Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 17. Rayyan dan Asiah Kepergok


__ADS_3

     Setelah berpisah dengan Alin dan Raihan, Rain mengajak Rania makan di restoran Nusantara yang ada di Mall Mega. Jika, hilang napsu makan ajaklah Rania, makan kamu akan ikut terbawa arusnya untuk memakan makanan yang dia makan. Itulah yang sering Rain lakukan. Mengajak sepupunya makan atau keliling mencari jajanan kuliner sering mereka lakukan. Apalagi Rania tahu tempat-tempat yang menyediakan makanan enak.


"Kak Rain, mau makan apa?" tanya Rania sambil membuka menu yang disajikan hari ini.


"Samakan saja dengan milikmu," jawab Rain sambil mengutak-atik handphone miliknya.


"Mbak, aku pesan nasi, rendang, telur dadar, cincang daging, rebusan daun singkong dan sambalnya yang banyak. Lalu minumannya air putih saja," kata Rania pada seorang pelayan perempuan yang sejak tadi malah terus memperhatikan Rain.


"Tumben tidak pesan air jus," kata Rain mengalihkan pandangannya pada Rania.


"Sedang nggak mood buat minum yang manis-manis," balas Rania.


"Hm," balas Rain dan kembali sibuk dengan handphone-nya.


     Pelayan itu masih diam saja menatap dan mengagumi ketampanan Rain. Rania menatap jengah pada pelayan wanita yang tidak memberikan pelayanan terbaik bagi pembelinya.


"Kak, sepertinya kita tidak akan dilayani di sini. Kita pindah saja, yuk!" Rania langsung berdiri dan itu membuat kursi yang tadi di duduknya bergeser dengan keras dan menyadarkan si pelayan itu.


    Rania yang terlanjur kesal langsung menarik tangan Rain dan pergi dari sana. Mereka tidak menghiraukan panggilan si pelayan. 


     Wajah cemberut Rania yang selalu bikin gemas orang-orang yang melihatnya. Begitu juga dengan Rain, dia dan sepupu-sepupu lainnya malah senang dan sering membuat Rania cemberut.


"Kenapa memasang wajah cemberut begitu di tempat umum. Lihat mereka banyak yang memperhatikan kamu," ucap Rain dengan nada datarnya. Seakan dia tidak rela jika banyak orang, apalagi laki-laki memperhatikan wajah Rania yang menggemaskan. Hanya dia dan saudara-saudara yang boleh menjahilinya dan melihat wajah dan rengekan Rania.


"Habis kesel banget tuh, sama pelayan wanita itu. Kayak nggak pernah lihat makhluk yang namanya laki-laki," gerutu Rania.

__ADS_1


"Kita makan di pinggir jalan saja, Kak." Rania masuk ke dalam mobil Rain. Sementara pemuda itu diam tidak membalas ucapan gadis ABG itu. Dia melajukan mobilnya dengan cepat ke tempat tujuan yang terlintas dalam kepalanya.


***


       Setelah makan siang, Rayyan dan Asiah mendatangi sebuah butik terkenal yang ada di mall itu. Asiah merasa tidak nyaman dengan beberapa pelayan wanita di sana yang terus saja curi-curi pandang pada kekasihnya. Sementara itu, Rayyan masa bodo dengan keadaan sekitarnya. Dia sedang fokus memilihkan baju untuk Asiah pakai di malam nanti. Dia ingin makan malam romantis dengan kekasihnya.


"Kamu pakai ini, sepertinya cocok," kata Rayyan menyerahkan sebuah gamis berwarna pastel dan sudah satu set dengan jilbabnya.


"Aku mau yang merah ini," ujar Asiah memegang gamis yang bermodel mewah dan glamor.


"Itu tidak cocok digunakan untuk acara nanti malam. Kamu pakai saja yang ini. Baju ini tidak terlalu banyak hiasannya dan aku rasa ini sangat cocok dengan diri kamu yang hangat dan sederhana," jelas Rayyan. 


