Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 115. Ciuman Membawa Petaka


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Terus kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan.


***


BAB 115


     Saat Rania pergi ke toilet, dia tidak tahu kalau di buntuti oleh Ibrahim. Pemuda itu menunggu Rania ke luar dari sana. 


"Nia," panggil Ibrahim.


"Astaghfirullahal'adzim," ucap Rania terkejut sambil memegang dadanya.


"Maaf sudah mengejutkan kamu," ujar Ibrahim sambil menahan malu.


"Ada apa, Pak?" tanya Rania dengan sedikit kesal karena ini bukan untuk pertama atau kedua kalinya guru itu menahan dirinya hanya untuk bicara berdua.


"Besok malam aku mau mengadakan pesta ulang tahun, datang, ya!" pinta Ibrahim sambil menyerahkan surat undangan.


"Insha Allah, Pak. Karena aku sudah punya rencana dengan kekasih aku," balas Rania setelah menerima undangan.


      Ini untuk pertama kalinya Ibrahim mencintai seseorang sampai seperti ini. Dirinya juga tidak mengerti kenapa dia begitu tergila-gila kepada Rania. Bahkan orang tua dan keluarganya sudah mengenalkan kepada banyak perempuan. Namun, baginya Rania adalah perempuan terbaik yang pernah dia lihat dan dia kenal.


"Aku sangat berharap kalau kamu bisa datang," kata Ibrahim dengan tatapan penuh harap.


"Aku tidak bisa mengiyakan, Pak," balas Rania dan memalingkan wajahnya.


"Nia."


"Ya." Rania mengarakan wajahnya ke arah Ibrahim.


CUP


      Tanpa Rania duga Ibrahim berani mencium bibirnya. Bahkan pemuda itu menahan tengkuknya agar ciuman itu bisa lebih lama.


Tidak terima dirinya dicium oleh laki-laki lain selain dicium oleh Rain. Langsung saja Rania menyikut ulu hati Ibrahim dan menghajar guru kurang ajar itu. Rania tidak bisa menendang karena rok panjangnya model span. Jadi, dia kesulitan kalau hendak menendang.


"Dasar guru kurang ajar! Rasakan ini! Mesum! Aku laporkan kamu pada dinas pendidikan dan KPAI!" teriak Rania sambil memukul tubuh Ibrahim dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!" teriak Rania masih mengamuk dan melancarkan pukulan ke tubuh Ibrahim.


Pemuda itu hanya pasrah menerima pukulan dari Rania. Dia tahu konsekuensi akan perbuatannya tadi. Minimal di hajar sampai babak belur, maksimal adalah dilaporkan ke polisi atas tuduhan pelecehan.


       Setelah puas menghajar Ibrahim, Rania pun berlari ke kantin dan menangis di dalam pelukan Chelsea. Teman-temannya terkejut kenapa Rania datang-datang dalam keadaan menangis. Saat ditanya ada apa, Rania tidak menjawab. Akhirnya, mereka semua membiarkan dulu Rania menangis sepuasnya.


       Ternyata ada yang melihat kejadian tadi antara Rania dan Ibrahim. Dia memfoto dan mengunggah di media sosial grup sekolah. Tentu saja semua orang jadi heboh, dan mereka berpikir kalau Rania itu kekasih guru magang yang bernama Ibrahim. Ada juga yang menyebutkan kekasih gelap. Paling parah adalah Rania sebagai peliharaan Ibrahim agar nilai-nilai selalu bagus. Apalagi Rania sering mendatangi ruang guru itu.


***


     Rania dan Chelsea tidak tahu kehebohan di dunia maya yang sedang menimpa dirinya. Sebab, saat pulang ada Ghazali yang datang langsung menjemput Chelsea dan Rania langsung mau di ajak ke mansion Hakim.


      Ghazali mendapatkan laporan kalau orang yang mengawasi Chelsea semakin acak-acakan orangnya. Tidak menentunya orang yang memata-matai putri angkatnya, membuat Ghazali sangat khawatir. Jadi, dia turun tangan langsung.


"Dad, ada apa?" tanya Rania karena Ghazali memilih jalan memutar saat menuju rumahnya. 


"Tidak ada apa-apa," jawab Ghazali tidak mau membuat kedua anak gadisnya panik atau ketakutan.


