
"Ada apa?" tanya Yunus sambil membangunkan tubuh nona mudanya itu. Namun, gadis itu hanya diam saja tidak memberikan reaksi apapun.
Tubuh Zulaikha lemas tak bertenaga. Sampai-sampai Yunus membopong dan membawanya ke UKS. Pancaran di matanya meredup.
"Zulaikha ...! Zulaikha!" Yunus mengguncangkan tubuh tuan putri yang seperti kehilangan jiwanya.
Yunus memberikan kayu putih di hidung dan tengkuk Zulaikha. Setelah kesadarannya mulai kembali, Yunus memberikan Zulaikha air minum.
"Katakan, ada apa?" tanya Yunus dengan lembut.
"Om ...." Zulaikha berhasil mengeluarkan suara lirih.
"Ada apa dengan Om kamu, itu?" tanya Yunus sambil menatap lekat pada Zulaikha.
"Dia kecelakaan," jawab Zulaikha singkat.
Yunus berdiri tegak. Dia menarik napasnya dan meninju angin. Keluar umpatan dari mulutnya meski pelan.
"Aku ingin ... ke rumah sakit!" Zulaikha menatap Yunus seolah memohon untuk membawanya ke sana.
"Baiklah, tapi habiskan dulu air minum kamu itu. Tadi kamu terlalu shock. Takutnya saat di sana, kamu malah semakin kacau." Yunus mana bisa menolak keinginan majikannya itu.
***
Zulaikha berlari menelusuri koridor rumah sakit. Dia memasuki ruang UGD. Dilihatnya Yusuf sedang terbaring tidak sadarkan diri. Kepalanya mendapat beberapa jahitan.
Mata Zulaikha sudah bengkak karena sejak tadi menangis tidak mau berhenti. Disentuhnya wajah rupawan yang kini di balut perban.
"Om, bangun!" suara lirih Zulaikha terdengar sangat menyakitkan bagi yang mendengarnya.
Sarah juga berada di sana. Sudah meminta kepada pihak keamanan di perusahaannya untuk melaporkan kepada pihak kepolisian atas kasus tabrak lari.
Sarah tidak suka saat melihat Zulaikha menggenggam tangan Yusuf dan menangisinya. Dia juga ingin melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Zulaikha. Namun, dia merasa canggung.
Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Yusuf sebelum di pindahkan ke ruang rawat inap. Untungnya luka itu tidak berakibat fatal. Sepertinya Yusuf sempat melindungi kepala dengan kedua tangannya. Jika, dilihat ada beberapa luka di kedua lengannya.
***
__ADS_1
Yunus tidak bisa dekat-dekat dengan Zulaikha karena ada Sarah juga di sana. Maka di menyamar menjadi pengunjung yang duduk tidak jauh dari ruang rawat inap Yusuf.
Pemuda yang menjadi ajudannya itu mencoba mencari tahu tentang kecelakaan yang menimpa Yusuf. Dia juga minta bantuan kepada tim keamanan Keluarga Hakim, untuk membantu melacak keberadaan motor yang sudah menabrak Ayahnya Asiah.
***
Saat Yusuf tersadar, dia merasakan kepalanya sangat sakit. Rasanya dia ingin memegang kepalanya. Namun, tangannya tidak bisa di gerakkan. Dia membuka matanya ternyata tangannya sedang di genggam oleh Zulaikha yang sedang tertidur sambil duduk. Jejak air mata masih membasahi wajahnya yang cantik.
Yusuf kembali mengingat kejadian yang menimpanya tadi saat di parkiran. Dia merasa yakin kalau orang itu sengaja menabraknya. Jika, kejadian tidak di sengaja pastinya bunyi klakson akan terdengar. Apalagi jalanan parkit begitu luas dan tidak ada kendaraan lain yang menghalangi.
Ayahnya Asiah itu ingin menggerakkan tangan kanannya tapi tidak bisa sangat sakit sekali. Jadinya, dia pasrah saja menunggu Zulaikha bangun.
"Anda sudah sadar?"
