Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
BAB 18. Ayah, Nikahkan Kita Berdua!


__ADS_3

"Pak Rayyan? Sedang apa Anda di sini?" tanya salah seorang rekan kerja Rayyan di kampus.


"Eh, Pak Robert. Saya sedang ada acara keluarga. Maaf, saya sedang terburu-buru karena sudah datang terlambat," jawab Rayyan.


'Aku kan nggak bohong. Memang ada acara keluarga dengan calon istri aku,' gumam Rayyan dalam hatinya.


"Oh, maaf sudah mengganggu Anda yang sedang terburu-buru," kata Pak Robert sambil tersenyum dan melirik ke arah gadis berhijab yang menundukkan kepalanya di samping Rayyan.


"Permisi, Pak." Rayyan pun berjalan bersama Asiah menuju tempat yang sudah mereka booking dari beberapa hari yang lalu.


"A, aku tegang banget barusan. Takut dikenali sama Pak Robert," ucap Asiah sambil berjalan dan merangkul lengan kekasihnya.


"Apa kamu tahu kalau Pak Robert itu tidak suka mencampuri urusan orang lain. Meski dia tahu, dia akan pura-pura diam. Aku lebih waspada pada wanita yang ada di sampingnya tadi. Wanita itu adalah istri siri Pak Robert, dosen di kampus yang berbeda. Wanita itu juga sangat ambisius," ujar Rayyan sambil melirik pada Asiah yang sama-sama sedang memperhatikan dirinya.


"Ada apa?" tanya Rayyan dengan tatapan penuh selidik.


"Aa jangan selingkuh, ya!" Asiah memberi peringatan.

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi meragukan cintaku?" tanya Rayyan sambil menarik kursi untuk Asiah.


"Karena sekarang makin banyak yang namanya pelakor! Apalagi Aa ini, ganteng, cerdas, dan laki-laki idaman para wanita" lirih Asiah.


"Hm, makanya kamu beruntung. Karena aku cintanya sama kamu," pungkas Rayyan sambil tersenyum tampan dan membuat Asiah semakin terpesona.


"A, boleh cium lagi nggak?" tanya Asiah dengan hati-hati karena takut seperti kemarin, Rayyan ngambek padanya karena hampir ketahuan sama Mentari saat dia menciumnya di halaman depan rumah.


"Nggak. Bukannya tadi sebelum ke sini juga kamu sudah minta cium sakali lagi. Dengar, Asiah Sayang! Bisa tidak kamu nggak cium aku, sehari saja dulu," kata Rayyan sambil menatap Asiah.


"Nggak. Bibir Aa rasanya manis, lembut, dan kenyal. Aku suka dan nggak mau berhenti!" Kata Asiah.


     Malam itu pun mereka menghabiskan waktu bersama sampai nada dering telepon dari Yusuf yang meminta putrinya untuk pulang. Mau enggak mau mereka harus mengakhiri kebersamaan mereka malam itu.


***


     Yusuf dan Zulaikha sudah duduk di depan teras rumah. Hal ini membuat Asiah tidak bisa sayang-sayangan dulu sebelum mereka berpisah.

__ADS_1


"Terima kasih, ya Raya, sudah mengantarkan Asiah pulang dengan selamat," kata Yusuf  saat kedua pemudi itu berdiri dihadapannya.


"Yah … Ma, ada yang mau Asiah omongin. Boleh nggak kalau kita berdua dinikahkan secara diam-diam seperti Ian dan Alin," ucap Asiah.


    Bukan hanya Yusuf dan Zulaikha saja yang terkejut. Rayyan juga sama terkejutnya dengan ucapan kekasihnya.


"Apa?" Ketiga orang itu memekik saking terkejutnya dia.


"Asiah juga ingin sayang-sayangan seperti Ayah dan juga Mama. Asiah dan Raya juga tidak takut akan dosa jika ke mana-mana berduaan," ucap Asiah.


     Ketiga orang itu saling melirik dengan penuh tanda tanya. Yusuf bertanya lewat tatapan matanya kepada Rayyan. Begitu juga dengan Rayyan menjawab lewat tatapan matanya, kalau dia juga tidak mengerti atas keinginan mendadak calon istrinya itu.


"Asiah, bukannya ada peraturan kalau dosen dan mahasiswa dilarang punya hubungan?" tanya Zulaikha.


"Bukannya dulu dan Ayah juga ingin cepat-cepat menikah satu sama lainnya. Seperti itulah perasaan Asiah saat ini. Ayah, nikahkan kita berdua!" pinta Asiah.


***

__ADS_1


Akankah Yusuf dan Zulaikha menyetujui permintaan Asiah? Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan kepada aku dengan kirim Bunga, Kopi, dan Vote juga Gift dengan menonton iklan. Like dan Komentar juga untuk penyemangat aku 🤗🤗.


__ADS_2