Duda Vs Anak Perawan

Duda Vs Anak Perawan
Bab 145. Akhir Kisah Yang Bahagia


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.


Bab 145


Saat ini Zulaikha masih berada di dalam ruang berselin. Dia ditemani oleh Yusuf berjuang untuk melahirkan anak mereka.


"Ayo, Sayang. Kamu pasti bisa!" kata Yusuf menyemangati Zulaikah.


Zulaikha pun mengejan untuk kesekian kalinya. Peluh sudah membanjiri seluruh tubuhnya. Terlihat lelehan keringat yang mengalir di pelipis dia, kemudian diseka oleh Yusuf.


"Ayo Nyonya, dorong!" perintah dokter kandungan itu.


'Ya Allah berikan aku kekuatan,' batin Zulaikha.


Dalam sekali mengejan yang kuat, Zulaikha pun berhasil mengeluarkan bayinya. Suara tangisan bayi itu membuat dia merasa bahagia dan juga lega. Senyum bahagia pun langsung mengembang di wajahnya yang terlihat letih dan pucat.


"Selamat Tuan Yusuf ... Nyonya Zulaikha! Putri kalian terlahir dengan selamat dan sempurna," ucap dokter kandungan itu dengan senyum bahagia.


"Alhamdulillah, ya Allah. Terima kasih Engkau sudah mempercayakan seorang hamba-Mu kepada kami," ucap Yusuf saat melihat bayinya akan menyusu kepada Zulaikha.


Tangis haru masih menghiasi wajah Zulaikha dan Yusuf. Saat melihat putri kecil mereka sedang menyusu.


Setelah selesai disusui, bayi itu dibersihkan dulu oleh seorang perawat. Kemudian, setelah bersih dan cantik diberikan kepada Yusuf. Bayi merah itu terlihat sangat cantik, perpaduan dirinya dengan Zulaikha.


***

__ADS_1


Sementara itu, di ruang bersalin lainnya, Chelsea juga sedang berjuang untuk melahirkan anak keduanya. Dia di temani oleh Mega saat proses melahirkan. Mertua dan orang tuanya menunggu di depan ruang bersalin.


Berbeda dengan proses kelahiran anak pertama dulu, saat ini Chelsea lebih tenang. Dia juga tidak terlalu gugup seperti saat melahirkan dulu. Tentu saja hal ini membuat Mega juga ikut merasa tenang.


"Ayo, Nyonya dorong! Sudah terlihat kepalanya. Bagus, sedikit lagi," ujar si dokter.


Chelsea pun mendorong dengan sekuat tenaga agar bayinya cepat keluar. Dalam tiga kali mengejan, bayi itu pun keluar dari perut ibunya.


"Selamat, Nyonya Chelsea putra Anda terlahir dengan selamat. Tampan sekali bayinya. Hidungnya mancung," ucap dokter yang membantu proses melahirkan.


"Alhamdulillah," ucap Chelsea dan Mega.


Tangis harus Chelsea dan Mega, saat melihat putra mereka yang masih berlumuran kotoran darah dan air ketuban. Bayi itu begitu lahap saat menyusu pada ibunya.


"Sama-sama, Ayang. Aku ucapkan terima kasih karena kamu selalu ada di sisiku dalam menjalani semua ini," balas Chelsea dengan tersenyum manis kepada suaminya.


Di pagi hari yang cerah itu, merupakan hari bersejarah dan membahagiakan bagi dua buah keluarga. Dikarenakan saat ini adalah hari terlahirnya anak mereka.


***


Berita kelahiran bayi Zulaikha dan Chelsea, membuat semua orang bahagia. Mereka semua mendatangi rumah sakit untuk menjenguk dan melihat bayi yang baru saja dilahirkan itu.


Saat ini Chelsea sedang tertidur pulas karena kesalahan setelah proses melahirkan. Begitu juga dengan Zulaikha melakukan hal yang sama. Tidak ada yang berani membangunkan waktu istirahat mereka.


Saat ini pasangan Asiah, Rayyan, Rania, dan Rain sedang berada di kamar milik Zulaikha. Saat mereka sedang asyik mengusili bayi itu datang Alin dan Raihan. Mereka mau ke rumah sakit tadi, harus main kucing-kucingan dulu dengan si kembar. Sebab, mereka ingin ikut. Sementara aturan tidak membolehkan balita sehat, untuk memasuki rumah sakit untuk saat ini.

__ADS_1


"Putri Mama cantik banget!" seru Asiah dengan senang.


"Bayi ini wajahnya perpaduan Ayah dan Mama, ya," ucap Asiah dan disetujui oleh semua orang yang melihatnya.


***


Waktu terus berjalan kini akan dilakukan diadakan acara akikah untuk putri Yusuf. Bayi mereka diberi Nama Aliyah.


"Semoga Aliyah bisa menjadi anak yang sholeha, sayang pada kedua orang tua, dan saudaranya," kata Rayyan berdoa untuk adik iparnya.


"Aamiin," balas Yusuf dan Zulaikha senang.


"Semoga adik kecilku ini dilapangkan rezekinya dan diberi umur yang panjang," ucap Asiah dengan penuh harap.


"Aamiin ya rabbal alamin, terima kasih, Sayang," lanjut Yusuf sambil mencium kepala putri sulungnya.


"Kakek ... Nenek, semoga Aunty bayi ini semoga kelak jadi orang yang sukses," ucap Zafirah dan Zarfran bersamaan.


"Aamiin. Terima kasih, cucu-cucunya kakek. Semoga kalian juga bisa menjadi orang yang lebih sukses dari kedua orang tua kalian," balas Yusuf dan mencium cucunya satu persatu.


Kisah Yusuf dan Zulaikha pun berakhir bahagia. Begitu juga dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka.


***


Saya ucapkan banyak terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah membaca karya aku ini. Semoga kalian bisa mengambil nilai atau hikmah dari cerita di novel ini. Sampai berjumpa lagi di karya-karya aku yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2