
Yusuf terkejut saat Ibunya menghubungi dia lewat video call. Ada rasa was-was karena takut Ibunya akan shock, saat tahu dirinya sudah mengalami kecelakaan. Pastinya nanti akan bertanya apa-apa. Panggilan itu berhenti berdering. Tidak lama kemudian terdengar bunyi pesan masuk dua kali.
[Assalammualaikum]
[Yusuf, apa sudah masuk kerja? Bagaimana kabar kamu dan Asiah? Sudah 2 hari kamu nggak kasih kabar sama Ibu. Sejak kemarin Bapak menanyakan kamu. Ibu juga merasa hati ini tidak tenang, kepikiran kamu terus. Kalau ada waktu telepon Ibu balik, ya!]
"Maaf, Bu. Aku nggak bisa mengangkat video call. Aku nggak mau membuat Ibu khawatir," gumam Yusuf.
Yusuf terkejut dengan wallpaper layar utamanya. Terlihat jelas foto dirinya dan Zulaikha yang sedang tidur berdua. Hanya wajah mereka saja yang terpampang. Namun, wajahnya belum di balut sama perban. Itu menunjukkan kalau foto itu di ambil sebelum dirinya mengalami kecelakaan.
"Zulaikha ...! Ini pasti perbuatan kamu." Yusuf bermonolog.
Apa Yusuf menghapusnya? Jawabannya adalah tidak. Dia membiarkan wallpaper layar utamanya bergambar dia dengan Zulaikha yang sedang memejamkan mata. Dengan bibirnya menyentuh kening yang sering disentil olehnya.
Yusuf tidak tahu kalau foto itu diambil saat Zulaikha menginap di apartemennya. Tadinya Zulaikha tergoda untuk mencium bibir Yusuf karena penasaran rasanya ciuman itu seperti apa? Namun, akhirnya dia memilih membuat kenang-kenangan dengan berfoto bersama kayak sedang tidur bersama, padahal tidak.
Yusuf memejamkan matanya. Dia mencoba mengingat kembali akan pembicaraannya dengan Yunus, kemarin. Dia tidak tahu akan masa lalu Zulaikha.
__ADS_1
Flashback on,
Yunus masuk ke ruang rawat inap Yusuf. Dilihatnya sang majikan sedang tidur dengan menggenggam tangan orang yang di sukai olehnya.
"Kamu siapa?" tanya Yusuf pada orang asing yang tidak tahu kenapa sampai tiba-tiba masuk ke kamarnya.
"Kenalkan nama saya, Yunus. Teman Zulaikha," sapa Yunus saat berhadapan dengan Yusuf.
"Ada perlu apa?" tanya Yusuf pada pemuda yang berdiri menjulang tinggi.
"Aku ingin memberi tahu, kalau Zulaikha sejak tahu Anda mengalami kecelakaan. Dia selalu menyalahkan dirinya atas apa yang menimpa pada Anda," ucap Yunus.
"Sebenarnya aku tidak mau menceritakan ini. Hanya saja ini demi kebaikan kalian semua," lanjut Yunus sambil duduk di sisi ranjang dekat Zulaikha menyandarkan kepalanya.
"Katakan apa itu?" tanya Yusuf dengan menatap Yunus tidak suka saat melihat pemuda itu memandangi gadis nakalnya.
"Akan aku beritahu dulu siapa Zulaikha ini. Dia adalah anak pasangan Maharani Putri Basir dengan Clive Smith. Orang tuanya tinggal di Amerika dan tidak membawanya ke Amerika itu adalah karena permintaan Kakek dari pihak Ibunya. Zulaikha memiliki masa lalu yang agak kelam. Dia pernah mengalami depresi karena menyaksikan langsung pembunuhan seorang pengasuh yang dia sayangi."
__ADS_1
Yusuf merasa merinding dan membayangkan bagaimana seorang anak kecil menjadi saksi dari kejadian yang mengguncang kejiwaannya. Dia merasa sangat kasihan dengan kehidupan Zulaikha. Selama ini dia menyangka kalau gadis penggoda yang sering bertingkah konyol dan kadang menjengkelkan tapi menggemaskan itu, hanya kurang kasih sayang orang tuanya saja. Ternyata ada masa lalu kelam.
"Zulaikha sampai harus berobat ke dokter psikiater selama satu tahun untuk mendapatkan pengobatan. Zulaikha yang menjadi saksi mata atas pembunuhan yang kejam itu, membuat pelakunya dijatuhi hukuman penjara dua puluh tahun. Namun, beberapa waktu yang lalu orang itu bebas dan mencari keberadaan Zulaikha. Dia sering berkeliaran di dekat Zulaikha untuk membalaskan dendam. Ada kemungkinan pelaku itu juga yang sudah membuat Anda mengalami kecelakaan ini. Itu 'lah kenapa Zulaikha merasa bersalah karena kecelakaan yang menimpa pada Anda."
Yusuf menatap wajah damai Zulaikha yang sedang tidur. Hatinya terenyuh mendengar kisah si gadis perawan satu ini.
"Aku sudah memintanya untuk menjauhi atau menjaga jarak dengan Anda dan Asiah. Setiap dia akan menjauhi kalian berdua, hati kecilnya selalu menolak dan bersikukuh ingin selalu bersama dengan kalian. Dia bertekad akan melindungi kalian, karena besarnya cinta dan sayang dia kepada kalian berdua."
Yusuf meneteskan air matanya. Dia sering meminta Zulaikha untuk jangan mengganggunya dahulu. Dia awalnya menyangka kalau Zulaikha itu anak OSIS penggoda Om-Om. Namun, melihat kepolosan dan tingkahnya. Persepsi dirinya berubah dalam menilai si gadis tetangga itu. Dia berpikir Zulaikha itu gadis nakal yang kurang perhatian orang tua karena tinggal seorang diri di apartemen.
"Zulaikha itu tidak selemah yang kita kira. Dia selama ini berjuang seorang diri melawan ketakutannya. Tingkah ceroboh dan nakalnya itu untuk menutupi rasa cemas dan gelisah dalam hatinya. Saat di depan orang lain dia akan terlihat seperti gadis kebanyakan pada umumnya."
Yusuf terdiam mendengarkan Yunus berbicara. Dia merasa dadanya sesak dan sangat sakit. Rasanya dia ingin merengkuh tubuh Zulaikha dalam pelukannya. Memberi tahu kalau dia tidak seorang diri ada dirinya yang akan mendengar keluh kesahnya dan ocehannya.
"Hanya kepada Bintang saja dia bisa membicarakan apapun itu. Mereka berdua itu punya hubungan yang aneh. Saling bersaing tidak mau kalah, tetapi saling mendukung dan menguatkan." Yunus tertawa terkekeh kalau mengingat kelakuan dua gadis ini.
Flashback off.
__ADS_1
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya. Dukung aku terus. Terima kasih.