
"Kita di sini mau kencan …," balas Raihan dengan nada ketus dan menatap kesal pada Alin.
"Apa?" Ketiga gadis itu berteriak tidak percaya.
"Kakak selingkuh?" Alin bibirnya bergetar dan matanya langsung berkaca-kaca.
"Perasaan aku nggak bilang selingkuh atau sedang pacaran," balas Raihan dengan kening berkerut.
Trauma masa kecil Alin akan perceraian, kini menghantui dirinya. Panggilan kata janda dari orang-orang yang tidak suka padanya, kini seakan terngiang-ngiang di telinganya. Meski saat ini mereka belum saling mencintai, tetapi setidaknya mereka mempunyai hubungan baik. Alin pernah juga berpikir kalau seandainya Raihan menyukai wanita lain, dia takut akan diceraikan olehnya. Namun, saat ini dia baru saja menyadari kalau orang-orang itu setidaknya ingin menjalin hubungan pernikahan atau asmara dengan orang yang dicintainya. Sementara itu, di antara mereka tidak ada cinta.
Alin merasa dadanya sesak. Dia membalikan badannya lalu berlari sekuat tenaga. Namun, baru saja beberapa langkah sudah ada tangan yang menahan tubuhnya.
"Mau ke mana kamu? Langsung main pergi begitu saja. Tidak sopan. Harusnya saat melihat suami itu di sambut dengan senyuman dan ucapan manis," ucap Raihan setelah meraih tubuh istrinya. Dia menghiraukan pandangan orang-orang yang melirik padanya.
"Kakak jahat! Kakak sudah menyakiti hatiku!" bentak Alin dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.
"Kapan aku jahat sama kamu? Kenapa kamu sakit hati?" tanya Raihan terkejut dan masih dalam posisi menahan tubuh Alin dari belakang.
Rania dan Chelsea terbengong melihat adegan drama yang tidak jauh dari mereka. Seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar dan salah seorang lagi mencoba merayunya.
"Aku penasaran apa yang sedang mereka bicarakan?" tanya Chelsea pada Rania.
__ADS_1
"Aku justru merasa terharu melihat adegan romantis mereka. Dan lebih penasaran apa saja yang mereka perbuat saat di rumah? Di tempat umum saja mereka tidak malu berpelukan begitu," balas Rania karena melihat banyak orang yang melirik pada pasangan itu.
"Ayang beb, kamu tidak perlu penasaran sama mereka. Lebih baik, ayo kita pergi kencan!" tiba-tiba ada Mega di sana.
"Ayo!" balas Chelsea dengan senyum mengembang. Sudah tiga hari mereka tidak bertemu secara langsung karena sang kekasih sedang sibuk mau mempersiapkan wisudanya.
"Hei, kok pergi begitu saja! Aku gimana?" teriak Rania pada pasangan Chelsea dan Mega.
"Tuh, ada Rain. Ajak saja dia berkencan!" teriak Mega membalas ucapan Rania.
Rania pun tersenyum senang, lalu langsung nemplok pada Rain dan mengajaknya pergi. Meski dapat pelototan dari Rain, dia masa bodo. Toh, pastinya mereka berdua akan pergi makan atau pulang ke rumah mansion Hakim, tempat Bintang berada.
***
"Hei, yang sedang berkencan itu Raya dan Asiah. Tadi mobil Asiah ban-nya pecah. Lalu kebetulan aku lewat dan aku antar dia ke sini. Setelah pulang mengantarkan Asiah, aku bertemu Rain yang kebetulan sedang mengunjungi Om Erlangga di sini," jelas Raihan.
"Bener, enggak bohong?" tanya Alin dengan terisak.
"Untuk apa berbohong. Dosa tahu."
"Kakak harus bertanggung jawab untuk mengembalikan lagi mood aku yang jadi jelek," ucap Alin sambil menarik ingusnya.
__ADS_1
"Kamu mau apa untuk mengembalikan mood agar baik lagi?"
"Mau di traktir nonton bioskop dan makan yang enak. Tapi, aku mau jalan-jalan dulu cari barang," kata Alin sambil menatap Raihan yang sedang menyentuh pipinya. Dia merasa sangat senang dengan perhatian suaminya ini.
"Barang apaan?"
"Buat kado anak laki-laki."
"Mau beli apa?"
"Niatnya jam tangan, karena dia suka pakai jam tangan."
Raihan merasa tidak suka saat mendengar Alin akan memberikan hadiah jam tangan pada seorang laki-laki. Kemudian terlintas dalam otaknya sebuah ide.
"Hadiah untuk laki-laki itu lebih baik topi atau kaos oblong. Pasti dia akan suka. Kebanyakan barang-barang yang seperti itu sering dipakai oleh laki-laki. Makanya sering dijadikan hadiah," jelas Raihan dengan meyakinkan.
"Benarkah?"
"Iya. Percaya deh sama aku. Pasti dia akan suka jika diberikan hadiah itu." Senyum Raihan langsung terukir.
***
__ADS_1
Apakah Alin akan jadi beli barang yang direkomendasikan oleh Raihan? Bagaimana reaksi Raihan saat tahu Alin membeli hadiah itu untuk kado ulang tahunnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.