
William pun membawa Bilqis ke taman samping hotel yang terdapat taman bunga dan air mancur yang dihiasi lampu-lampu. Keduanya duduk di kursi besi yang ada di sana.
Malam ini langit cerah tanpa adanya awan. Di langit pun terlihat bintang yang bertebaran meski tidak banyak.
"Tunggu di sini, ya! Aku bawa dulu cemilan," kata William. Dia membuka jasnya dan memakaikan pada tubuh Bilqis.
Diperlakukan seperti ini oleh laki-laki yang disukai olehnya, membuat Bilqis bahagia tidak terkira. Senyum manis dia layangkan untuk laki-laki bule itu.
Tidak berapa lama datang William sambil membawa satu piring penuh makanan manis. Dia pun duduk di samping Bilqis.
"Ayo, makanlah! Kita habiskan ini sama-sama," ucap William sambil menyodorkan piring, sementara sebelah tangan kanan memasukan satu potong Pai Susu ke mulutnya.
"Terima kasih, Mister." Bilqis pun mengambil satu potong kue brownies ditaburi dengan keju dan memakannya langsung. Tanpa dia tahu ada krim yang menempel di bibir atasnya.
William yang sering gemas jika ada krim yang menempel selalu ingin membersihkannya. Biasanya dia akan memberi tahu kalau ada makanan yang menempel pada orang tersebut. Entah apa yang terjadi pada William malam ini. Dia menghapus sendiri krim yang ada di bibir atas Bilqis dengan pelan.
Kedua makhluk benda gender itu saling beradu pandang. Dengan tangan William masih berada di wajah gadis perawan itu. Dia bisa merasakan lembutnya bibir milik Bilqis.
Begitu juga Bilqis bisa merasakan hangat dan kokohnya tangan sang duda. Mata birunya seolah sedang menghipnotis dirinya.
"Mis–ter," panggil Bilqis dengan lirih dan lembut. Dia yang tersadar duluan, sungguh dirinya takut kalau mereka melewati batas.
"Ya," jawab William dengan pelan.
"Jangan seperti ini! Bagaimana nanti jika aku jatuh cinta padamu," kata Bilqis jujur dia takut William akan marah dan menjauhinya.
"Itu hak kamu mau menyukai siapapun. Termasuk untuk menyukai aku. Aku tidak punya hak untuk melarang," balas William dengan tersenyum tampan.
"A–Apa …, Mister akan memberikan aku …, kesempatan untuk memasuki hatimu?" tanya Bilqis dengan gugup sehingga terjeda bicaranya.
"Ya, kamu bisa melakukan itu. Aku sudah bilang kan sebelumnya, aku tidak menutup hatiku," ucap William.
"Izinkan aku ... untuk membuat kamu jatuh cinta padaku," pinta Bilqis dengan memberanikan dirinya. Dia ingin cintanya mendapat balasan dari laki-laki yang disukainya kini.
"Lakukan jika kamu bisa. Hanya saja, aku rasa itu akan sulit. Kamu harus bersabar dan jangan pantang menyerah. Jika ingin membuat aku jatuh cinta padamu. Perlihatkan pesona kamu yang kiranya bisa membuat aku tertarik padamu," balas William dengan tatapan serius.
***
^^^[Raya, jangan lupakan aku, ya.]^^^
__ADS_1
[Tidak akan. Kita diam-diam saling kirim kabar, ya. Jangan sampai ketahuan!]
^^^[Bukannya kita sudah janji tidak akan bertemu sampai kamu jadi sarjana. Jangan bohong sama orang tua. Dosa.]^^^
[Kita nggak bohong. Mereka bilang jangan bertemu. Kita kan memang tidak bertemu. Tapi berkomunikasi lewat dunia maya.]
^^^[Kalau ketahuan bagaimana?]^^^
[Makanya jangan tulis yang aneh-aneh dan mencurigakan.]
