Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 8. Obrolan Empat Pemuda


__ADS_3

    Raihan pun tersenyum pada saudaranya itu. Lalu dia pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya hari kemarin sampai harus menikahi gadis bau kencur yang baru pertama kali dilihatnya.


"Aku nggak bisa ngebayangin gimana masa depan rumah tangga kalian nantinya. Apa kamu nggak pernah kepikiran menikah dengan anak remaja yang masih suka teriak-teriak jika melihat laki-laki ganteng lewat," ucap Rain sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Tidak pernah terlintas dalam pikiranku sampai kemarin kalau aku akan menikah. Aku ingin menikmati masa mudaku dengan melakukan apa yang aku mau dan aku inginkan. Tapi, takdir berkata lain. Ternyata di antara kita berempat aku yang pertama kali menikah. Aku yang tidak pernah jatuh cinta atau punya orang yang aku sukai, kenapa menikah duluan? Sementara Raya dan Asiah sudah suka semenjak PAUD saja belum menikah," ujar Raihan dengan mata melihat ke atas langit-langit dia mengingat-ingat kembali kejadian kemarin. Kemudian bibirnya tertarik ke samping menciptakan sebuah senyuman yang manis.


"Aku rasa kamu suka dengan sosok istri kecil itu," kata Rain sambil menatap Raihan.


     Senyum itu wajah Raihan langsung hilang, digantikan dengan dengusan. Matanya pun mendelik karena tidak suka digoda seperti itu oleh Rain.


"Dia itu masih bocah yang suka berbuat seenaknya. Apa kamu tahu berapa lama dia berada di kamar mandi tadi? Setengah jam! Ditambah suara yang kayak kaleng blek jatuh. Ya Allah, pagi-pagi aku sudah dibuat kesal olehnya," oceh Raihan karena mengingat kejadian setelah sarapan bersama.


"Oh, dia setipe dengan Nia. Bagus dong, sesama ipar pasti kompak," ucap Rain sambil memainkan gawai dan mengerutkan keningnya saat dia melihat status milik Rania.


"Apa dia istri kamu?" Rain menyerahkan handphone-nya.


    Raihan menahan kesal dan tawanya karena 3 gadis narsis sedang bergaya memasang muka jelek dengan berbagai pose dan mimik. Dia melihat muka Alin yang sedang manyun, bibir monyong, mulut menganga, mata mendelik ke atas, alis mengkerut menyatu, dan masih banyak foto kegilaan 3 anak perawan yang sedang berada di kantin sekolah.


"Iya, dia namanya Alin." Raihan menarik napasnya dan menghembuskan-nya. Dia memberikan kembali handphone itu pada Rain.


"Halo, pengantin baru! Kenapa langsung masuk kerja? Kenapa tidak pergi berbulan madu?" Mega yang tiba-tiba masuk ke ruangan Raihan datang dengan heboh.


"Kapan kamu pulang ke Jakarta?" tanya Raihan tanpa menjawab pertanyaan tadi untuknya.


"Tengah malam tadi. Aku terkejut saat baca pesan dari Raya. Dia yang ngebet ingin nikah malah kamu duluan yang nikah," ucap Mega sambil terkekeh dan meletakan tas punggungnya.

__ADS_1


"Kamu belum sidang juga?" tanya Rain pada sepupunya.


"Besok lusa. Doakan aku, ya! Biar lancar dan hasilnya bagus serta memuaskan," jawab Mega.


"Terus kamu ke sini mau apa?" tanya Raihan.


"Mau menghabiskan waktu sampai waktu bubar sekolah Ayang beb. Aku rindu padanya, seminggu ini tidak bertemu dengannya," jawab Mega sambil mengambil minuman di lemari pendingin yang ada di pojok.


"Om Erlangga, belum tahu kamu pacaran dengan Chelsea?" tanya Rain sambil menerima minuman dingin yang diberikan oleh Mega.


"Ayah melarang aku berpacaran sampai kapanpun. Kalau dirasa sudah ada wanita yang cocok dijadikan istri, ya langsung saja ajak nikah," jawab Mega lalu meneguk air yang ada di dalam botol.


"Kamu pandai menyembunyikan hubungan kalian meski berpacaran sudah satu tahun lebih," kata Raihan sambil ikut gabung duduk di sofa.


"Iya lah, kita harus pandai-pandai menyembunyikan hubungan asmara ini. Kalau enggak, nanti seperti Raya dipaksa berpisah. Mana mau aku pisah lama dengan Ayang beb," ujar Mega.


"Tumben sendiri, nama Asiah?" tanya Raihan.


"Dia masih ada jam kuliah sampai nanti sore karena baru masuk. Barusan juga kita sayang-sayangan cuma satu jam karena aku ada jadwal mengajar jam pagi," jawab Rayyan sambil berjalan ke arah lemari pendingin dan mengambil minuman jus.


     Keempat pemuda itu menghabiskan waktu sampai makan siang. Sebelum kembali dengan aktivitas masing-masing.


***


    Raihan pun menjemput Alin dan Rania sedangkan Mega menjemput Chelsea. Dalam perjalanan pulang kedua gadis remaja itu bernyanyi bersama dan membuat Raihan harus bersabar.

__ADS_1


'Ya Allah, kuatkan lah telinga hamba-Mu ini. Jangan sampai telinga ini menjadi tuli.' Raihan hanya bisa membatin.


"Eh, sudah sampai. Tidak terasa, ya?" Alin melihat mobil sudah terparkir di halaman rumah mertuanya.


"Ada yang bilang, 'Kalau dalam suatu perjalanan akan terasa cepat sampai, jika kita sambil bernyanyi.' Itu sepertinya benar," lanjut Rania.


'Yang benar itu, aku menambah kecepatan laju kendaraan biar cepat sampai rumah. Dan tidak mendengar suara nyanyian kalian berdua lagi,' ucap Raihan dalam hatinya.


"Kakak mau turun dan masuk dulu ke dalam rumah?" tanya Rania.


"Tidak. Kakak mau kembali ke kantor karena masih punya pekerjaan," jawab Raihan dan melirik pada istrinya yang hendak membuka pintu.


"Eits, kamu jangan dibiasakan langsung nyelonong pergi," ucap Raihan sambil menahan tangan Alin.


"Lupa," kata Alin lalu mengambil tangan Raihan dan menciumnya.


"Hati-hati di jalan. Pulangnya jangan malam, ya. Aku akan menunggu Kakak pulang dengan cepat," kata Alin meniru kata-kata Bundanya jika mengantar Ayahnya saat akan pergi bekerja.


    Raihan melongo mendengar ucapan dari istrinya barusan. Dia tidak menyangka kalau Alin akan bicara seperti itu.


"Kalau begitu aku harus memberikan ciuman dong, sama kamu," balas Raihan menggoda gadis polos itu.


"Tidak boleh. Kakak jangan lakukan itu!" Alin menutup bibirnya menggunakan tangan.


"Dosa loh, menolak keinginan suami," bisik Raihan dan kedua netra mereka saling bersirobok. Wajah keduanya pun begitu dekat. Alin hanya bisa menelan saliva-nya.

__ADS_1


***


Alin lagi-lagi dibuat tidak bisa berkutik sama Raihan 😌😌 Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk memberikan dukungan kepada aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.


__ADS_2