
"Sayang, sejak kapan berdiri di sana?" tanya Yusuf dengan ngeri-ngeri gimana, karena dia tadi sudah memeluk tubuh Zulaikha sambil menangis.
"Sejak Ayah dan Mama Zulaikha berpelukan yang pertama tadi," jawab Asiah jujur.
Baik Yusuf mau pun Zulaikha merasa sangat malu. Mereka sudah kepergok sama anak kecil.
"Asiah juga sini peluk Mama Zulaikha!" pinta Zulaikha untuk mengurangi rasa malunya. Kedua gadis beda usia itu saling memeluk. Zulaikha juga menciumi pipi Asiah. Begitu juga dengan sebaliknya, Asiah menciumi pipi dan kening si anak perawan.
"Ayah, sini! Cium juga Mama Zulaikha," suruh putrinya kepada Yusuf.
Bagaikan kena tinggang-an batu besar. Yusuf dan Zulaikha sangat terkejut dan sekaligus malu pada gadis kecil itu.
"Itu tidak boleh, Sayang. Ayah dan Kak Zulaikha itu bukan suami istri. Jadi, hal itu tidak boleh di lakukan," ucap Yusuf dan diiyakan oleh Zulaikha.
"Bukannya kemarin kalian juga berciuman. Apa aku salah lihat, ya? Karena saat itu aku masih ngantuk," balas Asiah.
Terasa ada kilat yang menyambar muka Yusuf dan Zulaikha langsung memerah dan terasa panas. Keduanya ingat kejadian beberapa hari yang lalu. Di mana itu adalah ciuman pertama Zulaikha.
"Iya, Sayang. Kamu pasti sedang bermimpi," ujar Yusuf sambil ketawa garing.
***
Hari ini ketiga orang itu merasa bahagia. Senyum di wajah Yusuf pun terus tersungging. Perasaan bahagia dia perpancar jelas dari sorot netra dan wajahnya yang berseri-seri. Dia bagaikan remaja yang sedang merasakan jatuh cinta. Dunia terasa terlihat indah di matanya. Tugas kantor yang menumpuk pun dia kerjakan dengan perasaan senang. Bahkan selesai dengan cepat.
Ketika hari menjelang siang dia baru sadar kalau Bilqis tidak ada di mejanya. Dia pun melihat ke sekeliling mencari sosok gadis berjilbab. Namun, dia tidak bisa menemukannya.
"Apa ada yang tahu ke mana Bu Bilqis?" tanya Yusuf kepada pegawai lain.
__ADS_1
"Dia izin cuti, Pak. Katanya Ayah dia masuk rumah sakit tadi pagi," jawab salah seorang karyawati.
Lalu, Yusuf pun menghubungi Bilqis. Dalam dering ketiga, panggilannya langsung tersambung.
[Assalammualaikum]
"Wa'alaikumsalam. Bilqis, maaf aku baru mendengar kabar Bapak kamu, masuk rumah sakit."
[Iya, Pak. Penyakit Bapak kambuh kembali]
"Lalu, bagaimana kabarnya sekarang?"
[Bapak baru selesai keluar dari ruang operasi.]
"Semoga operasi Bapak hasilnya memuaskan sesuai harapan."
***
Zulaikha jangan tanya suasana hatinya seperti apa. Meski tidak ada kata cinta dari Yusuf. Dia senang karena dirinya dianggap orang yang sangat berarti baginya. Senandung jatuh cinta berjuta rasanya terus dia dendangkan. Sampai-sampai Yunus merasakan telinganya menjadi tebal karena suara fals nona mudanya itu.
"Zulaikha, bisa diam tidak sih. Satu jam saja tutup mulut kamu itu. Agar telinga aku bisa beristirahat," ujar pengawalnya.
"Terserah aku, dong! Mau bernyanyi atau diam. Ini mulut aku, kamu tidak punya hak untuk menyuruh mulutku mungkin," tukas Zulaikha dengan galak dan matanya menatap tajam.
"Aku cium beneran, loh! Siapa tahu dengan begitu akan membuat kamu terdiam.
"Coba saja kalau kamu berani! Aku akan melaporkan kamu sama Opa Khalid," ujar Zulaikha sambil menutup mulutnya dan pergi menjauhi Yunus.
__ADS_1
Sementara pemuda itu malah tertawa tanpa suara. Hal paling menyenangkan baginya adalah membuat kesal Zulaikha. Sebagai si nona muda juga membuatnya kesal.
"Bagaimana ya, rasa bibirnya yang sering membantah itu? Pasti pedas nggak ada manis-manisnya," gumamnya sambil terkekeh dan mengikuti langkah Zulaikha pergi menuju kelas.
***
Bilqis sedang menunggu Bapaknya sadar, sambil mengaji di sampingnya. Dia yang hendak pergi berangkat kerja, dikejutkan dengan kedatangan segerombol rentenir dan orang-orang berpenampilan preman yang mendatangi rumahnya.
Kedatangan mereka mau menagih hutang yang dipinjam oleh kakak tirinya. Dalam jumlah besar dan tidak dibayar-bayar. Sampai-sampai mereka memecahkan kaca depan rumah dan membuat Bapaknya terkejut. Saat Bilqis minta bernegosiasi dengan mereka dan hasilnya mereka mau memberi waktu satu minggu lagi.
Saat Bapak menanyakan jumlah hutang anak tirinya dan itu sama dengan gaji Bilqis selama lima bulan. Membuat Bapak sangat terkejut sehingga penyakit jantungnya kambuh. Bapaknya pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Bilqis sendiri bingung? Nanti mau melunasi sisa pengobatan Bapaknya dari mana? Tabungannya tidak cukup untuk melunasi biaya operasi Bapaknya.
"Ya Allah, berikan hamba kemudahan." Doa yang selalu dia lapalkan setiap hari.
"Kamu jangan terlalu memikirkan biaya operasi Bapak. Karena sudah ada orang yang membayar semua biaya rumah sakit sampai Bapak sembuh," kata Ibunya.
"Siapa yang sudah membiayai rumah sakit dan opersi, Bapak. Bu?" tanya Bilqis.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.