercanda ria sambil makan es krim dan salad buah yang satu cup dimakan bersama-sama.


***


    Setelah selesai makan siang Bilqis dan Asma hendak kembali ke kantornya. Namun, ban motor itu pecah di tengah jalan.


"Aduh, bagaimana ini?" Asma memasang wajah panik karena jarak ke kantor masih jauh dan tidak ada bengkel di dekat sana.


TIN ...!


    Sebuah mobil berhenti di dekat mereka. Kaca jendela mobil pun terbuka dan menampilkan sosok bule yang sudah mentraktir makan siang tadi.


"Kenapa?" tanya William.


"Bannya pecah," jawab Asma.


"Sudah panggil tukang bengkel?" tanya William lagi. 

__ADS_1


"Belum, aku tidak punya nomor tukang bengkel," jawab Asma dengan nada malu.


"Kalau begitu mau aku kenalkan tukang bengkel kenalanku?" Si Bule menatap kedua gadis yang kini saling bisik.


"Boleh, hanya saja lama tidak, ya? Karena kami harus cepat-cepat kembali ke kantor," ujar Asma.


"Kalian ikut saja dengan aku. Motor biarkan saja di sana, nanti mereka akan ambil," ucap William sambil menghubungi seseorang lewat handphone miliknya. Dia pun bicara dengan orang di seberang sana.


***


    Akhirnya, William pun mengajak kedua gadis itu naik mobilnya dan mengantarkan mereka ke kantor perusahaan MAKMUR JAYA. Dalam perjalanan itu Bilqis duduk di depan karena di dorong oleh Asma saat William membukakan pintu mobil itu.


    Asma mencoba mendekatkan Bilqis dengan William. Apalagi saat sudah tahu kalau Bule ini yang sudah menolong hidup sahabatnya itu.


"Mister, apa sudah punya pacar?" tanya Asma kepo.


"Tidak," jawab William sambil tersenyum.


"Wah kebetulan sekali, Bilqis juga nggak punya pacar. Kalian berdua kelihatan cocok!" seru Asma sambil tersenyum menggoda.


"Asma~ kamu itu apa-apa sih, bicara seenaknya! Mister maafkan teman aku ini. Anggap saja suara kaleng jatuh," ujar Bilqis dengan pipi yang merona. William hanya tertawa.


"Sepertinya sudah sampai. Terima kasih, Mister!" ucap Asma kemudian turun dari mobil.


"Ya, sama-sama," balas William.


    Bilqis kesulitan membuka sabuk pengaman karena ada sebagian kain baju yang ikut ketarik. Dia mencoba membukanya dengan hati-hati takut sabuk pengaman rusak dan nanti dia harus menggantinya.


"Kenapa?" tanya William.


"Sepertinya baju aku ikut tersangkut," jawab Bilqis.


"Mana? Aku bantu bukakan," kata William sambil mendekat ke arah Bilqis.


    William pun bisa menarik dengan mudah. Hal ini malah membuat Bilqis merasa heran dan malu. Takut disangka sudah berbohong.


"Ini mudah terbuka," kata William dan mengangkat kepalanya. 


Deg!


     Jantung Bilqis serasa mau lompat keluar dari mulutnya karena saking terkejutnya dia. Wajah mereka begitu sangat dekat dengan mata yang saling bersimborok.

__ADS_1


***


Suit ... suit ... Bilqis mulai dag-dig-dug nih. Lalu bagaimana dengan William? Zulaikha mau mempersiapkan pesta pernikahannya. Kira-kira apa yang akan terjadi? Tunggu kelanjutannya kisah mereka, ya! Jangan lupa untuk selalu beri dukungan buat aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Semangatin aku dengan kasih Like dan Komentar 😘😘😘😘.


__ADS_2