Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Orang Tua Zulaikha


__ADS_3

Amerika,


"Katanya Nona Muda itu akan datang ke sini?" tanya seorang laki-laki berbadan tinggi besar seperti beruang gunung.


"Bagus. Ini yang aku harapkan. Aku ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh Clive. Melihat anak kesayangan yang selama ini disembunyikan olehnya, menjadi incaran kita," balas laki-laki yang memakai topeng.


"Membutuhkan waktu lebih dari tujuh belas tahun untuk bisa menemukan anak itu. Benarkan Buggy?" tanyanya pada laki-laki bertopeng.


"Kamu juga yang salah Oliver, kalau saat itu kamu tidak salah menculik bayinya Maharani, semua akan berjalan sesuai rencana awal kita."


    Laki-laki berbadan tinggi besar seperti beruang itu bernama Oliver dan laki-laki yang memakai topeng bernama Buggy. Kedua orang itu adalah musuh dari Papinya Zulaikha.


"Ini semua gara-gara si tua bangka itu. Aku jadi salah menculik bayi orang lain." Oliver bersungut-sungut karena mengingat kembali kejadian belasan tahun lalu.


"Tapi, aku nggak menyangka kalau Christopher Green ikut terlibat dan menyerahkan bayi itu pada Kakeknya yang ada di Indonesia." Kali ini terdengar nada kesal dari mulut Buggy.


"Clive benar-benar menyembunyikan identitas istrinya. Sehingga kita tidak bisa mencari keluarga wanita itu. Pria yang benar-benar licik." Oliver memukul-mukul meja di depannya.


"Saatnya kita menyambut kemenangan kita!" Buggy berdiri lalu melemparkan anak panah ke drat di depannya yang terpasang foto Zulaikha.


***


"Aduh, kenapa mata aku nggak mau terpejam?"


"Apa aku gugup karena mau mengenalkan Om Yusuf sama Papi dan Mami, ya?"


    Malam ini Zulaikha benar-benar tidak bisa tidur. Entah kenapa? Dia sendiri tidak tahu. Hanya saja dia selalu teringat akan Papi dan Maminya yang selalu melarangnya datang ke Amerika. Kalau dia mau bertemu dengan orang tuanya, mereka yang akan datang ke Indonesia. Dulu pernah sekali dia datang ke Amerika bersama keluarga Bintang untuk menemui Papi dan Maminya. Betapa marah Papinya dan sempat bertengkar dengan Alex (Papanya Bintang). Namun, akhirnya mereka bisa tinggal bersama di kediaman Andersson selama 2 minggu.


     Pernah dia datang kembali ke Amerika sekitar 2 tahun yang lalu. Ketika mendengar Maminya mengalami kecelakaan. Meski dia di sana cuma seminggu, tetapi merasa sangat bahagia bisa ikut merawat wanita yang sudah mengandung dan melahirkan dirinya.


"Tidur ... tidur ... Zulaikha! Agar besok tidak kesiangan." 


"Aku telepon si Om saja, ah!"


    Zulaikha menelepon Yusuf lewat video call. Dalam deringan ke tiga, panggilannya di terima. Terlihat kalau kekasihnya itu sudah tidur tadi.


"Assalamu'alaikum, Om," salam Zulaikha dengan senyuman manisnya.


     Yusuf sangat terkejut melihat ada wajah Zulaikha di layar handphone miliknya. Dia mengucek matanya agar tidak salah lihat.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, Zulaikha."


"Om, sudah tidur, ya?"


"Hm."


"Aku tidak bisa tidur."


"Kenapa?"


"Tidak tahu. Gugup mungkin karena mau mengenalkan Om sama Papi dan Mami." Zulaikha mengedipkan matanya dengan genit.


"Astaghfirullahal'adzim, Zulaikha! Kenapa kamu nggak pakai baju?" teriak Yusuf setelah baru sadar dia melihat leher jenjang dan dada bagian atas milik kekasihnya itu. 


     Zulaikha bukannya tidak memakai baju. Dia memakai baju tidur model tali kecil di kedua bahunya. Sebenarnya itu ada jubah luarannya. Hanya saja Zulaikha melepaskannya.


     Zulaikha pun memeriksa bajunya karena dia merasa tidak ada yang salah. Ternyata dada bagian atas terlihat sehingga si duda histeris. Dengan cepat Zulaikha menaikan selimut sampai ke leher.


"Maaf Om. Anggap saja itu rezeki nomplok!" ujar Si Gadis Nakal sambil tersenyum jahil.


"Itu bukan rezeki nomplok, namanya!" 


"Lalu apa, dong?"


"Iya, aku akan tidur. Kasih aku ciuman dulu!" pinta Zulaikha.


    Muka Yusuf langsung merona. Dia masih saja malu jika gadis nakal itu minta sun jarak jauh.


"Selamat malam, Om aku yang ganteng. Muach ... muach ... muach!" Zulaikha memonyongkan bibirnya dengan menggoda si duda.