     Meski dengan berat hati Asiah pun menyetujui baju itu. Mood dia semakin jelek saat salah seorang pelayan wanita di sana menubruk tubuh Rayyan. Asiah mengira itu adalah akal-akalan si pelayan itu.


     Langkah kaki Asiah dihentak-hentakan, tanda dia sedang marah. Maka Rayyan pun mengajaknya ke stand es krim yang ada di dekat kasir bagian makanan ringan. Es krim rasa strawbery dengan cup berukuran sedang, sudah bisa mengembalikan mood Asiah menjadi baik lagi.


     Rayyan pun berputar dan masuk ke dalam mobilnya. Belum juga dia memasang sabuk pengaman. Asiah sudah menyerang duluan, ditariknya baju pemuda itu dan di ciumnya bibir yang sudah menjadi candu baginya. Dia mencium kekasihnya dengan lembut, tetapi menuntut.


      Pergaulan Asiah saat di London, membuatnya tidak merasa aneh untuk melakukan hal itu dengan orang yang dicintainya. Bahkan teman-temannya saat di sana banyak yang sudah melakukan **** bebas. Asiah tidak berani untuk sampai melakuakan hal itu. Apalagi Rayyan juga tidak mau melakukan hal itu sebelum menikah.


"Asiah hentikan. Sudah aku bilang cukup satu kali sehari. Kamu sudah lebih dari lima kali melakukannya di Mall hari ini," kata Rayyan setelah menguraikan tautan mereka.


"Aku tidak suka saat para perempuan itu menatap kamu, A~." Asiah memasang kembali wajah cemberutnya karena cemburu.


    Rayyan menarik napasnya. Lalu dia menangkup wajah Asiah. Dipandanginya wajah kekasihnya dan diusapnya pipi mulus itu dengan ibu jarinya.

__ADS_1


"Sudah aku bilang 'kan tadi, jangan kencan di mall. Tapi, kamu tetap bersikukuh ingin jalan-jalan di mall," kata Rayyan.


"Habis, Aa sekarang sering sibuk di kerja. Waktu buat aku jadi sedikit," gerutu Asiah.


    Rayyan membuka cup es krim dan menyuapi Asiah, agar kekasihnya itu tidak cemberut lagi. Hanya dengan perhatian ekstra yang selalu diinginkan oleh Asiah darinya.


"Aku kerja juga 'kan untuk kebutuhan kita setelah menikah nanti. Masa aku akan diam terus di rumah tanpa melakukan kewajibannya untuk mencari nafkah untuk keluarga aku." Rayyan berbicara sambil menyuapi Asiah.


"Aku … hanya ingin kamu juga memperhatikan keadaan diriku. Apa kita juga menikah dulu seperti Ian? Agar kita bisa banyak menghabiskan waktu bersama," ucap Asiah.


"Aku tahu apa yang ada di dalam otak kamu saat ini," ucap Rayyan sebelum Asiah bicara dia langsung memasukan satu sendok penuh es krim ke mulutnya.


"Kalau aku ketahuan menikah, pastinya akan langsung dipecat," lanjut pemuda itu.


***


      Malam harinya, Rayyan dan Asiah makan malam di sebuah restoran mewah dan di ruang privat. Asiah memakai baju yang di pilih oleh Rayyan tadi di butik. Ditambah make full tetapi tidak menor, membuat Asiah sangat cantik malam ini.


     Keduanya saling menggenggam tangan dan lempar senyum satu sama dengan yang lain. Rayyan ingin mengenang hari ini sebagai malan yang indah. Dia pun sudah menyiapkan tempat yang romantis.


"Pak Rayyan, apa yang sedang Anda lakukan di sini?" tanya salah satu dosen rekannya di kampus. Saat berpapasan dengan laki-laki campuran bule itu di dalam restoran.


Betapa terkejutnya Rayyan karena kepergok sedang bersama Asiah. Gadis itu langsung menunduk menyembunyikan wajahnya.


***

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankan status hubungan mereka terbongkar? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote, Gift dengan menonton iklan juga ya 😊. Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗🤗.


__ADS_2