Yusuf mengalihkan penglihatannya kepada suara laki-laki yang baru saja masuk ke ruang rawat inapnya. Dia merasa tidak mengenal pemuda berseragam putih abu-abu itu.
"Kamu siapa?" tanya Yusuf.
"Aku Yunus temannya Zulaikha. Aku membawanya ke sini karena dia begitu sangat shock bahkan raganya itu sesaat kehilangan jiwanya, saat mendengar Anda mengalami kecelakaan," jawab Yunus.
Yusuf melihat ke arah gadis nakalnya. Ingin dia menyeka air mata yang masih terlihat keluar dari matanya.
"Apa Anda merasa kalau kecelakaan itu di sengaja dilakukan oleh seseorang?" tanya Yunus. Lagi-lagi Yusuf menganggukkan kepalanya.
"Orang itu adalah suruhan dari seseorang yang menyimpan dendam kepada Zulaikha. Dia ingin meneror Zulaikha dengan melukai orang-orang yang disayangi olehnya," ucap Yunus.
Betapa terkejutnya Yusuf saat mendengar kabar barusan. Dia tidak menyangka ada suatu rahasia yang disembunyikan oleh Zulaikha darinya.
"A–Apakah ... nyawa Zulaikha, dalam bahaya?" tanya Yusuf terbata-bata.
"Iya. Dan dia sering sembrono dengan nekad tidak mau menjauh dari Anda dan Asiah. Karena besarnya rasa cinta dan sayang dia kepada kalian," jawab Yunus. Hal ini membuat Yusuf menatap lekat kepada anak perawan yang masih menggenggam tangannya.
***
Sarah sedang berjalan di koridor tanpa sengaja melihat Bilqis yang berjalan berlawanan arah dengannya. Dia pun menyapa bawahannya itu.
"Bu Bilqis, sedang apa di sini?" tanya Zulaikha penasaran.
__ADS_1
"Bu Sarah. Bapak baru saja menjalani operasi pemasangan ring pada jantungnya," jawab Bilqis.
"Oh. Bagaimana hasilnya?" tanya Sarah lagi.
"Bapak masih belum sadar," jawab Bilqis dengan nada sendu.
"Semoga Bapak kamu cepat sembuh," ucap Sarah dengan penuh empati.
"Aamiin. Ibu Sarah sendiri, sedang apa di sini?" tanya Bilqis penasaran biasanya wanita pekerja keras ini selalu berada di kantornya saat jam kerja.
"Pak Yusuf mengalami kecelakaan tadi," jawab Sarah.
"Innalilahi wa innailaihi rojjiun. Lalu, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Bilqis dengan nada panik.
"Untungnya luka itu tidak terlalu fatal. Namun, saat ini dia belum sadar."
"Astaghfirullahal'adzim. Bolehkah saya melihat keadaan, Pak Yusuf?" Bilqis merasakan hatinya tidak tenang.
"Boleh. Saya juga sedang menuju ke ruangannya."
***
Zulaikha merasa kalau ada yang memanggil namanya. Dia pun membuka mata dan sangat senang saat orang yang khawatir olehnya itu sudah sadar.
"Om!" tanpa sadar Zulaikha langsung memeluk tubuh Yusuf sambil menangis senang.
"Akhirnya, Om sadar juga!" Zulaikha langsung melepaskan pelukannya karena takut menekan lukanya saat mendengar desisan dari Yusuf.
Ada dua orang wanita yang baru masuk langsung terkejut saat melihat Zulaikha memeluk tubuh Yusuf. Terlihat rasa cemburu dari pancaran mata mereka. Apalagi saat Yusuf menghapus air mata di wajah gadis belia itu.
"Hem ... hem!" Sarah berdeham dengan keras berusaha menyadarkan dua orang itu. Dan benar saja, akhirnya mereka mengalihkan perhatiannya ke arah pintu.
"Anda sudah sadar?" tanya Sarah.
'Bilqis ... Sarah ...,' kata Yusuf dalam hatinya.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.