
Aurora menantang Maria untuk menerima hukuman yang akan diterimanya. Aurora meyakinkan kalau hukuman itu sangat berat karena harus dilakukan seumur hidup.
Maria kembali berpikir untung dan rugi, jika dia bisa bersama Bilqis lagi. Dia yakin kalau Bilqis juga pasti akan menolongnya seperti yang sudah-sudah.
"Baiklah. Saya akan menerima hukuman itu untuk menggantikan Bilqis karena hanya ini yang bisa membuktikan kalau aku sayang dan peduli padanya," jawab Maria.
Aurora terkejut saat mendengarnya. Namun, tiba-tiba terlintas dalam otaknya untuk mengirimkan Maria ke markas tim keamanan di pulau terpencil sebagai juru masak. Pulau itu adalah tempat para penjahat berbahaya yang sudah tidak bisa di ampuni lagi karena kejahatannya. Para agen pembunuh bayaran yang dulu menculik Bintang (baca trio kancil, season Bintang) di penjara di sana juga.
"Bagaimana, Ibu Maria? Apakah Anda yakin mau menjalani hidup di pulau terpencil itu. Jangan takut karena di sana banyak narapidana yang akan menghibur Anda. Tapi, jika rasa masakan itu tidak mereka sukai. Maka mereka akan ngamuk dan tentunya Anda lah yang akan menjadi sasaran," ujar Aurora.
Mendengar itu nyali Maria menjadi menciut. Dia tidak menyangka kalau hukuman yang harus dijalani itu sama saja dengan pembuangan dirinya. Dia tidak mau hidup dalam buangan seperti itu. Dia ingin hidup bebas dan bahagia.
"Kalau itu hukuman yang harus aku jalani, maka aku menolaknya," balas Maria.
'Dia pikir aku ini bodoh. Mau-maunya di kirim ke pulau para penjahat.' Maria menggerutu dalam hatinya.
"Kalau Anda menolak, maka hubungan Anda dengan Bilqis sudah benar-benar terputus," ucap Aurora.
"Aku lebih baik memutuskan hubungan dengan anak tiriku dari pada harus hidup di pulau itu," pungkas Maria dan itu di saksikan banyak orang.
"Nah, berarti sekarang semua sudah libatkan bagaimana perlakuan Ibu Maria ini kepada menantu keluarga Green. Jadi, tidak benar kalau Bilqis yang membuang ibu tirinya. Tapi, ibu tirinya lah yang sudah membuang Bilqis. Jangan membuang, lebih tepatnya dia juga pernah menjual Bilqis kepada rentenir untuk melunasi utang-utang anak kandungnya sendiri. Sungguh menjijikan perbuatan Anda itu, Bu Maria. Harta anak yatim kamu rampas. Sudah begitu kamu jual dirinya. Kalau saja waktu itu tidak ada William yang menolong Bilqis, entah apa yang akan terjadi padanya," ujar Aurora dengan nada sarkas saking marah dan kesal dirinya pada wanita tidak tahu malu ini.
Orang-orang pun kini tahu kehidupan masa lalu Bilqis. Banyak mereka yang simpatik kepada sang mempelai wanita. Cacian dan makian pun banyak terlontar dari mulut mereka kepada Maria.
Mendapat perlakuan seperti itu, Maria pun pergi dari kediaman Khalid. Dia terus mengeluarkan sumpah serapah pada orang-orang yang ada di sana. Terutama kepada Aurora dan Bilqis.
***
Berita kelahiran putri dari pasangan Bintang dan Ghazali menjadi penghibur setelah kejadian tadi. Zulaikha pun merengek pada suaminya ingin melihat bayi itu.
__ADS_1
"A~ang, cepat jalannya kenapa lambat banget," kata Zulaikha sambil menarik tangan Yusuf.
"Sabar dong, Sayang. Ingat, kamu ini sedang hamil besar. Harus lebih berhati-hati," balas Yusuf.
