
Setelah sampai rumah, Yusuf meminta keluarga besarnya untuk kumpul kembali. Dia ingin menyampaikan keinginan dia dan Zulaikha untuk menikah secara agama dahulu.
"Yusuf, apa kamu tidak bisa menahan satu bulan lagi?" tanya Hajar.
"Yusuf takut, Bu. Kalau tidak bisa menahan diri. Iman Yusuf masih terlalu labil jika dekat Zulaikha," jawab jujur Yusuf.
"Wajar Yusuf kalau nggak bisa menahan diri di dekat bule cantik ini. Normal loh, Suf. Jadi, aku dukung kamu buat nikah hari ini meski secara agama," kata salah seorang kerabat Yusuf dari pihak Ibunya.
"Iya, lebih baik kalian secepatnya menikah saja. Sudah sama-sama mau. Segala sesuatu urusan yang baik itu lebih baik secepatnya dilaksanakan," kata Abah Taha. Dia tahu kalau Yusuf sudah membutuhkan Zulaikha.
Saudara-saudara yang lain semua menyerahkan itu pada Yusuf sendiri. Daripada zina, kalau nggak sanggup menahan diri, lebih baik langsung menikah saja.
Betapa bahagianya Zulaikha. Impiannya menjadi seorang dari Yusuf Maulana Basilah, bisa terlaksana.
Semua keluarga pun mendukung Yusuf. Setelah berbicara dengan sesepuh desa dan pengurus agama di sana. Ijab qobul akan dilaksanakan setelah shalat Ashar di masjid Agung.
***
Berbeda dengan keluarga Fatih yang kini sedang berkumpul di ruang keluarga. Suasana di sana sangat tegang. Apalagi seorang anak laki-laki yang kini menjadi seorang terdakwa.
Rayyan berdiri seorang diri di sana. Amarah Ayahnya yang seumur hidupnya baru sekarang ini dia lihat dan rasakan.
Asiah berada dalam pelukan Mentari. Sementara Raihan berada dalam dekapan Aurora.
"Ayah pernah bilang kepada kamu. Beberapa waktu yang lalu jangan melewati batas. Kamu harus tahu apa yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh kamu lakukan." Fatih duduk di depan Rayyan yang menangis tergugu.
"Mau menangis seperti apapun kamu. Ayah tidak akan mentolerir apa yang sudah kamu lakukan tadi," ucap Fatih pada putra bungsunya.
"Kamu dihukum tidak boleh ke luar rumah selama satu bulan. Dan selama itu kamu dan Asiah tidak boleh bertemu atau pun berkomunikasi," lanjut Fatih.
"Tidak Ayah. Kenapa aku tidak boleh bertemu bahkan berkomunikasi dengan Asiah," kata Rayyan sambil menatap Ayahnya.
"Itu hukuman itu kamu. Agar kamu menyesali apa yang sudah kamu lakukan tadi," balas Fatih.
"Raya juga nggak akan menyesal sudah melakukannya!" teriak Rayyan.
"Raya! Apa yang kamu lakukan tadi itu ...." Fatih sungguh sangat kesal.
__ADS_1
Khalid pun menarik cucu kesayangannya itu. Dia menghapus air mata yang terus keluar dari mata indah itu.
"Raya, kamu boleh melakukan itu dengan Asiah nanti jika kalian sudah besar dan menikah," kata Khalid lembut.
"Iya, Opa." Suara Rayyan pun sudah mulai serak.
Fatih hati dan pikirannya masih shock saat melihat anaknya melu_mat, menyesap bibir anak gadis orang layaknya orang dewasa yang sedang diselimuti gairah. Perasaan dia tidak pernah melakukan hal itu di depan anak-anaknya. Dia takut kalau Rayyan akan semakin berani berbuat hal yang lainnya kepada Asiah.
Mentari juga sangat terkejut saat melihat Asiah ngos-ngosan seperti kehabisan napas dengan bibir yang membengkak. Dia juga introspeksi diri apa pernah melakukan hal itu di depan anak-anaknya. Sebab, selama ini dia dan suaminya tidak pernah berciuman seperti itu.
'Rayyan tahu hal seperti itu dari mana, ya? Apa pengawasan aku selama ini terlalu longgar, ya?' Mentari masih memeluk tubuh Asiah yang sudah tertidur mungkin karena ketakutan melihat Ayahnya Rayyan marah.
"Sayang, kamu melakukan itu, meniru siapa?" tanya Aurora penasaran.
"Saat di Disneyland kemarin, banyak orang yang melakukan hal itu. Lalu Asiah tanya 'Mereka sedang melakukan apa?' Raya pun menjawab, 'sedang berciuman' ," jawab Rayyan.
