Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 117. Penyelesaian Masalah Rania


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Terus kasih like dan komentar. Semoga hari kalian penuh kebahagiaan.


***


Bab 117


      Malam itu Rain hampir tengah malam sampai di rumah mertuanya. Dia pun langsung menghampiri Rania yang tidur masih terisak. 


"Tolong jaga Nia, ya!" pinta Mentari pada menantunya.


"Pasti, Bun," balas Rain. 


     Setelah membersihkan diri dan mengganti baju, Rain pun tidur di samping Rania. Dia memeluk tubuh istrinya dengan penuh kelembutan. Air mata yang kadang keluar dari matanya pun, dihapusnya dengan pelan.


"Maafkan aku, Ya Humaira. Aku tidak berada di sisi kamu saat ada berita seperti itu," ucap Rain. 


      Rain melihat bibir Rania yang merah menggoda, dia sentuh itu dengan lembut. Hati kecilnya tidak rela jika ada orang lain yang mencium bibir istrinya.


      Foto yang beredar di sosial media sudah dipastikan itu bukan editan. Meski wajah perempuan itu tidak terlalu jelas. Hanya saja foto-foto yang lainnya menampilkan wajah Rania yang terpampang sangat jelas.


      Rain juga sudah berhasil meretas kamera cctv di sekolah Rania. Kronologi kejadian yang sebenarnya juga di tahu lewat cctv itu. Meski kamera itu dihapus, dengan kemampuan Rain, dia berhasil memulihkannya. Otak cerdasnya diperas habis-habisan dalam waktu singkat. Demi mendapatkan bukti untuk melindungi Rania dan menuntut kejahatan Ibrahim.


       Rania kini bisa tidur pulas dalam pelukan suaminya. Tidak ada lagi air mata yang keluar. Pelukan dan usapan lembut di punggung membuat gadis itu merasa nyaman dan terlindungi. Sementara itu, Rain tidak bisa memejamkan matanya. Dia terus berdoa agar dia dan istrinya baik-baik saja.


***


"Nia, Saya~ng. Bangun, ini sudah waktunya mendekati waktu subuh," kata Rain sambil mengusap-usap pipi Rania.


      Rania malah memeluk erat tubuh suaminya. Dia pun menelusupkan wajahnya di dada atas suaminya, mencari posisi nyaman. Hal ini malah membuat Rain terpancing gairahnya.


'Tidak … Rain. Ini bukan waktu yang tepat,' ucap Rain dalam hatinya.


"Nia, sholat tahajud … waktunya hampir habis," ucap Rain kali ini dia menciumi wajah Rania.


     Kejadian tidak terduga adalah saat Rain mencium bibir istrinya. Rania langsung manarik tangan Rain dan mendorongnya sekuat tenaga. Tentu saja Rain yang tidak siap akan serangan mendadak dari istrinya, terlempar jatuh dari atas kasur.


"Awww, Sayang. Kenapa kamu menyerang aku?" tanya Rain sambil bangun dan melihat ke arah Rania.

__ADS_1


"Kak … Rain," ucap Rania dengan air mata yang tiba-tiba keluar.


"Hn, ada apa?" tanya Rain sambil naik kembali ke atas ranjang.


     Rania malah dia saja dan menarik selimut menyembunyikan wajahnya, lalu menangis terisak. Dia merasa malu dan bersalah kepada suaminya.


"Yuk, bangun! Sebentar lagi subuh, biar keburu tahajud dulu," ucap Rain.


"Maafkan Nia, Kak. Nia … tidak bisa menjaga diri. Nia … gagal menjadi seorang istri," ujar Rania.


"Siapa yang bilang?" tanya Rain menyentuh kepala Rania dengan lembut.


"Jika Kak Rain mau menceraikan Rania, tidak apa-apa meski Nia tidak ridho," kata Rania dan berusaha menjauhkan dirinya dari Rain.


"Hey, dengarkan aku, Rania!" Suara Rain meninggi karena tidak suka mendengar ucapan istrinya.


"Selamanya aku tidak akan melepaskan dirimu. Hanya maut yang akan memisahkan kita," ucap Rain dan menarik selimut dengan kuat sampai Rania ikut tertarik ke arahnya. Lalu, dia pun memeluk Rania dan mencium bibirnya dengan lembut penuh perasaan.