"Oh, iya. Maafkan Mama ya, Dek." Zulaikha mengusap perutnya yang buncit. Yusuf hanya tersenyum tipis melihat tingkah istrinya.
***
Zulaikha dan Yusuf pun masuk ke ruang rawat Bintang. Temannya itu masih beristirahat. Hanya ada Ghazali, Alex, dan Khalid yang duduk di sofa.
"Om, mana bayi nya. Aku ingin lihat!" kata Zulaikha.
"Itu boks bayi di belakang kamu, bayinya," balas Ghazali sambil berjalan mendekat.
"Bayi baru lahir kok gini wajahnya?" Zulaikha menatap aneh pada bayi itu.
"Apanya yang aneh? Yusuf balik bertanya.
"Bayi ini kan baru lahir, lihat besok bayi ini akan berubah menjadi cantik," bisik Yusuf.
'Ini bayi lebih cantik dibandingkan saat Asiah baru keluar. Aku yakin ini bayi akan semakin cantik dari hari ke harinya.' Yusuf bergumam dalam hati.
"Bukan hal yang aneh jika bayi yang baru keluar dari rahim ibunya akan terlihat seperti bayi alien di dalam film. Jika sudah lama di luar akan hilang kulit-kulit keriputnya. Mungkin nanti sore atau malam juga akan sudah berubah," kata Ghazali.
"Apa bayi yang nanti dilahirkan oleh aku juga akan seperti ini ... berkeriput?" tanya Zulaikha.
"Ya, tentu saja," jawab Yusuf dan Ghazali bersamaan.
"Tidak! Aku nggak mau bayi aku jelek," teriak Zulaikha.
__ADS_1
"Berisik!" teriak Bintang.
"Zul, bisa diam nggak kamu. Mengganggu orang lagi istirahat saja," gerutu Bintang.
"Bintang, aku mau tanya. Saat melahirkan itu sakitnya seperti apa?" tanya Zulaikha sambil menggoyangkan lengan pasien yang sedang berbaring.
"Ya, mulas ... sakit banget. Seperti ingin buang air besar. Tapi sakitnya lebih terasa beberapa tingkat. Itu juga cuma sebentar," jawab Bintang.
"Kalau sakit banget, kenapa kamu sering sekali hamil?" tanya Zulaikha.
"Sebaiknya kamu tanyakan pada wanita yang sering melahirkan dari pada aku. Aku hamil dan melahirkan cuma tiga kali. Sana tanya pada wanita yang sudah mengandung dan melahirkan sampai lima atau enam kali," jawab Bintang dengan kesal.
"Aku kalau merasa sangat sakit saat melahirkan cukup sekali saja. Kalau sakitnya bisa aku tahan, aku akan melahirkan bayi lebih banyak dari kamu," ucap Zulaikha dan Yusuf terbelalak mendengar perkataan istrinya.
"Terserah kamu saja. Aku punya anak enam sekarang. Maka setidaknya kamu harus punya anak tujuh kalau ingin lebih banyak dari aku," balas Bintang.
"Ya, aku akan sering buat anak sama suami aku nanti. Bayi yang lebih cantik dan tampan dari anak-anak kamu," lanjut Zulaikha.
Yusuf memijat keningnya. Istrinya itu selalu tidak mau kalah sama Bintang.
"Kamu itu kenapa sih? Selalu saja panas sama aku. Jangan-jangan hari ini kamu ingin melahirkan juga," omel Bintang.
***
Zulaikha ada-ada saja. Ngatain bayi Bintang jelek. Apakah Zulaikha juga akan melahirkan atau menunggu sampai waktunya? Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗
***
Sambil menunggu William dan Bilqis menggelar pesta pernikahannya. Dan Kehebohan apalagi yang akan terjadi pada Zulaikha dan Yusuf. Yuk baca karya teman aku ini. Ceritanya bagus dan seru pokoknya.
__ADS_1