Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
#Serangan Musuh


__ADS_3

     Mobil yang di tumpangi oleh Zulaikha dan Yusuf melaju dengan kencang di tengah kota. Ternyata ada tiga mobil yang menghimpitnya. Sebelah kanan, kiri, dan belakang. Untungnya mobil yang dipakai oleh mereka itu anti peluru. 


"Bintang, kami diikuti oleh beberapa mobil yang mencurigakan," kata Zulaikha saat sambungan telepon mereka sudah terhubung.


"Baiklah, aku akan segera menolong kamu! Ingat, apapun yang terjadi, jangan sampai keluar dari mobil!" Peringatan dari Bintang.


"Baik, aku mengerti," balas Zulaikha.


"Bagaimana tanggapan Bintang?" tanya Yusuf.


"Dia meminta apapun yang terjadi nanti, kita jangan sampai keluar dari dalam mobil ini," jawab Zulaikha.


"Mereka itu sungguh keterlaluan! Kenapa Papa kamu tidak langsung berikan saja semua harta itu padanya? Agar hidup kamu pun tidak dibayang-bayangi oleh ketakutan seperti ini," ucap Yusuf.


"Karena mereka berpikir kalau kedudukan dan kehormatan seseorang itu dilihat dari banyaknya harta yang mereka punya. Meski aku tidak sepemikiran, tapi aku tidak boleh menceramahi mereka. Meski aku dulu sempat bilang kalau Mami dan Papi lebih berharga bagiku dibandingkan dengan semua harta yang diwariskan kepada aku nanti." Zulaikha menatap mata lelaki yang kini berstatus tunangan dengannya.


"Maafkan aku yang tidak bisa memberikan kehidupan yang bergelimang harta nanti saat kamu menjadi istri aku," ujar Yusuf.


"Aku lebih senang kalau saat kita selalu bersama dikala suka maupun duka. Aku akan ada untukmu, Om. Begitu juga sebaliknya, Om selalu ada untukku. Harta bisa dicari bersama-sama. Kaya atau miskin itu relatif tergantung orangnya. Mungkin saja kata si A punya rumah dan mobil disebut kaya. Belum tentu si B bilang yang punya rumah dan mobil itu orang kaya. Sudah aku bilang dari dulu seberapa pun uang yang akan Om kasih pada aku nanti akan aku terima dengan senang hati. Tentu saja aku juga harus pandai-pandai mengatur keuangan nanti. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang," ucap Zulaikha dengan sungguh-sungguh.


     Mendengar perkataan calon istrinya itu membuat Yusuf terenyuh. Dia senang kini Zulaikha sudah semakin dewasa.


'Ini yang dinasehatkan Mami dan Mama Cantika padaku. Apa tersampaikan dengan baik nggak, ya?' Zulaikha bicara dalam hatinya.


"Aku bangga sama kamu. Sepertinya kamu memang benar-benar sudah siap jadi seorang istri," kata Yusuf.


"Tentu saja, Om. Dari dulu juga 'kan sudah aku bilang kalau aku ini siap jadi istri Om kapan saja," balas Zulaikha dengan senyum menggoda.

__ADS_1


'Bisa-bisanya mereka bermesraan di saat genting begini!' gerutu Yunus yang masih mengawasi beberapa mobil di dekat mereka.


Syuuut! Brak!


"Kyaaaak!" teriak Zulaikha.


     Ada satu tembakan melesat ke kaca mobil dibagian belakang. Tepat di belakang kepala Zulaikha. Untungnya kaca mobil itu anti peluru. Sehingga tidak bisa menembus dan mengenai Zulaikha.


     Yusuf langsung merangkul Zulaikha dan menunduk. Dia juga sangat terkejut dengan tembakan yang tiba-tiba datang menyerang mereka di tengah kota.


"Si_al! Mereka berani melakukan penyerangan di tengah kota!" Umpat sang sopir yang merupakan seorang pasukan khusus yang bekerja pada keluarga Andersson.


"Kalian berdua tenanglah!" Jangan panik dan berpikirlah dengan tenang," kata Yunus.


     Saat ini Yunus tidak boleh gegabah dalam bertindak dan menggunakan senjata api. Sebab, dia itu orang asing yang sedang bekerja untuk melindungi Zulaikha. Jangan sampai lawan memanfaatkan kejadian ini untuk menjerat dirinya dengan pasal hukum.


Brak!


Brak!


    Kali ini mobil mereka di tabrak disamping kiri.


"Bravo 1," panggil si sopir.


"Musuh sudah memulai melakukan serangan langsung." Lanjutnya lagi.


[Giring mereka ke area X]

__ADS_1


"Tidak bisa. Di depan kami sudah jadi mobil musuh. Kita sudah di kelilingi oleh musuh." 


[Jika ada kesempatan, singkirkan saja mereka!]


     Si sopir pun memperhatikan keadaan di sekitarnya. Dikira ada celah kesempatan untuk melarikan diri. 


"Pegangan yang erat. Kita harus berhasil keluar dari kepungan ini!" titah si sopir kepada semua penumpang.


"Aku akan serang sebelah kiri. Jadi bersiaplah!" teriaknya.


    Yunus memeriksa sabuk pengamannya yang sudah terpasang dengan baik. Yusuf memegang erat Zulaikha. Sedangkan Zulaikha memeluk tubuh Yusuf. Meski kurang nyaman karena terhalang sabuk pengaman.


Maka si sopir pun membanting badan mobilnya ke sisi kiri.


Brak!


Brak!


Brak!


     Suara benturan keras benda padat itu diiringi dengan suara teriakan Zulaikha yang memekakkan telinga. Sampai tiga kali mereka saling beradu badan mobil. Bentuk sisi badan kiri mobil sudah agak penyok. 


     Tubuh Zulaikha bergetar hebat. Dia saat ini merasa ketakutan.


"Tenanglah!" Yusuf mengusap kepala Zulaikha dengan lembut.


    Sepertinya Yusuf tidak mau kalau trauma Zulaikha akan kambuh seperti dahulu. Dia tidak mau melihat kekasih hatinya itu menderita dan ketakutan.

__ADS_1


***


Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.


__ADS_2