      Niat mau melaksanakan sholat tahajud, jadinya malah mencumbu Rania. Rain baru berhenti saat terdengar suara adzan Subuh. Akhirnya, dia tidak pergi ke masjid dan malah sholat berjamaah bersama Rania.


***


"Nia, tidak mau ke sekolah lagi," ucap Rania dengan pelan.


"Hn, lagian kamu sudah selesai ujiannya," balas Rain.


"Nia, tidak mau ketemu siapa pun," lanjut Rania.


"Apa aku termasuk?" tanya Rain.


"Apa Kakak tidak mau melihat aku?" Rania balik bertanya dengan mata berkaca-kaca.


"Kita habiskan waktu berdua saja, di rumah, yuk!" ajak Rain dan Rania pun mengangguk.


***


      Seharian itu kedua orang itu malah menghabiskan waktu di dapur membuat makanan dan di kasur. Rain melarang membuka handphone, televisi, atau laptop. 

__ADS_1


"Ya Habibi, kemarin ke mana? Kenapa sulit sekali dihubungi?" tanya Rania ketika Rain mengeringkan rambutnya.


      Lalu, Rain pun menceritakan kejadian yang dia alami hari kemarin. Alasan kenapa tidak bisa dihubungi, dan juga kecemasan dirinya gara-gara istrinya tidurnya sambil menangis.


"Kak Rain, tidak menganggap aku jijik, 'kan?" tanya Rania dengan sendu.


"Tentu saja tidak, Sayang. Buktinya, aku seharian ini bersama kamu, menyentuh kamu, dan akan selalu bersama kamu selamanya," jawab Rain mematikan hairdryer.


"Tapi, bibir aku sudah ada yang pernah menciumnya selain kakak," lirih Rania merasa sakit hati.


"Itu bukan keinginan kamu," balas Rain.


"Nia mau pakai niqob mulai sekarang. Biar tidak ada lagi yang bisa mencium bibir Nia, selain Kak Rain," ucap Rania.


"Segala itu harus diniatkan karena Allah, Sayang. Agar jadi ibadah dan bernilai ibadah," kata Rain dan Rania pun mengangguk.


***


      Keluarga Fathur pun mengadakan jumpa pers dan meminta maaf karena sudah mencemarkan nama baik Rania. Semua foto skandal putra semata wayangnya pun sudah hilang dari dunia jagat Maya. Keluarga mereka pun sudah berhasil menangkap orang yang menyebarkan foto dan memfitnah Rania. 


     Pelaku adalah seorang siswi di sekolah itu yang sangat menyukai Ibrahim dan sering merasa cemburu pada Rania. Keluarga pelaku pun juga mengadakan konferensi pers untuk permintaan maaf kepada pihak keluarga Ibrahim dan Rania. Bahkan saat putri mereka dilaporkan balik oleh pihak keluarga Ibrahim dan Rania, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


      Fatih juga melakukan hal yang sama terhadap Ibrahim. Dua kubu pengusaha itu pun berperang dingin. Fatih berhasil menarik Ibrahim ke balik sel atas tuduhan pelecehan seksual dan perbuatan tidak menyenangkan. Meski begitu, Ibrahim tidak memperlihatkan raut wajah sedih. 


***


"Kak, berita mengenai Rania sudah hilang dari dunia maya. Hebat, ya! Kalau konglomerat itu bisa apa saja. Lah, coba kalau kita kena gosip di media sosial ruang lingkup kampus, nggak akan hilang-hilang, pasti akan ada sisa jejaknya," ucap Aminah sambil membuka-buka berbagai macam jenis media sosial miliknya.


"Kamu jangan terlalu bermain media sosial. Kalau malah menambah dosa bagi kamu. Coba bermain begitu itu yang bisa menambahkan pahala bagi kamu," ujar Amira sambil membuka sebuah pesan untuknya.


'Bule ini maunya apa, sih?' batin Amira


dengan kesal.


'Dokter juga bilang kakinya tidak apa-apa.' Amira merasa kesal karena merasa terus diteror olehnya.


***

__ADS_1


Apakah masalah Rain dan Rania benar-benar sudah selesai? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2