Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Hari Pesta Pernikahan (1)


__ADS_3

     Suasana ballroom di  Hotel Artemis kini ramai dan sudah dihiasi dengan dekorasi sesuai keinginan si pengantin wanita. Para tamu undangan pun sudah mulai berdatangan. 


"Bintang, aku tidak terima! Kenapa kamu lebih cantik dari aku!" teriak Zulaikha saat melihat Bintang dengan gamis berwarna pink layaknya boneka hidup. Apalagi lensa mata berwarna biru langit keturunan dari keluarga Green.


"Sudah aku bilang pada kamu agar berdandan cantik jangan kalah sama aku. Sudah sana selesaikan dandan kamu." Bintang pun pergi dari ruang itu.


"Sudah kamu tenang saja. Bagi aku kamu itu paling cantik," ucap Yusuf menyenangkan hati istrinya.


"Benar nih, Ang! Kalau aku ini cantik?"


"Benar, Sayang. Bagi aku kamu ini wanita paling cantik," puji Yusuf lagi.


"Mama, Ayah …, Asiah mau makan es krim dulu sama Ian, Rain, dan Mega." Asiah sudah berdandan cantik di poles dengan make up anak-anak.


"Iya, Sayang. Kamu hati-hati jangan keluyuran sendirian," kata Zulaikha.


"Iya," balas Asiah, lalu berlari keluar kamar.


"Sebenarnya aku kasihan pada Asiah. Kadang dia melamun sambil melihat boneka pemberian Raya," ucap Zulaikha.


"Kita harus tega. Karena ini semua demi kebaikan mereka juga," ujar Yusuf.

__ADS_1


    Tanpa mereka tahu kalau yang selalu bermain ke rumah adalah Rayyan yang menyamar menjadi Raihan. Dia sengaja sering bermain ke rumah Asiah untuk mengajarkan cari berkomunikasi lewat medsos. Tentu bukan hanya itu saja tujuan dia main ke rumah Asiah.


    Seperti hari ini juga Rayyan lah yang datang ke pesta. Sementara Raihan tiduran di rumah sambil main game. Apa Fatih dan Mentari tahu? Tidak. Karena Rayyan sengaja ikut dengan mobil keluarga Mega. Jika dia ikut dengan mobil orang tuanya pasti akan ketahuan.


***


    William kini mendatangi apartemen Bilqis. Dia menjemput partner untuk pergi ke pesta lebih awal dari yang dijanjikan. Sebab, Mentari cerewet memaksanya jangan membuat seorang gadis menunggu.


    Dia memecet bel pintu karena kapok saat tadi pagi dia masuk seenaknya saat mau ambil berkas lama di ruang kerjanya. Dia melihat Bilqis tanpa jilbab karena baru selesai keramas.


    Hampir 5 menit pintu belum juga dibuka. William pun memutuskan untuk meneleponnya. 


[Assalamu'alaikum.]


[Masuk saja, Mister]


    William pun masuk dan duduk di sofa sambil menunggu. Dilihatnya foto-foto keluarga yang berjajar di meja.


"Mister, ayo!" ajak Bilqis.


    Melihat gadis yang biasanya tanpa make up kini berdandan full make up, tetapi tidak berlebihan. Senyum pun terukir di wajah duda bule.

__ADS_1


"Cantik …." kata William dan membuat Bilqis semakin merona.


"Te-rima kasih, Mister," ucap Bilqis malu-malu.


"Tunggu sebentar," kata William lalu masuk ke dalam kamarnya. Tidak berapa lama dia kembali.


"Sini." William pun menyematkan sebuah Bros di jilbab yang dipakai oleh Bilqis. Membuat si anak gadis hatinya bergetar saat tubuh tinggi itu berdiri didepannya.


"Sudah. Ini lebih baik." William tersenyum puas melihat hasilnya.


"Terima kasih," balas Bilqis.


    Bilqis menggunakan gamis bersama silver. Sementara William juga menggunakan jas berwarna abu silver. Baju pesta pasangan buatan Gaya ini dirancang khusus untuk mereka berdua atas perintah Mentari. Untungnya Fatih bisa memperkirakan ukuran tubuh seseorang dan kemampuan daya khayal milik Gaya dalam mendesain sangat patut di acungi jempol.


***


Keempat bocah sedang asik memakan es krim di dekat sana. Mereka bersenda gurau dan tertawa riang.


    Ballroom hotel kini sangat ramai oleh tamu undangan. Tanpa ada yang tahu kalau sebuah bom tertanam di sana.


***

__ADS_1


Ada Bom di sana 😱😱😱 Apakah akan ketahuan sebelum meledak? Kakek Willi sudah dapat dukungan dari banyak orang. Kira-kira Bilqis bisa luluhkan hati si duda Bule nggak, ya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa kasih dukungan buat aku dengan kasih Bunga, Kopi, dan Vote juga. Transfer energi kalian buat penyemangat dong, dengan kasih Like dan Komentar 🤗🤗🤗


__ADS_2