
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari ini kalian bahagia dan sehat selalu.
***
Bab 144
Saat dini hari Zulaikha merasa tidak enak perasaannya. Dia membolak-balikkan badannya ke kiri dan ke kanan mencari posisi yang nyaman. Perutnya yang sudah membesar itu terasa mengganjal dan pegal.
"Kenapa, Sayang?" tanya Yusuf saat terbangun dari tidurnya.
"Tubuhku terasa tidak nyaman, ini sedang mencari posisi yang enak," jawab Zulaikha.
"Sini aku usap-usap pinggangnya biar terasa nyaman," ujar Yusuf kepada istrinya.
Zulaikha pun semakin mendekatkan tubuhnya kepada Yusuf. Agar suaminya bisa memberikan usapan pada tubuh yang terasa pegal. Mereka dalam posisi itu selama lebih dari 30 menit. sampai Zulaikha tertidur pulas.
Namun, baru saja Zulaikha tidur selama 1 jam dia pun terbangun kembali. Itu dikarenakan rasa mulas yang tiba-tiba saja dirasakannya.
"Ang, bangun perut aku terasa sakit dan mulas!" ujar Zulaikha sambil membangunkan Yusuf. Meski sudah beberapa kali digoyangkan tubuh Yusuf itu masih saja bergeming karena suaminya itu tertidur dengan sangat pulas.
"Aang!" teriak Zulaikha dan kali ini Yusuf pun terbangun.
"Ada apa Sayang? Kenapa kamu membangunkan aku?" tanya Yusuf yang terkejut sangat bangun dari tidurnya.
"Perut aku mulai terasa mules, takut akan melahirkan malam ini juga," jawab Sudah nikah sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit besar.
__ADS_1
"Apa? Ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang juga," ajak Yusuf kepada Zulaikha.
Yusuf pun memapah tubuh Zulaikha dan membawanya ke rumah sakit. Untungnya tengah malam itu jalanan sepi. Sehingga, bisa cepat sampai ke di rumah sakit bersalin.
Begitu sampai di rumah sakit Yusuf pun langsung membawa istrinya ke ruang dokter kandungan yang bertanggung jawab menangani proses melahirkan yang akan dijalani oleh Zulaikha. Kali ini rasa gugupnya lebih-lebih dari saat akan melahirkan Athaya dulu. Sebab, Zulaikha beberapa kali berteriak dan mencengkram kuat tangannya.
"Dokter tolong periksa keadaan istri saya!" seru Yusuf begitu masuk ke ruang dokter kandungan.
Zulaikha hanya bisa menahan rasa sakit saat seorang perawat memintanya untuk naik dan berbaring di atas brankar. Dia pun mencari posisi yang nyaman agar tidak jatuh.
Datang seorang dokter yang memeriksa kehamilan Zulaikha. Dokter itu adalah miss Angela yang dipercaya dalam menangani kehamilan anak, cucu, dan menantu keluarga Hakim.
"Ini baru pembukaan ke enam, bergeraklah dengan jalan-jalan agar mempercepat proses pembukaannya," ucap Miss Angel.
Maka Yusuf pun mengajak Zulaikha untuk berjalan-jalan di taman rumah sakit. Dia pun mengajak jalan-jalan istrinya dengan penuh kesabaran dan telaten.
"Apa Chelsea juga sudah mau melahirkan?" hanya Yusuf.
"Dokter memperkirakan sekitar 2 minggu lagi, tapi ada kemungkinan waktu berubah seperti kelahiran anak pertama kami. Dia itu lahiran lebih cepat dari waktu yang diperkirakan oleh dokter," ucap Mega sambil mengelus perut Chelsea.
"Semoga saja proses melahirkan nanti dapat berjalan dengan lancar," kata Yusuf.
"Aamiin," kata mereka semua.
Sebentar lagi mau masuki waktu Subuh. Yusuf dan Mega pun pergi ke masjid yang ada di area rumah sakit. Sementara itu, Zulaikha dan Chelsea sedang berada di dalam ruang rawat inap masing-masing. Chelsea dengan ditungguin oleh Bintang dan Zulaikha ditunggui oleh Asiah.
__ADS_1
***
Asiah yang kasihan melihat Zulaikah pun hanya bisa mengusap-nguasa perut ibu sambungnya itu, sambil berdoa agar dilancarkan saat waktu melahirkan bayinya. Begitu pun dengan Zulaikha yang terus tiada henti dalam hati berdoa kepada Allah. Agar semuanya diberikan kelancaran saat akan melahirkan nanti.
"Asiah yakin kalau Mama pasti bisa," ucap Asiah untuk menyemangati Zulaikah.
"Aamiin, terima kasih Sayang, sudah memberikan semangat untuk Mama," kata Zulaikha.
Rasa mulas semakin terasa oleh Zulaikha dan sepertinya bayi di dalam perut itu yang segera keluar. Asiah pun memanggil perawat dan dokter untuk memeriksa keadaan Zulaikha.
Sesuai perkiraan Asiah kalau mama sambungnya akan melahirkan saat ini karena ketubannya sudah pecah. Serta dalam waktu yang bersamaan Yusuf pun datang sehabis pulang dari masjid.
"Apakah kamu akan melahirkan Sayang? tanya Yusuf sambil membeli kepala Zulaikah.
"Iya Ang. Sepertinya bayi ini mau keluar hari ini," jawab Zulaikha dengan lirih.
"Semoga Allah memberikan kelancaran," kata Yusuf menyemangati Zulaikah.
Zulaikha dibawa ke ruang bersalin dan Yusuf juga ikut menyertainya di dalam ruangan itu. Miss Angela pun sangat senang, saat melihat Yusuf yang dalam keadaan tenang dan bisa menenangkan hati istrinya.
"Jangan lupa berdoa ya, Sayang! Semoga semuanya baik-baik saja," tambah Yusuf.
Proses melahirkan anaknya Zulaikha memakan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan usia Zulaikha yang sudah berkepala empat.
"Tarik napas tahan dorong, Bu! Tarik napas ... tahan ... dorong, lagi!" Miss Angela memberikan aba-aba kepada Zulaikha.
__ADS_1
***
Apakah proses lahiran Zulaikha berjalan lancar dan bayi yang akan dilahirkannya selamat? Tunggu kelanjutannya, ya!