
Kini William di kepung oleh para preman itu. Dia baru kepikiran, kenapa dirinya harus berurusan dengan orang lain. Bahkan berdiri di sana, ditengah-tengah mereka yang menatapnya garang.
"Baiklah, aku akan bayar utang semuanya," kata William.
"Tidak! Aku tidak butuh uang. Aku ingin dia menjadi istriku," tolak laki-laki itu.
"Ini perjanjian kalian itu ... bagaimana? Kok dia tidak mau dibayar utangnya, maunya kamu jadi istrinya," ucap William.
"Ini bukan salah aku. Aku sendiri juga tidak tahu, kakak tiri aku pinjam uang kepadanya dan itu semakin membengkak. Aku sudah bayar semua utang yang menjadi dua kali lipat lebih itu. Tapi saat Bapak masuk rumah sakit, tanpa sepengetahuan aku semua biayanya dia yang bayar dengan aku sebagai jaminan oleh ibu tiri aku," jelasnya.
"Oh. Ya sudah kalau kamu tidak mau jadi istrinya," ucap William.
"Hei, kamu dengarkan? Kalau dia tidak mau jadi istri kamu," lanjut William.
"Tidak bisa! Aku tetap akan menikahinya. Kamu jangan ikut campur, Bule!" hardiknya pada William.
"Bereskan!" titah pada anak buahnya.
Semua anak buahnya menyerang William secara bersamaan. Dengan gerakan cepat si Bule memukul dan menendang pada preman.
Hujan pun turun di tengah-tengah pertempuran itu. Hal ini tidak menyulitkan bagi William. Namun, bagi para preman hal itu menyulitkannya. Dengan mudah William memukul orang-orang itu menggunakan tongkat milik mereka tadi. Semua musuh sudah tepar di jalan trotoar. Tinggal si Bos tadi yang kukuh ingin menjadikan wanita yang kedinginan itu sebagai istrinya.
"Tinggal, kamu. Aku tawarkan untuk terakhir kalinya. Aku akan bayar hutangnya dan kamu tidak boleh mengganggunya selama-lamanya!" William mengajukan penawaran.
Laki-laki itu terlihat terdiam berpikir. Kemudian dia setuju.
"Baiklah kita lakukan kesepakatan hitam di atas putih," ucap William.
Kini mereka masuk ke cafe yang ada di dekat tempat kejadian itu. Di sana mereka melakukan penandatanganan.
"Jadi nama Anda, Samiri. Dan perempuan ini namanya Bilqis." William membaca ulang kertas kesepakatan itu.
"Iya," jawab keduanya.
"Baiklah uangnya mau dibayar dengan berupa apa? cash, transfer, atau cek?" tanya William kepada laki-laki yang bernama Samiri itu.
"Cash. Sekarang juga!" Samiri menyeringai.
"Oke. Tunggu setengah jam karena di luar sedang hujan, terlalu beresiko tinggi jika dia mengebut datang ke sini," ucap William.
__ADS_1
Baru juga 10 menit datang seorang laki-laki membawa satu koper yang berisi uang. Diperlihatkannya uang dengan sejumlah diminta oleh laki-laki itu. Perjanjian mereka pun selesai. Kini Bilqis sudah bebas tidak punya hutang piutang lagi dengan Samiri.
"Terima kasih, Mister William. Aku akan bayar dengan cara diangsur tiap bulannya," kata Bilqis sambil menundukkan kepala.
"Kamu tidak perlu menggantinya, anggap saja itu rezeki kamu dari Allah lewat aku," ujar William.
"Saya harus mengucapkan rasa terima dengan cara apa?" tanya Bilqis. Dia merasa tidak enak karena orang lain sudah membayar utang keluarganya.
"Tidak perlu seperti itu," jawab si Duda Bule.
"Semoga suatu saat nanti saya bisa membalas budi baik Anda, Mister." Bilqis mengangkat wajahnya yang agak pucat karena kedinginan.
William yang menyadari hal itu mendadak panik. Apalagi perempuan itu langsung jatuh pingsan. Untungnya tangan William sempat meraih tubuhnya.
"Hei, Bilqis! Sadarlah!" William menepuk pipi perempuan itu. Tubuh gadis itu sangat dingin.
