Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Hari Pernikahan (5)


__ADS_3

    Pesta pernikahan William dan Bilqis di adakan di Hotel Luna milik Fatih. Aurora yang mengatur segalanya. Oma satu ini sangat suka sekali membuat acara pesta. Jadi, dia sudah tahu semua hal yang terbaik dalam melaksanakan sebuah pesta, terutama pesta pernikahan keluarganya. Pastinya mulai dari dekorasi dan susunan acara dia ingin semua sempurna. Orang-orang selalu penasaran dengan konsep pesta seperti apalagi yang akan dibuat Nenek nyentrik ini.


    Para wartawan dan tamu undangan sudah memenuhi ballroom hotel. Mereka sedang menunggu kedatangan kedua mempelai pengantin.


"Bunny, kamu cantik sekali hari ini," kata William memuji kecantikan istrinya.


    Bilqis langsung merona dan menunduk malu. Hal ini malah membuat gemas William. Diangkat dagu istrinya dengan pelan. Ditatap netra istrinya dan perlahan dia mendekatkan wajahnya dan memiringkan kepalanya. Bibir ranum itu kini diciumnya dengan lembut.


    Baik Bilqis maupun William merasakan ada aliran listrik di sekujur tubuhnya. Bilqis membalas pagutan suaminya. Kedua pasangan yang baru sah jadi suami istri itu saling membalas dan memberikan yang terbaik untuk pasangannya.


    William bersorak gembira dalam hatinya saat merasakan ada reaksi dari titik pusat tubuhnya. Untuk lebih menyakinkan lagi dirinya. Dia kembali mencium bibir Bilqis dengan lebih mesra dan intim. Tubuhnya pun dia peluk erat sehingga benar-benar nempel. Reaksi tubuhnya semakin terasa, dia mulai merasa ada terangsang pada dirinya.


"Terima kasih, Bunny." William benar-benar ganas sampai membuat bibir Bilqis menjadi bengkak.


"Aku yang seharusnya merasa terima kasih kepada kamu, Mas." Bilqis memutuskan memanggil William dengan panggilan "Mas" seperti ibunya dulu panggil bapaknya.


"Bunny …." 


     William sebenarnya ingin langsung masuk ke kamar pengantin saja. Nggak perlu ke acara pesta. Sejak siang dia belum menyentuh istrinya. Mencium bibirnya saja baru bisa barusan. Baik dirinya maupun Bilqis sibuk sejak tadi karena ada masalah Maria tadi sama Bintang lahiran.


    William kembali mencium mesra bibir istrinya. Bilqis pun sudah tahu bagaimana cara membalasnya. Sedang asyik-asyiknya menikmati kegiatan baru mereka. Tiba-tiba pintu ruangan itu ada yang membukanya.


"Willi, ayo cepat! Jangan mesra-mesraan dulu. Kasihan para tamu undangan sedang menunggu kalian dari tadi," kata Aurora mengganggu keromantisan yang sedang dilakukan oleh William dan Bilqis.


"Mama Aurora, mengganggu saja. Seharusnya tunggu lima menit lagi," gumam William hampir tidak kedengaran kecuali oleh Bilqis yang ada tepat di depan mukanya.


   Bilqis tersenyum dan mengusap rahang kokoh suaminya. Lalu berkata, "Kita bisa melanjutkannya lagi nanti."

__ADS_1


    Merasa malu dengan ucapannya barusan. Bilqis cepat-cepat menunduk dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Benar, ya. Kita nanti lanjutkan!" bisik William.


"Hm, iya, Mas," jawab Bilqis malu-malu dengan suaranya yang pelan.


***


    Acara berjalan dengan lancar, hiburan dari artis-artis ibu kota dan para tamu undangan turut meramaikan pesta pernikahan William dan Bilqis. Senyum keduanya terus terlukis di wajah keduanya.


"Bilqis, selamat menempuh hidup baru. Akhirnya, kamu bisa mendapatkan laki-laki yang hebat." Zakaria datang bersama ibunya.


    Ketiganya pun berbincang-bincang sejenak karena para tamu undangan masih mengular di belakang mereka. Teman-teman William juga banyak yang datang.


"Gila, ya kamu. Dapat daun muda … cantik lagi."


    William tidak suka saat mendengar perkataan teman saat masih di sekolah dasar dulu. Dia pun membalas mereka dengan kata-kata yang nggak kalah menohok 


"Kalau aku bisa dengan mudah bisa mendapatkan wanita seperti apapun yang aku mau. Maka, aku tidak akan menduda sampai belasan tahun. Lagian siapa bilang aku mudah mendapatkan istri aku ini. Aku butuh berjuang untuk mendapatkan dirinya," balas William. Sehingga keduanya pun terdiam dan pergi.


***


    Penyakit jahilnya William kambuh lagi. Dia suka sekali mencuri ciuman pada Bilqis mau itu di pipi ataupun bibir. Sehingga membuat perempuan pemalu itu sering kalang kabut karena takut ada yang melihatnya.


"Mas, ih. Nanti ada yang lihat. Malu …."


"Biarkan saja. Kamu kan istri aku. Nggak dosa mencium istri sendiri," balas William.

__ADS_1


"Iya, Uncle Willi itu tidak punya tahu malu," kata Zulaikha yang tiba-tiba berdiri di dekat mempelai pengantin.


"Zulaikha … Yusuf," ucap William ketika melirik ke arah sumber suara.


"Uncle kalau mau bermesraan, nanti di kamar pengantin. Jangan buat malu tamu undangan," kata Zulaikha dengan wajah cemberut.


"Kenapa kamu malah cemberut begini?" tanya William sambil memencet hidungnya.


"Itu … karena Zulaikha juga jadinya kepingin bermesraan dengan Aang Yusuf. Tapi, pastinya akan di ceramahi olehnya nanti," jawab Zulaikha dengan mulutnya yang manyun.


    Yusuf ingin sekali menutup mulut lemes istrinya. Namun, dia hanya bisa menarik napasnya.


"Sayang, nanti kalau sudah sampai kamar tidur, bebas mau bermesraan bagaimana pun sesuai keinginan kamu," balas Yusuf dengan berbisik.


    William tertawa terkekeh sedangkan Bilqis hanya tersenyum simpul. Sementara Zulaikha tersenyum lebar dan dalam hatinya ingin cepat-cepat pulang.


"Sudah jangan cemberut, kasih bayi di dalam perut kamu ini." William mengusap perut Zulaikha yang sudah besar.


"Iya, tuh dengar, Sayang," ucap Yusuf.


"Aaaahk! Ang, perut aku tiba-tiba sakit." Zulaikha memekik dan mencengkram kuat tangan William yang menyentuh perutnya.


"Sayang, apa? Mana yang sakit?" tanya Yusuf.


"Zulaikha, jangan bilang kalau kamu juga ingin melahirkan seperti Bintang!" William meringis merasakan sakit di tangannya karena cengkraman tangan yang sangat kuat. Seperti Mentari dulu saat melahirkan Liam.


***

__ADS_1


😱😱 Jangan-jangan si Zul mau melahirkan lagi. Kakek Willi sudah tidak sabar ingin cepat-cepat masuk ke kamar pengantin 🙈🙈. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.


__ADS_2