
Saat hampir tengah malam Yusuf dan Clive berbicara empat mata di ruang kerja. Kedua laki-laki itu sedang membicarakan hal yang serius.
"Jadi, kamu tidak bisa beladiri apalagi menggunakan senjata?" Clive manggut-manggut. Sebenarnya dia sudah tahu akan hal itu. Hanya saja dia hargai kejujuran dari calon menantunya.
"Meski sudah tahu keadaan aku, apa Papi masih mau menyerahkan Zulaikha kepadaku?" Yusuf memanggil Clive dengan sebutan Papi, atas keinginan Clive sendiri.
"Mau nggak mau aku harus menyerahkan dia padamu. Selama hidupnya, Zulaikha itu tidak pernah benar-benar bahagia. Senyum bahagia dan tulusnya baru bisa aku lihat hari ini. Dia itu biasanya selalu memasang senyum palsu dan bilang bahagia saat di depan kami. Cintailah dan sayangilah dia dengan segenap hatimu." Clive berbicara dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Tentu saja, Pi."
__ADS_1
"Sejak masih bayi nyawa Zulaikha itu sudah terancam. Hanya karena dia terlahir sebagai putriku." Laki-laki paruh baya itu menarik napasnya dalam-dalam.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Yusuf penasaran.
"Karena aku mewarisi semua harta milik Kakek. Pamanku jadi membenci aku. Apalagi saat tahu kalau aku sudah buat keputusan akan memberikan seluruh harta yang aku punya untuk anakku. Jika anakku meninggal, maka seluruh harta kekayaan itu akan menjadi milik Paman," jawab Clive.
"Apa? Hanya karena gara-gara harta nyawa Zulaikha sudah terancam sejak bayi!" Yusuf sangat terkejut.
Clive bercerita panjang tentang Zulaikha. Yusuf yang mendengarkan pun ikut meneteskan air mata. Dia tidak menyangka kalau Anak Gadis Nakalnya itu punya kisah yang menyedihkan.
__ADS_1
"Apa kamu tahu betapa tersiksanya perasaan kami sebagai orang tua. Tidak bisa bersama anak yang kami cintai dan sayangi karena takut kematian akan menghampirinya."
"Kenapa tidak dilaporkan ke polisi?" tanya Yusuf.
"Karena Paman aku itu bermain bersih. Dia punya otak yang cerdas dan sifat yang licik," jawab Clive.
"Siapa nama Paman itu, Pi?" tanya Yusuf penasaran.
***
__ADS_1
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.