^^^[Iya. Siap kalau begitu.]^^^
***
William mengantarkan pulang Bilqis ke apartemennya. Setelah pembicaraan tadi Bilqis malah menjadi semakin malu jika menatap atau ditatap oleh duda bule ini.
"Cepatlah tidur jangan main hp dan begadang. Apalagi baca novel online si TRIO KANCIL itu. Banyak banget bab-nya. Kamu pasti bacanya secara maraton. Iya, kan?" William menatap Bilqis dengan intens.
"Iya, itu ada 300 bab. Bacanya nyicil kok nggak dibaca maraton. Kan aku sedang baca DUDA VS ANAK PERAWAN, itu yang on going. Baca novel itu lumayan bisa bikin menghilangkan kepenatan sehabis bekerja," ucap Bilqis.
"Ingat langsung tidur!"
"Siapa sih author-nya? Biar aku omelin," ujar William ingin tahu
"Santi Suki, Mister." Bilqis bicara dengan pelan.
"Oke. Akan aku cari akun Ig nya. Aku mau minta dibuatkan cerita yang bagus buat aku," kata William.
"Mintakan juga untuk aku, Mister. Tolong, ya! Bilangin sama dia, jodohkan kita," kata Bilqis penuh harap.
***
Satu Tahun Kemudian ...
"Sayang, ayo bangun! Kita harus cepat-cepat berangkat. Nanti Asiah merengek ingin ikut," kata Yusuf sambil membangunkan Zulaikha.
"Aang, sudah pulang?" Zulaikha yang masih terkantuk-kantuk pun duduk di atas ranjangnya.
"Stttt! Asiah tahunya, Aang pergi dinas tadi pagi. Sekarang kita berangkat naik pesawat jadwal pemberangkatan terakhir," ucap Yusuf.
__ADS_1
"Ah, kenapa sih Asiah nemplok melulu akhir-akhir ini, ya?"
"Dia menyangka kita akan ke bulan," jawab Yusuf.
"Opps! kayaknya ini salah aku deh, Ang," ucap Zulaikha sambil menutup mulutnya.
"Maksudnya?" tanya Yusuf tidak mengerti.
"Dia tahu kita akan honeymoon. Sepertinya dia menerjemahkan itu jadi kata madu dan bulan. Jadinya, dia berpikir kalau kita mau pergi ke bulan," jawab Zulaikha sambil tertawa malu.
"Apa!" teriak Yusuf.
***
Duda Vs Anak Perawan untuk Versi Yusuf dan Zulaikha sudah selesai, ya. Selanjutnya giliran William dan Bilqis. Terima Kasih untuk Teman-temanku tersayang yang selalu mengikuti karya aku ini dari awal.
Seperti biasa akan ada give a way pulsa untuk peringkat poin tertinggi dan pemberi komentar terbaik. Saat karya ini TAMAT nanti.
***
Spoiler bab berikutnya:
"A~ang, aku mau makan seblak Tasik. Katanya seblak di sana sangat enak. Aku lihat foto kuliner di sana terlihat menggoda," rengek Zulaikha pada suaminya.
"Sayang ini sudah tengah malam," ucap Yusuf dengan wajah memelas.
"Mister, kapan kamu akan datang lagi ke Indonesia? Aku sangat merindukan kamu?" gumam Bilqis sambil melihat foto dirinya dengan William.
"Mentari aku minta Rania untukku, ya!" William memangku Rania yang sudah masuk sekolah dasar bersama Chelsea.
"Tidak!" Fatih dan Mentari berteriak bersamaan.
(Kalian yang baca, "DIPAKSA MENIKAHI CUCU MANTAN SUAMI" pasti tahu ini kapan terjadi 😁) Yap part William dan Bilqis akan ambil waktu 5-6 tahun kemudian.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! 🤗🤗🤗 Jangan lupa kirim Bunga, Kopi, dan Vote untuk dukungan untuk aku 🤗🤗🤗. Like dan Komentar juga ya untuk penyemangat 😊😊😊
__ADS_1