Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Bunda Baru


__ADS_3

     Yusuf dan Bilqis makan siang bersama Asiah. Ketiga orang itu sengaja makan siang di restoran dekat Yayasan Al-Huda.


"Ayah, kenapa kita makan di sini?" tanya Asiah.


"Karena Ayah ingin kita bertiga makan bersama di sini," jawab Yusuf.


     Bilqis tersenyum memperhatikan pembicaraan antara Yusuf dan Asiah. Mereka pun makan dengan lahap dan Asiah malah lebih suka makan bekalnya sendiri.


"Asiah ..., jika kamu punya Bunda baru, apa mau?" tanya Yusuf setelah selesai makan.


     Mendengar itu Asiah terdiam. Mengerutkan kening sampai alisnya hampir menyatu. "Bunda baru?" Asiah membeo.


"Iya. Jika, Ibu Bilqis menjadi pengganti Bunda, apa Asiah mau?" tanya Yusuf dengan harap-harap cemas.


     Bilqis tersedak saat minum. Dia tidak menyangka kalau Yusuf akan membicarakan hal ini dengan cepat kepada Asiah.


"Bukannya Ibu Bilqis sudah menjadi Ibu untuk Asiah. Sama seperti Mama Zulaikha. Dia juga sudah menjadi Mama Asiah," balas Asiah sambil mengayunkan kedua kakinya.


     Mendengar jawaban putri semata wayangnya, Yusuf kembali teringat akan gadis nakal yang selalu menempel padanya. Namun, Zulaikha bukan sosok yang dicari oleh Yusuf untuk menjadi ibu bagi Asiah.

__ADS_1


"Bu–Bukan Ibu atau Mama yang seperti itu. Tapi, Bu Bilqis akan menjadi ..., istri Ayah. Apa kamu setuju?" tanya Yusuf dengan gugup dihadapan anaknya.


"Istri Ayah?" Lagi-lagi Asiah membeo.


"Iya. Jika, Bu Bilqis menjadi istri Ayah, kita bertiga akan tinggal bersama. Seperti dulu saat kita sama Bunda, tinggal di satu rumah," ujar Yusuf.


"Apa nanti Bu Bilqis juga akan menginap di rumah kita?" Asiah menatap penuh tanya pada Yusuf.


"Iya. Bu Bilqis juga akan tidur dengan kita," jawab Yusuf.


"Mau. Asiah mau kalau Bu Bilqis menginap di rumah kita. Nanti kita ajak juga Mama Zulaikha, untuk menginap di rumah kita, Yah. Biar seru!" seru Asiah dengan nada riang gembira.


     Baik Yusuf dan Bilqis tersenyum miris. Pikiran Asiah belum sampai ke pemahaman maksud mereka.


     Hati Yusuf dan Bilqis mencelos di saat bersamaan. Kemudian keduanya saling tatap. Lagi-lagi nama Zulaikha menjadi akar yang menancap kuat dalam diri Asiah. Nama gadis penggoda Yusuf itu selalu saja disebut oleh bocah yang akan berulang tahun sebentar lagi.


"Tidak, Asiah. Kak Zulaikha tidak akan menjadi istri Ayah," jawab Yusuf.


"Kenapa?" tanya Asiah dengan mata yang sudah mulai mengembun.

__ADS_1


***


     Zulaikha tersenyum senang saat melihat Yunus sedang kerja rodi membersihkan kamar untuknya nanti. Menyapu, mengepel, mengganti seprai dan gorden. Dia lakukan itu seorang diri, sejak pulang sekolah tadi.


     Sementara itu, si tuan putri hanya duduk bertumpang kaki sambil memainkan handphone miliknya. Sekali-kali dia memotret Yunus yang sedang melakukan pekerjaannya itu.


"Foto ini untuk jaga-jaga nanti buat bahan ancaman bagi dia," gumam Zulaikha sambil tertawa jahil.


"Kamu kira aku ini gadis bodoh, apa?" gumam Zulaikha sambil memeriksa hasil jepretan kameranya.


"Zulaikha, aku mau mandi. Kamu masak buat makan malam kita!" titah Yunus.


"Kamu siapa? Nyuruh-nyuruh aku! Ogah aku masak buat kamu. Kamu saja yang masak!" tolak Zulaikha sambil memasang wajah galaknya dalam hati dia tertawa jahat.


'Aku 'kan makan malamnya di tempat Om ganteng. Terserah dia mau makan di mana juga. Dia 'kan sudah punya banyak uang,' kata Zulaikha dalam hati.


"Dosa, loh. Kamu sudah mendzolimi pegawaimu sendiri. Aku ini sekarang sedang bekerja dengan kamu, jadi sudah menjadi kewajiban kamu untuk memberi aku makan," kata Yunus sambil berdiri di samping sofa tempat Zulaikha berbaring sambil menumpang kan kakinya.


'Benarkah itu? Beneran dosa, nggak? Akh, tanya dulu sama Om ganteng,' kata Zulaikha sambil mengetik pesan untuk Yusuf.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit hadiah dan Vote-nya juga. Dukung aku terus ya. Terima kasih.


__ADS_2