Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Zulaikha Diserang


__ADS_3

      Mobil yang dikendarai oleh Yunus melaju dengan kencang dan kedua mobil itu juga menambah kecepatan di atas rata-rata agar bisa menyusul mobil yang ditumpangi oleh Zulaikha.


"Kenapa kamu nggak ngebut juga kayak mereka?" tanya Zulaikha sambil melirik ke arah Yunus yang sedang mengemudi dengan santai.


"Aku tidak mau melanggar hukum rambu-rambu lalu lintas," jawab Yunus.


"Oh. Kamu itu ternyata orang yang patuh terhadap aturan, ya. Kalau aku malah sering suka melanggar aturan," balas Zulaikha dengan senyum seringai malu.


"Melanggar aturan saja bangga," gumam Yunus.


"Tuh 'kan jadi ke susul sama mereka!" Zulaikha melihat salah satu mobil melaju mendahului mobil mereka. Sementara itu, mobil satunya lagi berada tepat di belakang mobil mereka.


     Yunus menghentikan laju mobilnya. Bukan berarti dia tidak bisa menyalip dan meninggalkan mereka dengan mengebut. Kalau sekarang dia melepaskan para cecunguk itu. Maka selamanya Zulaikha akan berada dalam ketakutan bayang-bayang nyawanya di incar.


"Ingat apa kata-kata aku tadi. Jangan buka pintu mobil apapun yang terjadi. Tutup mata dan telinga kamu!" perintah Yunus dan Zulaikha pun mengangguk tanda mengerti.


     Yunus turun dari mobil dan penumpang mobil yang berhenti di depannya ada 6 orang turun dari sana. Sedangkan dari mobil belakang ada 4 orang. Total yang harus di lawan oleh Yunus ada 10 orang.


     Rata-rata mereka membawa tongkat pemukulan baseball. Sementara Yunus melawan mereka dengan tangan kosong karena tidak membawa benda seperti itu untuk di jadikan alat.


     Yunus memperhatikan mereka satu persatu. Dicari orang yang diperkirakan lemah dalam berkelahi. Yunus memperhatikan kuda-kuda mereka. Dari 10 orang itu hanya 3 orang yang memakai kuda-kuda, siap untuk adu kekuatan. Dalam satu gerakan Yunus berhasil merebut salah satu tongkat baseball dan menjatuhkan lawannya.


     Yunus memegang tongkatnya, dan menendang perut lawannya sampai dia terlempar ke belakang. Melihat teman mereka tumbang dalam satu serangan, membuat teman-temannya yang lain langsung menyerang Yunus secara bersamaan.


Bugh!


Bugh!

__ADS_1


     Yunus menyerang dan bertahan secara bersamaan. Kini dia menggunakan dua tongkat untuk menghadapi musuhnya. Dalam waktu 2 menit, Yunus berhasil mengalahkan 8 orang lawannya. Tinggal sisa 2 orang lain.


"Ayo, maju! Siapa yang akan maju duluan?" Yunus memanasi lawannya.


     Terlihat lawannya saling memberikan kode. Lalu keduanya menyerang Yunus secara bersamaan. Mereka melemparkan tongkat baseball ke arah kaki dan kepala Yunus. 


     Tongkat yang mengarah pada kepalanya bisa Yunus hindari. Namun, tongkat yang di lemparkan ke kakinya tidak bisa dihindari karena perhatian Yunus ke arah tangan kedua musuhnya yang saat ini memegang pistol dan mengarah padanya. 


     Yunus merasakan sakit di tulang kering kaki kiri. Melihat lawannya mengacungkan pistol ke arahnya, Yunus langsung melemparkan salah satu tongkat ke arah mereka.


Dor!


Dor!


     Salah satu dari lawannya ternyata menyimpan pistol lain di balik punggungnya. Peluru itu mengarah pada Yunus, tetapi berhasil dia hindari. 


"Awas!" teriak Zulaikha.


Dor!


     Teriakan Zulaikha menyadarkan Yunus akan musuhnya yang ada di belakang. Meski sempat menghindar tangan kirinya terserempet timah panas. Darah pun keluar dari tangan bagian atas.


"Yunus, kamu tidak apa-apa?" teriak Zulaikha mengkhawatirkan keadaan ajudannya.


"Zulaikha, tutup kaca jendela mobilnya!" teriak Yunus ketika salah seorang dari lawannya yang masih bertahan mencoba berlari mendekati majikannya itu.


     Zulaikha pun langsung menutup kaca jendelanya. Musuh menggedor kaca mobil minta Zulaikha untuk membukanya. Namun, gadis itu diam saja. Maka, lawannya mengambil salah satu tongkat pemukul baseball dan mengayunkan sekuat tenaga pada kaca mobil milik Zulaikha. 

__ADS_1


     Serangan musuh ke Zulaikha yang ada di dalam mobil. Membuat Yunus marah. Dia dengan cepat menghabisi 2 lawan yang ada di hadapannya. Dalam kurang waktu semenit, lawannya itu dibuat tumbang dan tidak berdaya. Sisanya satu orang lagi yang kini sedang memukuli mobil. Kaca mobil itu sudah retak-retak pecah. Baik yang kaca depan atau samping.


      Yunus pun menendang tubuh lawannya dengan sangat kuat. Sampai lawannya itu terpelanting kemudian berguling di atas aspal.


***


     Sementara di kantor Yusuf, hatinya merasa tidak tenang. Pikiran dia tiba-tiba saja dipenuhi oleh Zulaikha.


"Kenapa aku malah kepikiran gadis nakal itu, ya?" Kata Yusuf bergumam.


     Yusuf pun mengambil handphone dan menghubungi si gadis nakal. Dalam deringan ke dua panggilan itu di respon oleh Zulaikha.


"Assalamu'alaikum," 


[ Wa'alaikumsalam. Om tolong aku!]


"Ada apa? Kamu sekarang berada di mana?" Terdengar pukulan yang begitu keras.


[ .... ] 


     Yusuf pun bergegas ke luar kantor dan menuju ke tempat yang di beritahu oleh Zulaikha barusan. Dia sangat panik ketika mendengar sedang di serang oleh sekelompok orang.


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


  

__ADS_1


__ADS_2