
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Setelah itu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia selalu.
***
BAB 131
Asiah mulutnya mengaga saat mendengar curahan hati ibu sambungnya. Dia tidak menyangka kalau ibu tirinya itu ingin punya anak lagi.
"Ma, ini terlalu beresiko untuk wanita di usia berkepala empat," kata Asiah akhirnya setelah menenangkan dirinya dari rasa keterkejutannya tadi.
"Masa mama hanya punya kamu dan Athaya. Mama juga ingin punya banyak anak. Buat apa dulu menikah muda, tapi hamil hanya satu kali. Ayah kamu itu tidak jago buat bayi," gerutu Zulaikha.
"Itu karena saat Mama melahirkan Athaya terlihat sangat kesakitan. Makanya Ayah melarang Mama hamil lagi," ucap Asiah mencoba menenangkan hati ibu sambungnya.
"Lebih sakit saat malam pertama dibandingkan saat melahirkan. Setelah melahirkan ada perasaan bahagia yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Apalagi pas melihat bayi kita terlahir dengan sempurna dan sehat," bisik Zulaikha.
"Benar juga apa yang dikatakan oleh Mama. Ya, sudah nanti Asiah akan bilang sama Ayah kalau Asiah tidak masalah punya adik lagi," kata Asiah dan membuat Zulaikha senang.
'Yes! Tinggal merayu Athaya, agar dia mau punya adik lagi. Sekarangkan dia sudah besar, jadi tidak akan mungkin cemburu kalau punya adik lagi,' kata Zulaikha dalam hatinya.
***
Sementara itu, di tempat lainnya. Atau lebih tepatnya di kantor perusahaan milik keluarga Basir, Yusuf sedang berbicara dengan Rayyan. Dia membicarakan keinginan Zulaikha yang ingin punya bayi lagi.
"Ya, menurut Raya tidak apa-apa kalau mama Zulaikha masih mampu hamil dan melahirkan," kata Rayyan setelah mendengarkan curahan hati ayah mertuanya,
"Ayah tidak mau melihat dia kesakitan lagi. Apalagi sekarang usia Zulaikha sudah berkepala empat," balas Yusuf.
"Lalu, kenapa tidak dari dulu-dulu punya anak lagi?" tanya Rayyan.
"Athaya tidak mau kalau perhatian kita teralihkan pada orang lain. Dia selalu ingin memonopoli perhatian kita," jawab Yusuf.
"Bukannya Athaya sudah masuk pesantren saat masih sekolah dasar dulu. Ya, aku rasa pas saat itu harusnya Ayah dan mama punya rencana buat anak lagi. Aku kira dia tidak akan marah," tutur Rayyan.
"Itu … karena kita janji tidak akan memberinya adik asal dia mau tinggal di pesantren," tukas Yusuf.
"Ayah, tidak tahu alasan sebenarnya kenapa Athaya mau masuk pesantren?" tanya Rayyan dengan tatapan terkejut dan heran.
__ADS_1
"Memangnya alasan apa lagi yang bisa membuat Athaya mau masuk pondok pesantren," balas Yusuf tidak tahu.
"Itu karena Aqilah masuk pesantren juga. Jadi, dia mau ikut masuk ke pesantren yang sama dengannya," ujar Rayyan memberi tahu.
"Kata siapa?" tanya Yusuf tidak percaya.
"Ya, karena Asiah memanasi Athaya kalau Aqilah akan banyak yang naksir saat di pesantren. Jadi, Athaya harus mau ikut ke pesantren itu untuk menjaga Athaya," jawab Rayyan sambil tersenyum geli.
"Apa?" Yusuf membelalakkan matanya saking terkejutnya.
Yusuf merasa kesal karena selama ini merasa dibodohi. Namun, entah pada siapa dia harus merasa marah dan melampiaskan rasa kekesalannya saat ini.
Rayyan merasa kasihan kepada mertuanya karena sudah menahan dirinya, untuk tidak punya anak lagi demi memenuhi janjinya pada sang anak. Padahal tanpa harus membuat janji pun Athaya akan nurut sama Aqilah.
'Kenapa anak-anak aku selalu terjerat ke dalam pesona anak-anak dari keluarga Hakim,' batin Yusuf merasa merana. Tidak putrinya dan tidak putranya, mereka sama saja.
***
Chelsea yang perutnya sudah besar, tetapi tidak sebesar punya Rania. Dia hamil bayi tunggal, bukan kembar. Meski neneknya Mega terlahir kembar dan ada kemungkinan bisa punya bayi kembar, tetapi Chelsea tidak mau punya anak kembar. Dia ingin bayinya lahir satu persatu, biar tidak capek saat mengurusnya.
"Beb, kenapa kamu kalau makan ingin selalu yang pakai pete? Kemarin minta bi Ijah untuk memasak udang balado yang petenya banyak. Kemarin lusa ingin makan sambal goreng kentang yang pakai pete juga. Kamu ngidam Pete?" tanya Mega sambil mengerutkan keningnya.
