Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Cilok


__ADS_3

     Zulaikha sedang duduk manis di kursi meja makan. Dia ingin makan cilok gara-gara lihat postingan Bintang tadi siang yang mengunggah cilok bumbu kacang, cilok bumbu seblak, dan cilok bumbu goang. Dia langsung merasa ngeces saat melihat foto-foto itu. Dia pun minta suaminya untuk membuatkan cilok karena dulu pernah juga dibuatkan olehnya.


"A~ng, sudah belum?" Zulaikha sudah tidak sabar saat saat mencium wangi bumbu kacang.


"Sebentar lagi, Sayang," kata Yusuf sambil melirik ke arah istrinya.


"Oh, suamiku ini semakin terlihat ganteng jika sedang memasak seperti ini," ucap Zulaikha sambil tersenyum menggoda dan mengedipkan matanya.


"Aang nggak akan jatuh pada bujuk rayuan kamu, Sayang. Pokonya kamu nanti harus pijat aku. Jangan lupa!" balas Yusuf nggak mau terpesona sama istrinya. Nanti ujung-ujungnya malah bercinta atau tidur.


"Siap Bos! Aku akan pijat semuanya dari ujung kaki sampai kepala!" seru Zulaikha dengan penuh semangat.


"Cukup pundak dan kepala saja," kata Yusuf sambil meletakan satu piring penuh cilok bumbu kacang.


"Asik! Hmmmm, wanginya enak!" Zulaikha sudah tidak sabar ingin memakannya.


"Tunggu! Jangan dulu di sentuh." Zulaikha menahan tangan suaminya yang hendak menusukan garpu ke piring yang berisi cilok.


"Ada apa?" tanya Yusuf penuh tanya.


"Mau aku foto dulu. Dan mau pamer sama Bintang," jawab Zulaikha sambil tersenyum jahil.


"Kalian ini, sudah dewasa juga kelakuan kayak anak remaja yang baru beranjak gede saja," ucap Yusuf.


"Dia sudah buat aku ngeces. Kini giliran aku buat dia ngeces juga. Biar Om Ghaza juga kelimpungan kalau Bintang ngidam cilok ini juga," kata Zulaikha tertawa jahat. Dia buat status dengan me-tag nama Bintang.


    Baru saja dia post unggahan itu, sudah banyak yang kasih like dan komentar. Sesuai harapannya. Bintang mencak-mencak di kolom komentar. Karena sudah menganggu dia yang sedang tidur.


[Hei, Zul. Kenapa ganggu orang saja! Apa itu? Sini antarkan ke rumah! Sudah ganggu orang tidur, tanggung jawab. Aku jadi lapar]


    Zulaikha tertawa puas karena tujuannya tercapai. Dia baru diam saat suaminya memasukan cilok ke dalam mulutnya.


"Tuh, kan! Om Ghaza langsung menghubungi," kata Zulaikha dengan tawa riangnya.


"Assalamu'alaikum, Om. Ada apa?" tanya Zulaikha pura-pura tidak tahu.


[Wa'alaikumsalam. Zul, ciloknya masih ada, nggak?]

__ADS_1


"Ada tapi sudah mau habis. Karena Aang buatnya sedikit," jawab Zulaikha.


[Sisakan meski satu biji. Buat Bintang, dia ngiler lihat cilok yang kamu posting.]


"Aduh, bagaimana ya, Om. Ini—" ucapan Zulaikha terpotong.


[Om beli. Berapa?]


    Zulaikha tersenyum puas. Dalam hati dia bersorak karena berhasil membuat Bintang ngidam cilok buatan suaminya. Biasanya dia yang sering dibuat ngeces sama postingan Bintang.


"Oke. Kalau begitu. Harga per bijinya seratus—" lagi-lagi ucapan Zulaikha terpotong.


"Dokter Ghaza kalau mau, datang saja ke sini. Masih ada kok," kata Yusuf mengambil alih telepon istrinya.


[Terima kasih, Pak Yusuf. Aku ke sana sekarang.]


    Yusuf pun meletakan handphone milik istrinya di atas meja. Dia menatap Zulaikha dengan intens dan serius.