      Kalau Rania belajar beladiri untuk melindungi dirinya dari orang-orang yang ingin berbuat jahat padanya. Berbeda dengan Chelsea yang belajar beladiri untuk melindungi dan melawan sisa-sisa dari musuh orang tuanya. Tentunya dia lebih mendapatkan pelatihan yang lebih berat dari Rania.


      Tujuan memutar jalan dan berkeliling kota Jakarta untuk melihat seberapa banyak orang yang sedang mengawasi Chelsea. Sejauh pengamatan Ghazali saat ini ada tiga orang. Dia pun langsung memerintahkan pasukan khusus untuk membekuk dan mengamankan orang-orang yang dia curigai itu.


"Dad, apa tadi ada yang membuntuti kita secara diam-diam lagi?" tanya Chelsea.


"Kamu jangan cemaskan hal itu. Daddy, mommy, dan orang-orang kita akan selalu melindungi kamu," jawab Ghazali dengan senyum tipisnya.


"Daddy, aku punya janji dengan Kak Rain malam ini. Bagaimana ini? Pastinya kemalaman kalau aku tidak pulang sekarang," kata Rania.


"Telepon saja Rain agar menjemput kamu langsung. Kamu juga bersiap-siaplah di sini, jadi kalian nanti langsung pergi ke tempat tujuan," ujar Ghazali.


***


      Rania tidak bisa menghubungi suaminya. Jadinya, dia merasa cemas takut terjadi sesuatu pada Rain.


"Dad, tolong lacak keberadaan Kak Rain! Kenapa dia tidak bisa dihubungi?" Rania meminta kepada Ghazali.


"Apa Rain sering seperti ini?" tanya Ghazali.

__ADS_1


"Tidak. Kak Rain biasanya mudah dihubungi," jawab Rania.


     Ghazali pun melacak keberadaan Rain, dia melihat adik iparnya itu berada di rumah sakit. Namun, dia tidak memberi tahu dulu Rania. Dia malah menyuruh Rania menunggu di kamar Chelsea.


"Kamu tunggu dulu di kamar Chelsea. Nanti Daddy akan suruh Rain untuk jemput kamu ke sini."


"Baiklah." Rania pun pergi meninggalkan ruang kerja Ghazali.


      Melihat wajah Rania cemberut membuat Chelsea selalu ingin menggodanya. Sebab, menurut dia itu hal yang lucu dan menggemaskan.


"Ada apa, sih?" tanya Chelsea.


"Kak Rain tidak bisa dihubungi," jawab Rania sambil duduk di atas kasur sambil melipat tangan di dadanya dan kedua pipi mengembung.


"Mungkin ada pekerjaan mendadak dan lupa ponselnya dia nonaktifkan," ucap Chelsea.


"Ya, mungkin saja. Entah kenapa perasaan aku tidak enak," balas Rania.


     Tidak lama terdengar panggilan video call dari Alin. Mereka bertiga pun saling terhubung.


"Hei, kalian lihat medsos milik sekolah kita! Ada berita yang sedang heboh," teriak Alin.


"Berita apaan?" tanya Chelsea.


"Nia, itu beneran foto kamu, atau cuma editan?" tanya Alin pada adik iparnya itu.


"Hah, foto apaan?" tanya Rania tidak mengerti.


"Foto kamu yang sedang berciuman dengan Pak Baim!" pekik Alin dengan nyaring.


"Apa?" teriak Rania dan Chelsea bersamaan saking terkejutnya.


      Kedua gadis itu pun segera berselancar di dunia maya. Lebih tepatnya mereka melihat media sosial milik sekolahnya. Ada banyak orang yang membuat status yang memuat foto dirinya dan Ibrahim. Komentar-komentar pedas dan kejam menghiasi layar handphone milik Rania. 


     Sakit hati itu yang dirasakan oleh Rania saat ini. Lalu, dia pun menghubungi ayahnya dan menceritakan kejadian sebenarnya. Lagi-lagi Rain tidak bisa dihubungi dan itu membuat Rania kesal.


"Kak Rain ke mana, sih?" Rania bersungut-sungut sambil menatap handphone miliknya.

__ADS_1


***


Sedang apa Rain di rumah sakit? Apa yang akan dilakukan oleh keluarga Rania demi memulihkan nama baik Rania? Tunggu kelanjutannya ya!


__ADS_2