"Entahlah, kalau makan ada petenya selalu terasa nikmat. Ini gara-gara Alin yang membawa pete yang banyak dari kampung neneknya. Dan dia sering membuat olahan masakan apapun pete itu selalu disertakan ke dalam masakkan yang diolahnya," jawab Chelsea.
"Ada apa dengan ibu hamil sekarang ini? Kalau Nia dia ngidam makanan yang pakai kacang-kacangan. Terutama yang pakai bumbu kacang sampai Rain harus menyetok berkilo-kilo kacang tanah di dapurnya," ujar Mega.
"Masih mending dong, kalau begitu. Coba kalau kita punya ngidam yang aneh-aneh," balas Chelsea.
"Maksudnya aneh-aneh itu apa?" tanya Mega.
"Ada tuh ibu-ibu yang hamil ngidamnya itu selalu ingin perutnya dielus oleh suami orang lain atau memainkan atau memegang kumis orang lain," jawab Chelsea.
"Astaghfirullahal'adzim. Awas kalau kamu sampai punya ngidam seperti itu. Aku akan benar-benar kurung kamu di dalam rumah sampai melahirkan," kata Mega memberikan peringatan.
"Nauzubillah min dzalik, Ayang. Jangan sampai deh aku punya ngidam seperti itu. Kalau ngidam ingin selalu memeluk kamu sih, nggak apa-apa," balas Chelsea.
"Sebenarnya ngidam itu tidak ada pengaruhnya bagi bayi. Jika, si ibu hamil ingin sesuatu dan tidak terpenuhi keinginannya," ujar Mega.
__ADS_1
"Bukannya kalau ngidam ibu hamil tidak terpenuhi bayinya akan ngeces (ngelai)?" tanya Chelsea.
"Itu hanya mitos. Orang tuanya atau kakek, nenek, atau orang-orang di sekitar si ibu hamil 'lah yang mendoakan bayi di dalam perut akan seperti itu saat lahir nanti. Coba jika mereka tidak bilang 'anaknya nanti ngeces!' pasti si anak tidak akan ngeces. Ini 'kan mereka sendiri yang mendoakan bayi itu akan ngeces, jika tidak terpenuhi ngidamnya," jelas Mega.
"Ah, benar juga. Bukannya ucapan adalah doa. Apalagi ini yang bilang keluarga si bayi itu sendiri. Pastilah dikabulkan oleh Allah," ujar Chelsea manggut-manggut.
"Makanya kalau ngidam jangan di jadikan alasan takut bayinya nanti ngeces. Itukan keinginan si ibu sedangkan bayi belum bisa makan apa-apa. Hanya sari pati dari makanan yang di makan oleh si ibu," balas Mega dan mengakhiri mengeringkan rambut istrinya. Lalu, dia pun memakaikan hijab instan warna pink baby pada Chelsea.
"Sudah cantik, sekarang mau ke mana?" tanya Mega.
"Ke rumah Rania, katanya dia membuat rujak petis. Nih, lihat!" Chelsea menunjukan foto potongan buah dan bumbu petis yang memakai kacang.
"Ih, bikin ngiler," ucap Mega yang sudah tergoda ingin memakannya.
"Ayang, jangan bilang begitu. Aku tidak mau anak kita nanti ileran," sanggah Chelsea sambil memasang wajah galaknya.
"Maaf, Ben. Bukan bermaksud mendoakan anak kita," balas Mega sambil mengecup kening Chelsea.
***
Rania membuat status yang memuat foto potongan buah yang baru saja dia buat. Kalau sambal petisnya itu Rain yang buat. Bahkan dia memvideo suaminya sedang mengulek bumbu. Ini untuk koleksi pribadi tetapi dia bagikan ke saudara-saudaranya. Beragam reaksi yang diberikan oleh saudara-saudaranya itu. Namun, semua rata-rata memuji kehebatan Rain dalam mengulek bumbu.
"Kak Rain itu suami idaman banget, deh!" balas Rania kepada saudara-saudaranya.
"Ya Habibi, buat bumbu petisnya yang banyak karena semuanya mau main ke sini," kata Rania kepada suaminya yang baru saja menyelesaikan membuat bumbu petis untuk kedua kalinya.
"Astaghfirullahal'adzim. Sayang, tangan aku sudah pegal. Semua bumbu masakan juga kamu minta yang diulek langsung. Hari ini aku sudah tiga kali mengulek bumbu," ujar Rain yang kini merangkap menjadi koki karena Rania mau makan jika makanan yang dibuat oleh Rain.
"Ya sudah kalau kakak tidak mau, nggak apa-apa. Nanti biar kak Raya atau Kak Ian yang buat. Eh, Kak Mega juga nggak kalah jagonya buat sambal petisnya," ucap Rania.
Rain menarik napasnya, "Istirahat dulu sebentar ya, Sayang. Lagian ini aku sudah buat banyak. Siapa tahu segini sudah cukup."
Sebenarnya, Rain tahu kalau bumbu petis ini tidak akan mencukupi jika, mereka berkumpul bersama. Namun, biarlah nanti bergiliran membuat bumbunya, itu adalah yang ada di dalam pikiran Rain saat ini.
***
Saat mereka ngumpul nanti apa saja yang akan jadi bahan pembicaraan? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1