Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Ibu Tiri atau Ibu Sambung


__ADS_3

     Setelah makan malam selesai, Asiah tidak mau di ajak pulang. Dia masih ingin main dulu dengan Si Kembar. Apalagi mereka memamerkan mainan baru yang baru dikirim oleh William dari Amerika. Mobil remote control yang bisa berubah menjadi Robot. Ketiga bocah itu senang saat bergiliran memainkannya. 


     Zulaikha merasa iri melihat keromantisan antara Fatih dan Mentari. Perhatian Fatih terhadap istrinya yang sedang hamil muda itu kadang terlihat posesif, tapi kelihatannya sangat manis. Pancaran sinar mata mereka juga memperlihatkan betapa besarnya rasa cinta yang mereka miliki.


"Ya Allah, aku juga ingin seperti itu dengan si Om Ganteng. Kapan kita bisa saling menatap dengan perasaan penuh cinta seperti itu?" gumam Zulaikha.


     Zulaikha sudah mendapatkan tips dari Mentari bagaimana cara menaklukkan hati laki-laki. Terutama hati suami. Namun, mengingat mereka belum menjadi suami istri jadi ada batasan.


"Salah satu cara menaklukkan hati laki-laki, dengan ketulusan hati dalam memberikan perhatian ... Ini sudah aku lakukan. Terus, menyenangkan perutnya ... aku tidak bisa masak! Huh, apa aku harus les belajar memasak?" Zulaikha bergumam sambil berpikir, tanpa dia sadari sejak tadi Yunus duduk dibelakangnya saling memunggungi. 


"Kalau membuatnya puas di atas ranjang itu bisa dilakukan setelah menikah," lanjut Zulaikha.


"Eh, tunggu. Bukannya tadi si Om mau pergi ke rumah Bilqis, ya? Hari ini. Berarti nggak jadi!" Zulaikha merasa sangat senang.


     Yusuf sangat terkejut. Dia sampai lupa akan mendatangi rumah Bilqis karena Asiah tiba-tiba menghilang. Dia pun mencari ponselnya. Lagi-lagi benda itu tidak ada padanya.


"Apa ponselku tertinggal lagi di apartemen?" Yusuf menguar rambutnya menyadari keteledoran dirinya.


"Aku harus secepatnya meminta maaf pada Bilqis." Yusuf pun hendak menghampiri Asiah yang masih bermain dengan si Kembar. Ketiga bocah itu bermain sambil berceloteh.


"Jadi, Bu Bilqis itu mau menjadi istri Ayah kamu? Itu berarti akan menjadi ibu tiri, ya?" Raihan berpose seperti sedang berpikir.


"Ibu tiri? Bukan. Bu Bilqis itu mau menjadi ibu sambung aku," jawab Asiah.


"Ibu tiri dan ibu sambung itu sama artinya," balas Raihan.

__ADS_1


"Kalau begitu nanti Mama Zulaikha nggak akan jadi Mama kamu lagi, dong!" ucap Rayyan.


"Nggak mau! Mama Zulaikha itu Mama aku!"


"Kan katanya Ayah kamu mau menikah sama Bu Bilqis? Jadinya, Mama Zulaikha nanti akan pergi karena tidak boleh dekat dengan suami orang lain," jelas Rayyan.


"Iya. Kasihan nanti sama Mama Zulaikha kalau dekat dengan Ayah kamu terus. Dia akan di sebut pelakor sama orang lain. Itu 'kan jelek," lanjut Raihan.


"Aku nggak mau Mama Zulaikha pergi! Aku maunya Mama Zulaikha terus bersama aku!" teriak Asiah dengan mata berkaca-kaca.


     Teriakan Asiah memancing orang-orang dewasa di sana. Yusuf yang mendengar ucapan putrinya barusan merasa bersalah. Dia berniat mencarikan ibu sambung tanpa membicarakan dulu dengan Asiah. Bukannya dia mencari wanita pengganti istrinya itu untuk Asiah. Dia selama ini berpikir kalau Asiah pasti akan senang jika memiliki sosok yang mirip Bundanya sebagai ibu tirinya.


     Yusuf memeluk tubuh Asiah yang kini menangis sesenggukan. "Ayah jangan menikah dengan Bu Bilqis, nanti Mama Zulaikha akan pergi!" pinta Asiah dalam pelukan Yusuf.


"Raya ... Ian! Ada apa ini? Kenapa, Asiah sampai menangis?" tanya Fatih begitu sampai di sana.


"Iya. Kasihan dong, Mama Zulaikha. Nanti dia di bilang pelakor sama orang lain karena nempel terus sama Ayahnya Asiah," lanjut Raihan.


     Keempat orang dewasa di sana terdiam mendengar ucapan si Kembar. Memang ada benarnya juga. Namun, kurang tepat juga. Sebab, Asiah masih bisa dekat dengan Zulaikha meski tidak jadi ibu tirinya.


"Pak Yusuf, maafkan ucapan anak-anak kita." Mentari merasa bersalah karena kini Asiah kembali bersedih akibat si Kembar.


"Sayang. Ayo, minta maaf sama Asiah!" titah Mentari kepada si Kembar.


"Tapi, itu 'kan benar, Bun." Raihan dan Rayyan langsung menundukan kepalanya begitu melihat mata Bunda mereka yang menatapnya tajam.

__ADS_1


"Asiah ... maafkan kami. Kamu mau 'kan memaafkan kami?" tanya si Kembar bersamaan.


     Yusuf pun menyuruh Asiah untuk memaafkan si Kembar. Namun, Asiah malah semakin mengeratkan pelukannya di leher sang Ayah.


     Melihat itu, Zulaikha mencoba membujuk Asiah. Akhirnya, Asiah mau juga memaafkan si Kembar setelah Zulaikha bilang, kalau dia akan menjadi Mamanya Asiah selama-lamanya.


"Kalian, jangan jahat sama aku lagi, ya. Nanti aku akan marah sama kalian," ucap Asiah sambil mengulurkan tangannya. 


     Ketiga bocah itu sudah kembali akur dan tersenyum bersama lagi. Kebersamaan mereka pun berakhir karena hari sudah sangat malam. Melebihi waktu tidur mereka.


***


"Zulaikha, terima kasih," ucap Yusuf pada gadis yang duduk di jok belakang sambil memeluk tubuh Asiah yang sudah tertidur.


"Iya, Om. Ini juga aku lakukan karena rasa sayang aku kepada Asiah," balas Zulaikha sambil mengusap kepala Asiah dengan penuh sayang.


Meski Zulaikha hidup jauh dan kurang kasih sayang dari orang tua kandungnya. Namun, orang-orang di sekitarnya memperlakukan dia dengan baik sejak masih kecil. Pelayanan dan pengasuhnya semuanya menyayangi dia. Meski begitu, dia tetap merasa kesepian karena ketidak hadiran kedua orang tuanya dalam keseharian yang dilaluinya.



Zulaikha mulai berubah setelah satu per satu orang yang menyayangi dirinya pergi. Semua orang yang tulus menyayangi dia digantikan dengan orang-orang yang penuh kepura-puraan. Dia tidak menyukai ini.


"Apa, Om akan melamar Bu Bilqis?" tanya Zulaikha.


***

__ADS_1


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya, mumpng hari Senin 😁😁😁. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2