
Acara kencan pertama yang di tunggu-tunggu oleh Zulaikha, jadinya acara mengasuh anak konglomerat. Berasa jadi Baby sitter gratis. Dia dan kekasihnya harus jalan kesana-kemari mengikuti gerak lincah para balita itu.
"Aku sudah capek! Mereka tadi sarapan apa? Sampai tidak ada habis-habisnya tuh, tenaga mereka," gerutu Zulaikha sambil memperhatikan keempat anak itu.
"Itu lagi Raya, dia enak-enakan jalan sambil bergandengan tangan dengan Asiah," katanya saat melihat dua bocah laki-laki dan perempuan yang pakai bando Mickey Mouse dan Mini Mouse.
Yusuf yang sebagian juru kamera pun banyak mengabadikan momen-momen mereka di Disneyland ini. Tentu saja yang banyak adalah foto Zulaikha. Dia banyak mengambil gambar Zulaikha secara diam-diam.
"Ayah, Asiah mau naik komedi putar!" tunjuk Asiah pada komedi putar yang berbentuk hewan gajah.
"Ya, boleh. Siapa saja yang mau naik itu?" tanya Yusuf.
Keempat bocah itu ternyata ingin menaiki wahana itu. Hal itu membuat Zulaikha senang.
'Yes, selagi mereka naik itu, aku akan berduaan dengan Om Yusuf,' kata hati Zulaikha.
"Kayaknya aku nggak jadi deh," kata Rain sambil menatap Zulaikha.
"Kenapa?" tanya Zulaikha.
"Kata Kak Bintang, Kak Zulaikha tidak boleh ditinggal berduaan," jawab Rain.
"Apa?" Zulaikha sangat terkejut. Dia merasa kesal pada sahabatnya itu.
'Bintang! Awas kamu!' ancam Zulaikha.
Berbeda dengan Yusuf ada rasa lega ketika Rain memutuskan untuk tidak ikut naik dan lebih memilih menjadi pengawas dirinya dengan Zulaikha.
'Alhamdulillah, Rain ada di sini.' Betapa senangnya Yusuf.
__ADS_1
Belakangan ini kalau berduaan saja dengan Zulaikha sering membuat Yusuf khilaf. Foto ini juga banyak milik Zulaikha. Untungnya iman dia masih kuat dan menjaga kewarasan dirinya. Selama tinggal serumah dengannya entah berapa kali dalam sehari mereka nyaris berciuman atau berpelukan.
Rain benar-benar menjalankan tugas dari Bintang. Ketika Zulaikha mendekati Yusuf dengan gesit dia berada di antara mereka.
'Ini bocah menurut banget sama Bintang,' kata Zulaikha sambil memasang wajah cemberut. Tadi dia ingin berfoto berdua dengan kekasihnya itu untuk dipasang di jejaring media sosial miliknya.
Baru saat mereka mendatangi area Indiana Jones Adventure keempat bocah itu tidak mengawasi Zulaikha, mereka menikmati petualangan di sana. Sebaliknya Yusuf yang tidak bisa melepaskan pantauan dari keempat anak itu.
'Aaaaakh! Aku kesal sekali hari ini.' teriak Zulaikha dalam hatinya.
'Apakah seumur hidup aku tidak ada waktu bisa berduaan saja dengan Om Yusuf?' Senyum kini sudah hilang dari wajah Zulaikha. Dia sudah tidak mengharapkan apa-apa dari acara kencan ini. Dia pun mulai berpikir kalau ini hari adalah hari terburuknya setelah tragedi malam itu.
Yusuf baru sadar kalau Zulaikha mulai berubah. Tidak ada teriakan saat manggil atau mengingatkan keempat bocah itu. Suaranya benar-benar seperti habis bahkan senyumnya pun tidak terukir saat netra mereka beradu pandang. Zulaikha hanya diam mengikuti kemana Yusuf melangkah mengikuti keempat bocah itu.
"Zulaikha, apakah ada permainan yang ingin kamu naiki atau area yang ingin kamu datangi?" tanya Yusuf yang merasa kasihan kepada Zulaikha. Kekasihnya itu hanya menggelengkan kepala.
"Kamu, marah?" tanya Yusuf. Namun, Zulaikha hanya menggeleng, lalu berjalan mengikuti keempat bocah itu.
Mereka bermain sepuasnya sampai sore hari. Apalagi saat di Amerika sedang masuki akhir musim semi. Waktu yang pas untuk acara jalan-jalan bersama pasangan atau keluarga.
***
Dalam perjalanan pulang, keempat bocah itu tertidur karena kelelahan. Zulaikha pun memilih pura-pura tidur. Dia masih kesal hatinya, tidak ada keinginan untuk bicara dengan siapapun.
Saat sampai di kediaman pun Yusuf melarang sopir untuk membangunkan Zulaikha. Sebab, dia yang akan menggendongnya ke dalam setelah membawa terlebih dahulu Asiah. Sopir dan beberapa pelayan laki-laki pun membawa ke tiga anak laki-laki.
Saat Yusuf kembali ke mobil, dia sangat terkejut. Sebab, Zulaikha sudah tidak ada di sana.
"Zulaikha, mana?" tanya Yusuf kepada sopir yang hendak memasukan mobil ke garasi.
__ADS_1
"Nona, sudah bangun dan masuk ke dalam rumah," jawab sopir itu.
Dengan langkah cepat Yusuf mendatangi kamar Zulaikha. Ternyata pintunya dikunci. Hal yang jarang Zulaikha lakukan selama ini.
"Hah, kamu marah rupanya," gumam Yusuf.
Duda beranak satu itu mengetuk pintu kamar Zulaikha beberapa kali. Dia memanggil-manggil namanya dan meminta pintu kamar dibuka.
Perbuatan Yusuf itu diketahui oleh kedua calon mertuanya. Mereka pun menghampiri Yusuf.
"Ada apa, Yusuf? Kenapa Zulaikha?" tanya Maharani.
"Sepertinya Zulaikha sedang marah, Mi," jawab Yusuf.
"Kenapa putriku sampai marah?" tanya Clive.
Lalu Yusuf pun menceritakan semuanya dari awal. Janji kencan bersamanya sampai harus menjadi mengasuh anak-anak.
"Sudah, nanti kamu bujuk lagi dia. Rayu dan kasih gombalan dia. Maka, akan cepat luluh dan kembali ceria lagi," kata Clive sambil berbisik.
"Sebagai gantinya ajak dia makan malam berdua. Biar anak-anak itu bersama kami. Kalian berangkatnya jangan sampai ketahuan mereka. Nanti bisa-bisa ikut lagi," ucap Maharani.
"Baik. Terima kasih Mami ... Papi!" seru Yusuf senang.
***
Kira-kira akan berjalan lancar nggak, ya? Acara makan malam Zulaikha dan Yusuf. Apakah keempat bocah itu akan tahu? Tunggu kelanjutannya ya. Jangan lupa kasih dukungan dengan LIKE, KOMENTAR, BUNGA, KOPI, DAN VOTE agar aku semakin semangat. Terima kasih.
Sambil menunggu Abang Yusuf dan Zulaikha up bab berikutnya. Baca karya teman aku. Ceritanya nggak kalah seru. Cekidot gan!
__ADS_1