"Semoga mimpi indah. Muach!"


     Seperti biasa Yusuf langsung menutup video call itu. Anak perawan itu selalu saja membuat jantungnya bertalu-talu. Entah karena cemas, khawatir, atau malu. Hanya Zulaikha yang membuatnya seperti ini.


     Setelah mendapatkan ciuman jarak jauh Zulaikha dapat tidur dengan nyenyak. Dia tidak tahu kalau di belahan bumi lainnya ada orang-orang yang sedang mengincar nyawanya.


***


     Sementara itu, laki-laki berusia sekitar 40 tahun-an sedang berdiri di depan Alex. Dia meminta perlindungan putrinya selama di Amerika. Tadinya dia yang mau ke Indonesia untuk menemui Zulaikha dan lelaki yang sudah mencuri hati anaknya itu. Namun, istrinya malah jatuh sakit dan tidak mungkin dia tinggalkan.

__ADS_1


"Tuan Alex, aku mohon pinjamkan salah satu pasukan bayangan milik Anda untuk melindungi Zulaikha." 


"Clive, kamu tidak perlu berbuat seperti itu. Zulaikha akan aman sampai ke tempat kamu besok. Tanpa kamu mintapun putri aku sudah menawarkan dirinya sendiri."


"Apa? Maksud Anda ... Nona Bintang yang akan ...."


"Ya, dia kemarin-kemarin merengek minta saudara-saudara kembarnya untuk ikut ke Indonesia. Katanya Qorun sudah berkeliaran di sekitar Zulaikha. Namun, dia urungkan niatnya karena Zulaikha bilang dia baik-baik saja. Kemarin lusa Zulaikha menghubungi Bintang dan minta bantuan padanya. Kalau begitu, mana mungkin Bintang bisa menolaknya."


"Ya. Nona Bintang itu memang terkenal baik pada semua orang."


"Kamu jangan memuji dia di depannya. Nanti Bintang malah besar kepala. Dia dan Zulaikha itu nggak mau saling mengalah. Jika, kamu memuji salah satunya, bersiaplah satunya lagi akan memusuhi kamu. Lebih baik biasa-biasa saja. Ini kata istri dan kedua putraku."


     Alex dan Clive tertawa terkekeh karena kelakuan putri mereka tidak jauh beda. Apalagi umur mereka tidak jauh beda.


"Aku percaya kalau Bintang adalah teman terbaik buat Zulaikha." Clive merasa terharu karena ada orang lain yang selalu menyayangi putrinya dengan tulus.


"Mau aku tunjukan video mereka ketika masih kecil. Aku yakin kamu pun akan tertawa terpingkal-pingkal. Melihat kelakuan mereka berdua. Aku dapatkan ini dari sahabat Cantika."


"Bolehkah aku lihat bersama istriku?"


"Ya, boleh. Aku ambilkan dulu ... ahk! Aku kirim ke handphone kamu saja! Sepertinya aku simpan di file milik keluargaku."


***


     Kamar tidur mewah itu kini terasa ramai oleh tawa kedua orang dewasa yang sedang menonton video lewat laptop. Clive memutarkan video itu untuk diperlihatkan kepada istrinya. Video yang berisi Zulaikha dan Bintang saat masih kecil. Dimana keduanya bermain bersama lalu bertengkar dan saling adu mulut. Membantingkan mainan mereka masing-masing. Setelah sadar mainannya rusak keduanya menangis kejer-kejer. Terakhir ada seekor anjing besar yang berlari ke arah mereka sehingga kedua bocah itu berlarian tunggang langgang sambil memanggil orang-orang. Si anjing besar itu terus mengejar sampai kedua anak itu naik pohon. Anjing itu baru pergi setelah suara wanita memintanya menjauh dari pohon. Zulaikha dan Bintang yang berada di atas pohon menangis makin histeris karena mereka tidak bisa turun. Rasa takut yang berlebihan membuat keduanya memanjat pohon tanpa sadar.


"Darling, kenapa anak kita lucu sekali!" Clive tertawa sampai keluar air matanya.


"Tuan Andersson (Alex) dapat video ini dari siapa?" tanya Maharani.


"Kalau tidak salah nama orang yang memegang kamera video ini, Gaya. Dia itu orang yang selalu membawa ketiga anaknya Tuan Alex."


"Apa dia masih punya video-video seperti ini. Ini salah satu cerita Zulaikha yang baru aku tahu. Aku ingin mendengar kisah-kisah dia yang lainnya lagi."


"Kita bisa dengar ceritanya ketika dia datang ke sini bersama kekasihnya itu. Apalagi akan ada Nona Bintang yang membuat suasana lebih ramai. Perlu kamu ingat! Jangan memuji salah satu dari kedua anak gadis itu!"


"Kenapa?"


"Nanti salah satunya akan besar kepala dan satunya lagi akan marah."

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya ya. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2