"Kamu jangan meniru mereka, Sayang. Itu bukan adab seorang muslim. Aku boleh melakukan itu dengan istri kamu nanti dan hanya saat kalian berdua saja. Tidak ada orang lain yang melihat," kata Mentari dengan lembut.
"Iya. Raya mengerti," jawab Rayyan.
***
(Author lupa nama Zulaikha 🙈🙈🙈 di cari di buku catatan lupa saking banyaknya tulisan. Entah bab berapa dulu aku menuliskan nama lengkap Zulaikha. Komen saja pada yang ingat. Nanti aku ganti kalau salah 😁)
Dikarenakan Ayahnya Zulaikha berbeda keyakinan. Imam besar di sana yang bertindak sebagai walinya Zulaikha. Meski menikah dadakan seperti ini. Banyak orang yang datang ke mesjid agung. Mereka menunggu di teras.
"Bismillahirrahmanirrahim, dengan memohon Rahmat dan berkat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Saya nikahkan dan kawinkan Zulaikha Putri Basir bin Clive Smith dengan engkau Yusuf Maulana Basilah bin Yahya Basilah dengan wali hakim dengan mas kawin dua belas juta tiga ratus empat puluh lima ribu rupiah, dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnnya Zulaikha Putri Basir untuk saya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Sah!"
"Sah."
"Alhamdulillah,"
“Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.” (Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan)
__ADS_1
Yusuf pun memasangkan cincin nikahnya kepada Zulaikha. Kemudian gadis nakal yang sudah sah menyandang status istri, mencium tangan Yusuf sebagai bukti penghormatan padanya. Bersamaan dengan hal itu, sang mantan duda, berdoa dan meniupkan ke ubun-ubun Zulaikha.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejelekan atas dirinya dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya."
Doa Yusuf pun yang di aamiin kan oleh istrinya. Zulaikha meminta keridhoan sang suami agar bisa menjadi istri yang sholeha. Tempatnya berbagi dan mengharapkan ridho pahala dari Allah.
Setelah acara pernikahan itu, warga di ajak makan bersama di rumah Yusuf sambil mendoakan kebaikan dan kebahagiaan kedua mempelai itu. Meski menu makanan yang di hidangkan terbilang sederhana, tetapi membuat semua orang tersenyum puas karenanya
"Kamu, bahagia 'kan, Sayang?"tanya Yusuf dengan berbisik.
"Sangat ... sangat ... sangat bahagia, Om," jawab Zulaikha.
"Kenapa masih panggil aku Om?" tanya Yusuf.
"Lalu aku harus panggil apa?" tanya Zulaikha dengan senyum tersipu malu.
"Ya, terserah kamu dong, Sayang. Aku juga sekarang panggil kamu 'Sayang' coba panggil aku dengan mesra!" perintah Yusuf.
"Aku malu, Om!" Zulaikha menunduk tersipu malu.
"Jangan malu," kata Yusuf memakasa.
"A—"
***
Zul mau panggil suaminya dengan sebutan apa, ya? Coba kasih masukan cocoknya si Zul panggil Yusuf apa? Jangan Abang ... nanti di amuk Bintang 🤣🤣🤣🤣
😱😱😱😱 Rayyan melakukan hal begituan sama Asiah 🙈🙈🙈🙈 Hati-hati ya yang sudah punya anak. Mereka mudah meniru. Ada anak teman, bayi umur satu tahun lebih aja suka nyosor. Emaknya malah ketawa. Astaghfirullahal'adzim.
MAAF YA TEMAN-TEMAN AKU HANYA MENGINGATKAN SAJA. ANAK-ANAK ZAMAN SEKARANG INI MUDAH MENIRU. NONTON DRAKOR SAJA MEREKA BISA MENIRU. AKU DULU NONTON DRAKOR SUKA LEWAT DVD DI LAYAR TV GEDE BIAR PUAS. LAH DI RUMAH KAN SERING DITITIPI PONAKAN. MEREKA TAHU APA ITU CIUMAN HANYA LEWAT DRAMA.
KARAKTER RAYYAN ITU AKU AMBIL DARI ANAK TETANGGA SEKALIGUS ANAK TEMAN AKU (DIA GITU NIRU EMAK SAMA BAPAKNYA). SEMENTARA ASIAH AKU AMBIL KARAKTERNYA KEPONAKAN AKU. YA GITU DIAM SAJA SAAT DI CIUM SAMA TEMANNYA. KITA-KITA PARA TANTENYA YANG PANIK DAN PUSING. EMAK-EMAK MEREKA LELAH BILANGIN. ALHAMDULILLAH SEKARANG MAH SUDAH NGGAK GITU LAGI.
Cus lah yang punya poin untuk kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Eh Like dan Komen jangan lupa. Tunggu kelanjutannya ya!
Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca juga karya teman aku ya. Ceritanya bagus dan seru loh. Yuk kepoin ceritanya.
__ADS_1