
Suasana hati Zulaikha sedang baik bahkan merasa sangat bahagia. Dia kebetulan hari ini pergi ke sekolah. Tentu saja dengan Yunus yang menyamar sebagai murid pindahan. Hal yang aneh untuk murid kelas 3 SMA di pertengahan tahun ajaran untuk pindah ke sekolah baru. Namun, dengan kuasa keluarga Khalid, Yunus bisa masuk ke sekolahan Zulaikha.
"Yunus, kamu jangan panggil aku Nona. Ingat itu!" titah Zulaikha.
"Baik, Zul," kata Yunus.
"Ish.... Kenapa panggil aku, Zul? Panggil aku dengan Zulaikha!" perintah Zulaikha lagi untuk Yunus.
Mimik wajah kesal Zulaikha malah terlihat menggemaskan di mata Yunus. Entah kenapa Yunus malah jadi ingin menggodanya terus.
"Aku rasa itu tidak ada masalah. Baik itu 'Zul' atau 'Zulaikha' kan sama saja," balas Yunus.
"Akh! Tidak ... tidak! Beda. Zul itu sering dipakai oleh laki-laki. Aku ini anak gadis perawan keluarga Basir. Bisa jatuh pamor aku, nanti." Zulaikha bertolak pinggang dengan pipi dikembungkan dan mata belo melotot ke arah Yunus.
Yunus menahan tawanya. Awalnya dia tidak mau saat ayahnya meminta dia menjadi pengawal seorang Nona Muda dari keluarga Basir. Dia berpikiran pastinya Nona Muda ini memiliki sifat arogan.
Namun, saat Bintang dan Ghazali menjelaskan duduk permasalahan yang sedang dihadapi Zulaikha, dia langsung menyetujuinya. Tanpa tahu bagaimana karakter gadis ini.
Kelakuan Zulaikha yang sering berbuat konyol dan petakilan ketika bersama orang-orang di sekitarnya. Membuat Yunus merasa nyaman. Zulaikha tidak perasa kalau dirinya adalah putri seorang konglomerat yang harus dipuji dan dihormati.
Bukan hanya Zulaikha yang mempelajari daftar riwayat hidup calon bodyguard-nya. Begitu juga dengan Yunus, dia mempelajari riwayat hidup calon orang yang harus dilindungi olehnya.
__ADS_1
"Baiklah. Zulaikha ...." panggil Yunus dengan mesra.
"Ish ..., kamu panggil aku dengan mesra begitu. Jangan-jangan kamu jatuh cinta sama aku, ya!" Dengan percaya dirinya Zulaikha bicara dengan gaya kecentilan yang paripurna.
"Ini orang PeDe banget ... justru sebaliknya. Sering yang terjadi itu si Nona yang jatuh cinta kepada bodyguard-nya. Dan itu bukan hal yang aneh, loh! Bisa saja nanti kamu yang jatuh cinta sama aku duluan," balas Yunus dengan senyum kemenangannya saat melihat Zulaikha membelalakkan lagi matanya.
"Apa, kamu bilang? Aku itu hanya cinta sama Om ganteng, Ayahnya Asiah. Tidak akan pernah berpaling darinya!" Sambil bertolak pinggang Zulaikha maju dua langkah sampai hampir menyentuh badan Yunus.
"Duda aja dibanggakan ...." gerutu Yunus.
"Kamu tahu istilah 'Duda lebih menggoda!' yang sering dikatakan banyak orang," ujar Zulaikha.
"Ahk! Kenapa kamu senang sekali membuat aku pusing!" Zulaikha menghentakan kakinya dan membalikan badan lalu pergi. Yunus mengikutinya dari belakang.
***
Gadis perawan berjilbab itu menganggukkan kepalanya. Dia merasa sangat bahagia saat sang pujaan hati menawarkan diri untuk menjadi calon pendamping hidupnya.
"Tapi, Pak ..., a–apa Asiah tidak akan marah, jika saya menjadi ibu sambungnya?" tanya Bilqis dengan terbata.
"Aku rasa tidak. Dia itu sangat sayang sama kamu. Apa kamu juga mau menyayangi dan memerima Asiah sebagai anak kamu?" Yusuf balik bertanya.
__ADS_1
"Iya. Aku bersedia. Aku juga sangat menyayangi Asiah," jawab Bilqis dengan wajah merona dan menatap Yusuf.
Keduanya pun pergi ke sekolah Asiah untuk makan siang bersama. Senyum kebahagiaan tercipta dari wajah mereka.
***
Zulaikha pun kini kembali ke apartemennya. Dia menyuruh Yunus untuk membereskan sendiri kamar yang berada di sebelah kamar tidurnya.
"Hai, Zulaikha! Apa kamu tidak pernah bersih-bersih tempat tinggal kamu?" tanya Yunus ketika memasuki kamar tak berpenghuni itu.
"Tidak. Karena pembantu kemarin aku pecat. Jadi, selain menjadi bodyguard yang menjaga keselamatan aku. Kamu juga merangkap tugas menjadi asisten rumah tangga," ucap Zulaikha dengan tawa jahatnya. Dia senang ketika bisa membuat Yunus kesal.
"Kalau begitu, kamu harus menggaji aku dua kali lipat!" tantang Yunus.
"Mana ada seorang asisten rumah tangga di gaji seharga hampir ratusan juta. Tidak! Aku nggak sudi," tolak Zulaikha.
"Baik. Terserah kamu saja. Aku juga nggak sudi jadi pembantu kamu!" Yunus dan Zulaikha saling beradu tatapan tajam.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.
__ADS_1