
"Raya ...! Asiah ...!" Suara yang familiar menyapa pendengaran mereka.
"Ayah!" pekik Asiah masih dalam pangkuan Rayyan.
"Ayah Yusuf," gumam Rayyan dengan wajah terkejut.
"Kenapa Ayah ada di sini?" gumam Asiah pelan.
"Kamu bilang, kalau Ayah Yusuf nggak ikut ke sini?" tanya Rayyan dengan berbisik.
"Iya, benar. Aku nggak bohong!" kata Asiah menatap Rayyan.
"Kita sudah dibodohi oleh mereka," cicit Rayyan dengan kesal.
Rayyan dan Asiah masih di posisi semula dan dalam pose yang sama, saat dilihatnya Yusuf yang datang bersama dengan Zulaikha dan Athaya. Keduanya juga tidak tahu kalau sekarang sedang jadi perhatian orang-orang.
"Mau sampai kapan kalian seperti itu?" Suara Fatih mengembalikan kedua remaja yang masih memangku itu ke alam sadarnya.
Rayyan dengan perlahan menurunkan tubuh Asiah. Tampak sepasang remaja itu malu. Bukan malu karena berpelukan, tetapi malu karena orang tuanya sudah meneriaki mereka.
"Asiah, sini!" panggil Yusuf meminta putrinya untuk mendekat padanya.
Tangan Asiah dan Rayyan yang barusan saling menggenggam, kini harus terlepas. Langkah Asiah begitu sangat lambat berbeda dengan tadi saat menghampiri Rayyan.
Rayyan dan Asiah menggerutu dalam hati mereka. Niat melepas rindu sepuas-puasnya kini hanya menjadi khayalan keduanya saja. Jika, kedua keluarga berkumpul seperti ini kesempatan itu sangat kecil.
__ADS_1
Seharian itu, Asiah terus dijaga oleh Yusuf. Dia berusaha agar putrinya tidak diterkam dulu oleh calon mantunya. Yusuf, Clive, dan Yahya beberapa hari yang lalu, sudah membicarakan tentang hubungan antara Asiah dan Rayyan. Dia juga menghubungi calon besannya dan merundingkan rencana itu. Fatih pun menyetujui jika dilihatnya Rayyan sudah melewati batas.
Terlihat jelas di wajah Rayyan yang sedang sangat kesal. Dia marah karena semua orang selalu berusaha mencegah mereka berdua untuk bersama.
"Raya, selamat ya!" ucap Zulaikha sambil tersenyum manis.
"Terima kasih," jawab Rayyan dengan singkat.
Terdengar beberapa orang teman Rayyan memanggilnya untuk sesi foto bersama. Dia pun membalikkan badannya hendak pergi. Namun, sebelum itu Rayyan berbicara tanpa melihat ke arah orang-orang yang ada di sana.
"Aku harap kalian tidak melupakan janji kita dahulu."
Asiah juga merasakan sakit hati. Air matanya jatuh saat pemuda itu pergi. Dia juga merasa sangat marah karena baru saja bertemu harus dipisahkan lagi dengan kekasihnya.
***
Raihan dan Rania diam-diam mengalihkan perhatian orang-orang di sana. Merasa ini waktu yang tepat, Rayyan langsung membawa kabur Asiah. Kedua remaja itu berlari meninggalkan gedung universitas. Keduanya menaiki kendaraan umum, yaitu bus. Tawa kedua meledak saat bus sudah berangkat.
"Aa, aku … sudah nggak kuat. Perutku … sakit, diajak berlari karena takut ketahuan, ternyata … itu terasa tegang banget," Asiah bisa dengan napas tersengal-sengal.
"Ini minum dulu!" Rayyan menyerahkan sebotol air mineral pada Asiah.
"Eh, ini didapat dari mana?" tanya Asiah terheran-heran.
"Aku sudah menyiapkan semuanya. Aku merasa pasti akan begini jadinya. Mereka masih tidak akan mengijinkan kita bersama," jawab Rayyan sambil memperlihatkan tas punggung yang dibawanya.
__ADS_1
"Aa, pinter." Asiah memeluk Rayyan.
"Sayang, jangan main peluk-peluk, ya!" Rayyan mengurai pelukan kekasihnya.
"Kenapa? Kamu nggak suka aku peluk?" tanya Asiah.
"Bukannya tidak suka, tapi takutnya nanti kita kebablasan lebih dari sekedar pelukan saja," balas Rayyan.
"Tapi di sini kan, mereka biasa memeluk, berciuman, bahkan melakukan pergaulan bebas pun sering mereka lakukan," seloroh Asiah.
"Meski aku sudah lama tinggal di sini, tapi tidak pernah melakukan semua itu. Kecuali dengan kamu dua tahun lalu itu. Jadi, aku akan bertanggung jawab dengan menikahi kamu." Rayyan menatap Asiah dengan penuh damba.
"He-eh." Asiah mengangguk.
***
Ternyata Rayyan mengajak Asiah ke sebuah rumah yang sangat besar. Asiah mulanya tidak mengerti kenapa dia dibawa ke rumah ini sampai melihat sosok yang dikenalinya.
"Bu Bilqis!" panggil Asiah lalu berlari dan memeluknya.
"Asiah, Sayang. Akhirnya, kamu datang juga. Tuh Raya sudah nggak sabar menanti datangnya hari ini," kata Bilqis jujur.
"Memangnya ada apa?" tanya Asiah dengan berbisik.
"Raya sudah menyiapkan kejutan untuk kamu," jawab Bilqis sambil berbisik juga.
__ADS_1
***
Kejutan apa yang akan dibuat oleh Rayyan? Apakah kedua orang tua mereka bisa berhasil menemukan keduanya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim, Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.