"A~ang." Zulaikha nggak kuat kalau ditatap seperti itu sama suaminya. Dia tahu kalau tadi sudah keterlaluan.


"Maafkan aku. Janji nggak akan ulangi lagi," kata Zulaikha sambil meraih tangan suaminya dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu itu sudah menjadi seorang Ibu. Tapi, kelakuan kamu masih kayak anak SMP. Kamu selalu mengikuti apa-apa yang Bintang lakukan dalam hal beginian. Kenapa tidak mencontoh Bintang dalam hal yang lainnya?"


"Aku salah, habisnya Bintang upload foto makanan duluan," kilah Zulaikha.


"Tapi dia post itu tidak ada niatan untuk menjahili kamu kan? Tapi, tadi kamu sengaja kan men-tag Bintang agar dia tahu postingan kamu." 


    Zulaikha pun terdiam. Dia tahu dia sudah salah. Emosinya sering labil setelah hamil.


   Tidak lama Ghazali datang dengan membawa satu kotak boks salad buah buatan Bintang. Sekotak puding susu plus buah. Sekotak coklat oleh-oleh dari Amerika. Dan sekotak kue kemiri kesukaan Zulaikha dan Bintang.


"Dokter tidak perlu repot-repot bawa begitu banyak makan," kata Yusuf saat Ghazali menyerahkan semua makanan kesukaan istri mereka.


"Tidak apa-apa kok, Pak. Masih ada stok di rumah. Bintang bilang ini makanan kesukaan Zulaikha." 


"Kita para suami harus sabar menghadapi ngidam istri," ucap Yusuf yang sering kena efek ngidam istrinya.

__ADS_1


"Iya. Bintang justru makin ke sini saat hamil malah ngidam. Hamil anak-anak sebelumnya tidak mengalami ngidam," jelas Ghazali.


"Ini kehamilan Bintang yang ke berapa?" tanya Yusuf.


"Kehamilan yang keempat. Tapi, yang pertama dia mengalami keguguran," jawab Ghazali.


"Bintang itu hebat, ya. Kuliah sambil membesarkan banyak anak. Mana tidak menggunakan jasa baby sitter. Salut pada istri Anda itu," puji Yusuf dan itu membuat Zulaikha cemberut.


"Aku rasa Zulaikha juga istri yang hebat," kata Ghazali diikuti senyuman yang tulus.


"Iya, istri aku ini juga tidak kalah hebat. Aku tidak akan menjadi orang yang seperti ini jika tidak ada dukungan dari istriku. Dia itu salah satu penyemangat dalam hidupku," ucap Yusuf dan itu membuat Zulaikha tersenyum tersipu malu.


    Ghazali pun pulang dengan membawa satu kotak bekal makanan, cilok bumbu kacang itu. Pesanan Ibu hamil yang sedang menunggu di rumah.


***


    William merasa tidak senang dan tenang saat melihat status milik Bilqis yang bersama Zakaria dan Ibunya. Meski dia hanya menulis dengan chaption "Melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu." Dengan emoticon love dan smile.


     William yang tidak bisa bekerja dengan baik seharian ini. Mencoba mengintip medsos milik Zakaria. Dia juga memosting mereka bertiga yang sedang makan bersama.


"Berasa menjadi keluarga bahagia." William membaca tulisan Zakaria.


"Apa-apaan mereka ini?" Suara William terdengar menggeram.


"Bilqis, kamu tidak berpaling ke hati yang lain 'kan?" William bergumam sambil memejamkan matanya.


"Awas saja kalau kamu menyalahi perjanjian itu. Aku akan …."


***


Aww ... Kakek Willi, kamu akan apa🤔🤔?" Aduh si Zul lagi kumat nih, jahilnya sama Bintang. Dapat tatapan maut dari Aang Ucup baru mengkeret 😁😁. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga. Kasih Like dan Komentar untuk membuat aku semakin bersemangat 🤗🤗.


Aku keluarin dulu visual para Papa/Ayah/Daddy. Nanti para anaknya nyusul.


Visual untuk tokoh wanitanya nggak nemu yang cocok 😢😢😢


__ADS_1


__ADS_2