Ada hotel di dekat cafe itu. Maka William pun membawanya ke sana. Dia menyewa kamar hotel dan meminta pelayan hotel perempuan untuk membantu menggantikan baju Bilqis yang basah.
Bilqis dimasukan ke bathtub yang berisi air hangat.
"Tuan, saya sudah membuka semua pakaiannya. Juga memandikannya. Hanya saja saya tidak bisa menggotong tubuhnya. Jadi, Nona itu masih di bathtub," kata si pelayan.
'Kenapa dia harus pingsan di saat seperti ini?' lanjutnya.
"Bisa minta tolong belikan aku dua baju gamis set dengan jilbabnya, sekalian dengan pakaian dalamnya!" pintanya sambil memberikan sebuah kartu pada pelayan wanita itu.
"Ajak juga teman kamu secepatnya ke sini! Terserah mau dua atau tiga orang. Tolong bantu dia sampai selesai," kata William
Akhirnya pelayan itu pun menyuruh dua temannya untuk membantu memakaikan jubah mandi dan terakhir William membawanya ke atas tempat tidur. Dia membenarkan jubah mandi agar benar-benar tertutup dan handuk untuk menutupi kepalanya.
Tubuh Bilqis diselimuti dengan selimut tebal. Setelah pelayan wanita tadi memakaikan baju untuknya. Serta mengeringkan rambutnya. Jilbab instan pun dipakaikan pada kepala Bilqis.
Dokter pun dipanggil untuk memeriksa keadaan gadis itu. Ternyata perut Bilqis itu dalam keadaan kosong. Ditambah kehujanan.
"Pantas saja dia pingsan. Tadi ditawarin makanan dan minuman tidak mau," gumam William.
Gara-gara mengurus anak perawan itu, William melupakan Rayyan. Dia juga menunggui gadis itu sampai ke esok harinya.
***
__ADS_1
Zulaikha sedang merasakan deg-degan. Dia sedang menunggu waktu Isya. Setelah Magrib tadi dia shalat berjamaah bersama. Dilanjutkan dengan mengaji dan Zulaikha setor hapalan surat-surat pendek.
Dilihatnya jam di dinding tinggal 10 menit lagi menuju waktu Isya. Suaminya sedang membawakan makanan karena tadi dia makan hanya sedikit.
Yusuf pun masuk ke rumah dengan membawa beberapa cemilan dan satu poci air minum. Tadi istrinya bilang ingin makan agar punya banyak tenaga. Hal itu malah membuat Yusuf ketawa terkekeh.
"Apa makanannya masih kurang?" tanya Yusuf.
"Kayaknya cukup. Sini siapin aku, Ang!" pinta Zulaikha.
Yusuf pun menyuapi suaminya, mereka pun saling menyuapi. Sesekali Zulaikha mencuri ciuman pada suaminya. Yusuf juga menyukai hal itu, makannya dia membiarkan istrinya.
"Ada pesan masuk," kata Zulaikha.
Teman-teman Zulaikha memberitahu kepadanya kalau malam pertama itu menakutkan. Di grub juga membahas hal itu. Sehingga Zulaikha pun menjadi takut untuk melakukan malam pertama.
"Dulu kata mereka itu sangat menyenangkan. Kenapa kini jadi menakutkan?" gumam Zulaikha.
Lalu dia pun menuliskan pesan.
[Kalian tidak bohong 'kan?]
^^^[Tidak. Ini beneran.]^^^
^^^[Iya. Tuh tanya sama si Lala, Dipsy, dan si Tinky Winky]^^^
^^^[Hati-hati loh, Zulaikha. Bisa-bisa kamu nggak akan bisa jalan]^^^
[Yang bener, kalian nggak bohong 'kan? Kata kalian itu menyenangkan. Jadi mana yang benar?]
Zulaikha benar-benar jadi takut. Dia melirik ke arah suaminya.
"Aku harus kabur dari sini!" gumam Zulaikha sangat pelan.
***
Wah, Si Zul jadi takut melakukan malam pertama. Apa yang akan dilakukan oleh Yusuf? Yang jawab gadis itu Bilqis, hebat 👍👍👍 tebakan kalian benar. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih aku Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar juga jagan ketinggalan
Sambil menunggu Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Yuk baca karya teman aku. Ceritanya bagus dan seru loh. Cus ke karyanya.
__ADS_1