Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
# Menjelang Pesta


__ADS_3

"Raya! Ian! Apa yang sedang kalian lakukan?" suara menggelegar membuat kedua bocah itu terdiam seketika.


"Bunda …." Kedua anak itu langsung duduk di ranjangnya masing-masing.


"Ada apa ini?" tanya Fatih yang melihat istrinya berdiri di pintu kamar putra mereka.


"Tuh lihat!" Mentari memijat kepalanya.


"Ayah ingin kalian segera bereskan kembali kamar kalian. Sayang, kamu jangan terlalu banyak pikiran. Kasihan bayi kita," ucap Fatih sambil menuntun istrinya kembali ke kamar mereka yang ada di sebelah.


"Kamu sih!"


"Kamu yang mulai duluan!"


"Raya … Ian!" teriak Fatih yang baru juga beberapa langkah.


     Kedua bocah itu saling menggerutu sambil membereskan kamar mereka. Malam hari yang seharusnya menjadi waktu istirahat, mereka malah berkelahi. Itulah enak nggak enaknya punya saudara kembar. Bisa saling berbagi pekerjaan juga ada teman berantem.


***


    Waktu pun cepat berlalu persiapan pesta pernikahan Zulaikha dan Yusuf pun sudah selesai tinggal menunggu hari H dan dekorasi akhirnya bertema putih dan biru langit. Maharani meminta bantuan kepada beberapa kenalannya untuk membantu persiapan pesta. Sementara Zulaikha kini sedang di sidang oleh teman-temannya di sekolah. Mereka sudah tahu kalau mantan gadis nakal kesayangan Yusuf ini statusnya sekarang adalah seorang istri. Mereka mencerca Zulaikha dengan pertanyaan-pertanyaan seputar hubungan suami istri. Namun, Zulaikha tidak menjawab secara jamblang karena sudah di nasehati oleh suaminya. Urusan ranjang hanya mereka yang tahu.


"Ya, pokoknya kalau sudah halal itu benar-benar full bahagianya. Mau apapun nggak takut dosa. Kalau sebelum menikah pelukan atau ciuman saja nggak boleh. Kalau sudah menikah bebas mau berapa kali kita berciuman dalam sehari," ujar Zulaikha.


"Seminggu berapa kali kalian melakukan hubungan?" tanya temannya Zulaikha.


"Nggak menghitung. Kita melakukan hal itu kalau sedang ingin," jawab Zulaikha.


"Senang, ya?" tanya yang lainnya.

__ADS_1


"Kata suami aku yang namanya rumah tangga itu senang … nggak senang, harus berbagi dengan pasangan. Dan setiap rumah tangga pasti akan ada yang namanya konflik. Makanya kita perlu saling berbicara dengan baik dan jujur. Tidak mudah tersulut emosi. Aku saja masih labil. Untungnya suami aku itu sangat dewasa dan pengertian. Pokoknya Aang Yusuf itu suami idaman. Kalau aku salah dia memberitahu dengan contoh langsung. Nggak langsung kasih vonis bilang aku salah," jelas Zulaikha.


"Suami kamu hebat deh, ingin rasanya punya suami kayak Aang Yusuf ini," kata teman Zulaikha.


"Iya. Aku juga ingin mencari seperti dia," timpal yang lainnnya.


Deg!


     Jantung Zulaikha berdebar karena teringat akan pembicaraan dia dengan suaminya. 'Jangan memuji pasangan dengan berlebihan kepada orang lain.'


'Apa seperti ini juga salah satu pemicu seseorang suka pada pasang orang lain.' Zulaikha bicara dalam hatinya, dia benar-benar nggak mau kalau ada yang merebut suaminya.


"Kalian cari pasangan sendiri, jangan suami aku!" ujar Zulaikha.


"Tentu saja, kita tidak mau disebut pelakor," balas teman-teman Zulaikha.


"Awas, aku nggak akan beri ampun pada para pelakor!" ancam Zulaikha.


***


    Hubungan William dengan Bilqis berjalan dengan baik. Kadang mereka mengirim pesan. Atau janjian mencari jajanan kuliner. 


    Setelah tahu hoby si Bule yang mencari makanan enak. Bilqis dengan giat mencari jajanan apa yang sedang viral atau digemari masyarakat saat ini. Tempat-tempat bagus dan enak makanannya.


    Bilqis yang dulu suka berdiam di dalam kamar, kini suka kelayapan bersama William berburu makanan. Kadang Asma dan pacarnya juga ikut. Meski William membatasi waktu tidak boleh melebihi pukul 22.00 waktu mereka pulang.


    Bilqis yang pemalu dan suka menunduk jika berbicara kini sudah berani menatap wajah orang lain kecuali William. Sebab, jantung dia selalu berdebar kencang jika menatap wajah bule itu.


    Hati Bilqis kini sudah tertuju kepada William. Dia ingin cintanya kali ini tidak bertepuk sebelah tangan. Maka, dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menggapai cintanya.

__ADS_1


"Bilqis … Bilqis!" panggil William.


"Ya, ada apa?" tanya Bilqis melirik ke arah William lalu menunduk karena merasa sangat malu diperhatikan oleh orang yang dia sukai.


"Kamu dapat undangan dari Yusuf?" tanya William.


"I–Iya, Mister," jawab Bilqis gugup karena jarak mereka begitu dekat.


"Bagaimana kalau kita pergi bersama?" ajak William.


'Bilqis ini kesempatan langka, jangan kamu sia-sia kan!' teriak isi hati Bilqis.


"Boleh," jawab Bilqis lagi.


"Oke. Besok aku jemput setelah Isya, ya?" 


"I–Iya."


***


    Sementara itu, di sebuah ruangan yang terdapat banyak foto Zulaikha. Seorang laki-laki berdiri di sana.


"Jadi, kamu sudah menikah? Akan aku buat pesta pernikahan itu menjadi pesta yang tidak akan terlupakan oleh kamu dan orang-orang disekitarmu!"


     Tawa yang mengerikan terdengar memenuhi ruangan itu. Dendam yang belum selesai ingin dia balas secepatnya.


***


Nah penjahat muncul lagi. Kalian apa masih ingat siapa penjahat ini? 🤔. Bilqis sudah mulai berubah nih 😁. Neng Zul sedang siap-siap mau hajatan nih. Apa akan berjalan lancar?" Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu kasih dukungan buat aku 🤗🤗 dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Kasih penyemangat dengan Like dan Komentar 😊😊😊

__ADS_1



__ADS_2